Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2016

Microsoft Student Partner : Interview

Fiuh. Setelah melalui rangkaian yang cukup panjang, mulai dari submisi formulir hingga membuat sesuatu yang benar-benar asing, akhirnya tiba juga di puncak babak penyisihan: wawancara! Fase yang membuat jantung saya jadi berdebar-debar, rasanya tak menentu, hati tergetar-getar menanti kamu di sini~ /plak

Pokoknya dari dulu saya itu paling grogi sama yang namanya wawancara. Apalagi kali untuk perekrutan yang lumayan bergengsi. Dulu sempat ada pengalaman ditolak setelah wawancara yang cukup gagal, mungkin itu salah satu alasan yang membuat trauma :<

Nah, untuk wawancara, awalnya saya menduga akan dilangsungkan secara tatap muka alias ketemu langsung alias on site. Tahu dari manakah saya? Soalnya saya sempat stalk beberapa blog yang pernah mengalami tahap wawancara ini sebelumnya (ketahuan deh stalker). Mungkin agar lebih halus mari kita ganti kata 'stalker' menjadi 'penggalian informasi kecil-kecilan'.

Wah rupanya tahun ini tidak sama seperti tahun kemarin. Sebagai pengganti wawancara langsung, diadakan wawancara via video call. Skype tepatnya. Dan ternyata, keputusan ini menimbulkan problema baru. 

Dulu saya sempat pasang Skype, tapi di laptop lama. Nah sekarang ketika ingin memasang di laptop baru, ada dua kendala. Pertama, download installernya dengan kecepatan internet modem colok hanya 30 Kbps (iya, b kecil) dan sering putus pula sehingga banyakan gagalnya dari pada mentokin kepala ke lantai. Kedua, Skype dengan kecepatan internet seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Tapi pada akhirnya, semua berhasil ditangani dengan tether paket data :")

Tibalah waktu wawancara, pukul 20.30 kalau tidak salah. Awalnya saya dihubungkan dengan Lead dari regional saya (BoDeTa), eh tapi setelah bertukar sapa, ternyata ada satu orang lagi yang akan mewawancarai yakni Co-Lead nya. Nah loh. Double panic, tapi dalem hati. Di luar kalem (semoga).

Wawancaranya tidak jauh melenceng dari seputar isi formulir pada awal pendaftaran, sedikit bumbu teknologi, dan keseharian. Serasa kayak ngobrol aja gitu loh. Sekarang (masih) sedang menunggu dengan harap-harap cemas, bagaimana kelanjutannya. Uwahh wish me luck *crossing finger*

Rabu, 11 Mei 2016

MSP PUYS: I'm Possible!

Selamat malam dunia!

Kembali lagi bersama saya di sini, sendiri, dalam sepi. #abaikan. Maafkan judulnya yang sangat seminarable dan klise to the moon and back. Hari ini saya lagi semangat menulis (walau banyak tugas) jadi biarkan saya berlari ke pelarian ini sejenak.

Seperti yang sudah diketahui, untuk proses seleksi MSP alias Microsoft Student Partner para peserta diwajibkan untuk memilih antara membuat aplikasi mobile atau web application. Karena basic saya yang masih dasar banget dan terlalu muluk untuk terjun ke dunia mobile tanpa parasut dalam waktu kurang dari satu bulan (bener-bener blank, dummy abis!), maka dari itu saya memilih untuk mencoba membuat web application.

Dalam proses pembuatan web application ini, saya memulai dari, ummm... 30% maybe? Dasar yang baru saya pegang dari materi di kampus hanya sebatas HTML, CSS, Javascript, dan jQuery. Semuanya masih level beginner. Atau beginner lebih dikit lah. Baru bisa bikin kalkulator dan game mencocokan kartu pake javascript aja udah seneng banget kok.

Awal proses pencarian ide, saya optimis. Bahkan saya membayangkan sebuah web application idaman saya (tempat para penulis dapat 'mengerami' idenya dan mendapat koreksi dan/atau mengoreksi tulisan rekannya) yang ternyata pekerjaan di balik layarnya alias back end nya tidak sesimpel yang dibayangkan.

Atas usul seorang mentor dan kawan, tercetuslah ide untuk membuat CV online. Eh tapi serius sebelumnya saya juga kepikiran buat hal sejenis, cuma yang versi interaktifnya. Hehe. 

Saya memulai dari tutorial PHP yang dasarnya dasar kalau kata dia. Membuat to do list sederhana. Baru menyetor data dan menampilkan ulang sih dan itu ternyata cukup menantang. Malah tanpa saya sadari, saya sudah mempelajari dasar AJAX ketika membuatnya. Tutorial demi tutorial saya telan hingga terwujudlah website application pertama saya: Rezumei.




Masih jauh dari kata sempurna sih, tapi saya senang dapat 'melahirkan' website pertama saya. Siapa sangka saya yang tak pernah kenal dengan FTP, FileZilla, dan PHP bisa menghasilkan sesuatu yang berkaitan dengan website. Hiks. *tebar confetti*

Penasaran? Kunjungi aja http://rezumei.azurewebsites.net/ . Segala kesalahan dan kekurangan harap dimaklumi ya. Bisa dimasukkan sarannya ke form feedback yang ada di halaman depan. Terima kuaci. :D

 

Jumat, 15 April 2016

Noah's Bottle: Osu, Cytus, Deemo, dan Piano Tiles Jadi Satu

Sudah lama ya gak review-review. Kemarin iseng baca reviewan saya dulu terhadap film dan game. Reaksi: Wuih, beneran nih saya yang nulis? Niat amat... Apa kebanyakan waktu luang ya wkwkwk. Pokoknya semua data-datanya lengkap, banyak gambar, dan pokoknya niat deh. Coba aja liat review novel visual, Osu, film, film lagi, dan buku. Huahahahaha ga nyangka juga ya :"D

Sekarang mau nulis yang ringan-ringan aja karena terdorong sama bagusnya game ini, melampaui ekspetasi saya deh. Nama gamenya Noah's Bottle.

Sekilas mirip Deemo ya?
Game yang satu ini mengusung tema tak berbeda jauh dari game-game yang beredar di pasaran yakni rhythm game alias game yang mengandalkan ritme/ketukan dari suatu musik sebagai inti permainannya. Nah, yang membedakan adalah, kalian bisa mengimpor sendiri musik yang diinginkan dan game ini akan langsung membuatkan patternnya secara otomatis!

Ada dua jenis permainan utama di game ini yakni Falling Notes dan Spin Type. Falling Notes ya not-not yang jatuh sesuai irama, mirip Deemo. Kalau Spin notnya tersusun di sebuah piringan yang harus disentuh ketika dilewati oleh garis yang berputar. 

Ini yang Spin
Hal yang saya sukai dari game ini adalah storylinenya yang jelas dan menarik, tampilan dan background yang cantik, gameplay yang variatif (ketika kalian bertemu dengan satu peri dan botolnya, klik pada botol peri tersebut untuk bermain game type lain), kemampuan untuk menyesuaikan delay, bisa bikin pattern sendiri, dan yang paling penting bisa masukin lagu sendiri!

Lagu-lagu yang saya masukin kebanyakan dari sountrack anime (ngambil dari Osu), lagu Cytus (download dari Osu juga) dan lagu favorit lainnya. Sejauh ini, game play yang paling saya suka adalah yang ice genie.


Penasaran? Coba aja cari di playstore. Seru deh! Selamat bermain!

MSP PUYS: PHP Terdeteksi Sebagai Comment, Solved

Kalian baru belajar mencoba menggunakan PHP untuk mengembangkan website kalian? Lantas ketika di jalankan, kalian menemui kendala yakni kode PHP kalian malah terdeteksi sebagai komentar (PHP detected as comment) di HTML? Untuk lebih jelasnya, coba cek gambar di bawah ini:

Pas dikodingannya udah bener

Eh pas dijalanin malah jadi comment
Mengalami hal serupa? Donburi bee hepi! Saya juga kok kemarin *tos*. Ceritanya, kemarin saya sedang mengikuti sebuah tutorial dari sebuah website yang katanya buat pemula. Mula-mula, disuruh nulis kodingan sesuai yang diminta, habis itu dijalanin di browser. Awalnya saya mikir-mikir, ini cara jalaninnya gimana, kan jenis filenya bukan html tapi php. Saya yang masih polos-polos dan lugu-lugu akhirnya memutuskan untuk: klik kanan > open with > google chrome. Tampilannya jalan sihh.. tapi ya itu, PHP nya ga jalan sama sekali.

Setelah mencoba bertanya pada bintang dan rumput yang berjoget orang-orang yang lebih pro, ternyata oh ternyata cara bukanya bukan begitu. Jadi yang bener gimana? Berikut langkah-langkahnya:

1. Pastikan Apache dan MySQL kalian sudah aktif

Cara ngaktifinnya, buka XAMPP Control Panel (install dulu) lalu diaktifkan deh

2. Selanjutnya, masuk ke folder XAMPP (biasanya di disk C atau tergantung waktu install di mana) lalu cari folder htdocs

3. Nah, folder htdocs ini akan menjadi workspace kalian. Buat folder baru dan beri nama sesuai dengan nama situs yang diinginkan

4. Masukkan file-file PHP kalian ke folder baru tersebut

5. Pada browser, ketikan alamat localhost/namafolder, niscaya file PHP kalian akan terbuka.

Bagaimana, terselesaikan tidak masalahnya? Semoga terbantu ya.. :D

Selasa, 12 April 2016

MSP PUYS: Gathering Idea and Deciding

Let's bomb post today! Dua post sekaligus! Kapan ya terakhir kali saya nulis banyak-banyak sehari. Padahal besok masih UTS /dasar,

Jadi inget jaman dulu pas ngeblog rajin banget deh nulisnya. Tiap kali ketemu info atau pengetahuan baru yang menarik pasti langsung di tulis. Baca buku atau film yang bagus rasanya gatel kalau gak dibagikan. Terus kalau nuli tuh suka lama sendiri, bisa 2-3 jam. Masalahnya? Cari cara terbaik untuk menyampaikan, mulai dari angle, diksi, keakuratan informasi, typo, gambar, dan seterusnya. Uh, rasanya semua tulisan yang ada di sini harus sempurna dari ujung huruf kapital, spasi, koma, sampai ketemu titik. Kayak lagunya Andra and The Backbone.

Sekarang? Behhh.... Masih sih. Dikit. Wkwkwk.

Tuh kan malah jadi curhat.

Jadi selama kurang lebih dua atau tiga hari ini, selain belajar buat UTS dan mengejar deadline tulisan di majalan kampus yang sudah terlewat jauh, saya sempatkan juga buat PDKT uhm, maksudnya pendekatan dalam rangka mencari tutor yang mau mengajar dan membimbing saya yang masih hina dan tak tahu apa-apa ini. Kecantol sih beberapa yang sekiranya bisa diganggu sewaktu-waktu. Terima kasih semuanya!

Terus saya juga coba-coba cari ide. Mulai dari yang ngawang banget dan kayaknya gak mungkin dibikin dalam sebulan sampai hal remeh yang kayaknya ga ada orang yang bakal pake. Huft, susah-susah gampang ya mencari ide itu. Oh ya untuk pilihan antara App Development dan Web Development, sepertinya untuk saat ini saya bakal lebih berfokus kepada Web Development dulu karena baru bisa itu. Hehehe. Doakan supaya lancar ya! (terutama UTS nya nih hehe).


Microsoft Student Partner: Pimp Up Your Skill

Welcome back all!

Gimana yang habis UN perasaannya? Atau yang lagi masa-masa UTS seperti saya? Atau malah ada yang baru masuk semester genap? Hahaha... Yang jelas tujuan postingan kali ini selain untuk menyapa adalah untuk membawa perkembangan terbaru mengenai Microsoft Student Partner alias MSP. Sekalian jadi diary berjalan gitu loh hihi.

Seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya, ada empat tahap yang dicantumkan di email perihal MSP yakni Submission Filtering, Self Learning, Pimp Up Your Skill, dan Interview. Dan rupanya... Jeng jeng jeng jeng...

Sekarang saya sudah masuk tahap tiga! Tahap Pimp Up Your Skill. Duh, rasanya tegang-ngeri-senang gimana gitu. 

Pada tahap ini, para partisipan diminta untuk memilih satu dari dua tugas yang disediakan. Pertama-tama ada App Development. Sesuai namanya, App Development mengharuskan peserta untuk membuat aplikasi  Universal Windows Platform (UWP) atauaplikasi multiplatform dengan menggunakan Visual Studio dan Xamarin. Yang kedua, ada Web Development. Untuk tugas kedua ini, peserta diminta membuat satu Web Application yang telah di host di Microsoft Azure.

Uwah, tugas yang cukup menantang menurut saya! Apalagi deadlinenya itu loh, kurang dari sebulan lagi. Lagi minggu UTS pula. o.o

Uh mari berharap yang terbaik!

Minggu, 20 Maret 2016

MSP SL: Microsoft Azure

Masih bagian dari rangkaian Microsoft Student Partner: Self Learning, kali ini saya akan mengulas sedikit tentang Microsoft Azure. Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Sudah kenal belum tentu dia sayang #eh. Makanya kita harus kenalan dulu sama si Microsoft Azure ini, siapa tau jadi sayang.

Sebelumnya, yang saya pernah salah menduga Azure sebagai kerabat dari Axure. Habis, namanya mirip. Sekadar informasi, Axure itu adalah salahs atu aplikasi prototyping. Bisa untuk membuat contoh website ataupun mobile apps. Nah kalau Microsoft Azure beda lagi. 

Pernah dengar cloud computing? Platform as a service (PaaS)? Bagi kalian yang mengambil studi lanjutan berkaitan dengan dunia teknologi, tentu sudah tidak asing dengan kedua istilah tadi. Nah, Microsoft Azure adalah salah satu contoh nyata apa yang kalian pernah dengar saat penjelasan dosen di kelas itu. Microsoft Azure adalah PaaS yang berada di cloud.

Masih bingung? Secara sederhana, Azure memungkinkan kita untuk membangun aplikasi di cloud, bisa berupa web apps, cloud service, atau aplikasi yang berjalan di atas virtual machine. 

Salah satu materi yang harus dipelajari secara mandiri selama masa self learning ialah Microsoft Azure ini. Setelah berkenalan dengan Microsoft Azure, sekarang bagaimana cara kerjanya?


Cara menggunakannya tidak terlalu sulit, cukup kunjungi situsnya di azure.microsoft.com. Di sana, kalian bisa memilih metode pembayaran yang diinginkan (pay as you go atau langganan per tahun). Disediakan juga promo coba gratis.

Apa? Kamu pelajar atau mahasiswa yang sukanya gratisan? Jangan menangis, jangan bersedih, semuanya akan berlalu~ #malah nyanyi.

Microsoft sangat memahami dan mendukung para pejuang tanpa tanda jasa alias pelajar yang ingin menggunakan Microsoft Azue sebagai media belajar. Pelajar atau mahasiswa dapat menggunakan Azure secara gratis!

Caranya, cukup buat akun di dreamspark.com. Microsoft DreamSpark juga merupakan salah satu bentuk dukungan Microsoft bagi pelajar di seluruh dunia dengan menyediakan aneka OS, software, atau aplikasi lainnya secara cuma-cuma. Cukup buat akun di sana dan lampirkan KTM/surat yang membuktikan bahwa kamu masih pelajar. Lebih baik lagi jika ternyata kampusmu sudah bekerja sama dengan DreamSpark karena kamu akan langsung mendapatkan akun gratis. Coba tanyakan ke dosen atau bagian student service kampusmu untuk memastikan ya. Cek juga apakah nama sekolah/kampusmu terdaftar di website DreamSpark langsung.

Kalau sudah berhasil membuat akun dan masuk, di sana kamu akan menemukan tawaran untuk menggunakan Azure secara gratis. Mudah kan?

Sudah pernah menggunakan Azure atau sedang dalam tahap 'PDKT' sama Azure? Share di kolom komentar ya!

Jumat, 18 Maret 2016

MSP SL: Microsoft Virtual Academy

Tes tes 1 2 3 *cek mic*

Baiklah, setelah penantian yang tidak panjang-panjang amat, saya akan membahas tentang Microsoft Virtual Account atau yang biasa disebut sebagai MVA. Apa itu MVA?

MVA tak lain dan tak bukan adalah sebuah situs e-learning yang disediakan khusus oleh Microsoft. Di MVA, siapa saja yang memiliki passion di bidang teknologi, mulai dari website, aplikasi, game, infrastruktur cloud, maupun aneka bahasa pemrograman. Kampus saya sendiri juga menggunakan MVA sebagai materi belajar mandiri di rumah loh, jadi sedikit-banyak saya sudah mengenal platform belajar ini.

Loh, belajar sendiri lewat internet kan bisa. Cari-cari saja bahan dari internet.

Eits, tunggu dulu. Belajar lewat MVA punya sejuta kelebihan loh! Kira-kira apa saja ya?


  1. Kursusnya ada banyak... banyak... *bukaniklan*
  2. Kamu pemula? Intermediate atau Advanced? Ingin belajar cara membuat game, aplikasi ponsel atau Big Data? Mau tahu lebih jauh seputar Cloud App Development, Businsess Intelligence, juga HTML5? Semua ada lengkap di MVA, tinggal buat akun dan kamu bisa mengakses semuanya kapan saja, di mana saja.
  3. Satu, dua, tiga, ikuti tahap-tahapnya!
  4. Semua kursus yang ada di MVA telah diatur secara runtut sehingga kamu tinggal mengikuti sesuai dengan modul yang diberikan. Dari yang belum tahu apa-apa sampai jadi expert, mengapa tidak? Ingat, the expert in anything was once a beginner. 
  5. Bukan kursus biasa
  6. Bukan hanya memberikan materi berupa slide-slide atau tulisan, kamu juga akan mendapatkan materi lainnya seperti video, modul, atau bahkan latihan soal seperti kuis untuk mengasah kemampuanmu.
  7. Akses kapan saja, di mana saja
  8. Karena sifatnya online, kamu bisa mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Lagi jam istirahat di kampus? Lagi bosen di rumah? Lagi nongkrong cantik di kafe sebelah? Bisa banget sambil buka website ini!
  9. Progresmu tersimpan
  10. MVA akan mencatat progres yang sudah kamu tempuh dan menandai sampai mana kamu terakhir mengakses MVA. Jadi tidak perlu kebingungan lagi dengan pertanyaan 'kemarin sampai mana ya?'
  11. Dapat sertifikat!
  12. Nah ini nih yang paling asyik. Kamu dapat membuktikan kalau kamu sudah mengikuti sebuah kursus dengan komplit plit plit dengan sertifikat yang akan diberikan. Seperti ini nih contohnya:
  13. Dan mengagumkannya, semua itu bisa kamu dapatkan dengan gratis!
  14. Cukup login dengan akun Microoft yang kamu miliki dan kamu akan dapat semua keuntungan-keuntungan yang ada.

Bagaimana, menarik bukan belajar di MVA? Tunggu apa lagi, segera akses situsnya di https://mva.microsoft.com/.




Microsoft Student Partner: Self Learning

Yeay! Melanjutkan postingan kemarin, sekarang kita masuk ke tahap Self Learning dari Microsoft Student Partner. Jika sebelumnya kita membahas tentang tahap Submission Filtering, sekarang mereka yang telah lolos tahap penyaringan formulir online akan mendapatkan email pemberitahuan dan dihadapkan pada tahap kedua yakni Self Learning. Ini adalah tahap yang sedang saya jalani sekarang. Sebenarnya, bagaimana sih gambaran besar dari tahapan pemilihan Microsoft Student Partner? Nah, rupanya ada empat tahap yang harus dilalui, untuk selengkapnya bisa dilihat pada potongan email yang saya sertakan.


Wah, berarti masih ada dua tahap lagi yang harus dilalui yakni Pimp-up Your Skill dan Interview. Selama Self Learning, peserta diharapkan untuk belajar secara mandiri melalui media-media yang disediakan oleh MSP. Salah satunya lewat Microsoft Virtual Academy dan video-video tutorial. Penasaran seperti apa? Nantikan di postingan berikutnya ya!

Minggu, 13 Maret 2016

Microsoft Student Partner: Submission Filtering

Selamat datang di blog ini lagi! *tebar confetti*

Maaf sudah sekian lama menelantarkan, bersihin sarang laba-laba dulu deh. Maklum, alasan-alsaan kenapa saya terpaksa vakum sejenak bisa dibaca di sini. Baiklah, sekarang saya akan memulai postingan kali ini yang akan membahas tentang.... Microsoft Student Partner!

Wuih. Serem. Ada nama sebuah perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu yang melekat di sana, tak lain dan tak bukan adalah Microsoft. Siapa yang tidak kenal Microsoft, apalagi dengan salah satu OS untuk desktop-nya yang merajai pasar mancanegara alias Windows. Lalu, apa hubungannya Microsoft dengan Microsoft Student Partner?

Microsoft Student Partner atau yang biasa disebut sebagai MSP merupakan sebuah program besutan Microsoft. MSP menghimpun mahasiswa-mahasiswa yang memiliki hasrat di bidang teknologi untuk bersama-sama membangun keahlian, memimpin komunitas, dan membangun relasi dengan para profesional. Kabar baiknya, Indonesia juga termasuk salah satu dari lebih dari 100 negara yang dipercaya untuk menjalankan program ini setiap tahunnya. 



Saya sendiri baru mengetahui keberadaan MSP ini dari blog rekan saya yang ternyata terpilih menjadi salah seorang MSP. Waktu itu saya yang masih semester dua terkagum-kagum. Wah, keren sekali! Saya melihatnya belajar membuat website, aplikasi, bahkan berkesempatan untuk menjajakan aplikasi buatannya di Windows Store!

Karena persyaratan yang belum memenuhi (kalau tidak salah, minimal semester empat) dan saat itu memang sudah tutup pendaftarannya, akhirnya saya putuskan untuk memendam hasrat ini terlebih dahulu #ea #lebay #abaikan.

Gayung bersambut, tepat saat saya baru mengawali hari yang baru sebagai mahasiswi semester empat, sepucuk(?) surel mendarat mulus di kotak masuk saya. Undangan untuk mendaftar sebagai MSP! Yuhuuu.

Namun, tak dapat dipungkiri awalnya saya ciut juga. Terbayang ratusan, atau mungkin ribuan orang dengan berbagai keahlian yang mendaftar di sana. Mungkinkah ada peluang untukku di hatimu di MSP? Akhirnya berbekal nyali dan semboyan 'Fortuna Favi Fortus' (keberuntungan memihak mereka berani) yang saya pegang sejak SMA, saya pun kembali nekat untuk mendaftarkan diri, persis seperti kenekatan saya kala ikut lomba-lomba sebelumnya. Hihi.

Saya pernah baca di sebuah blog tips dan trik, di sana dimuat salah satu tips ketika mengikuti lomba. Kira-kira begini katanya: 'Ketika ikut lomba, yang penting nekat, daftar, lalu lupakan'. Lupakan di sini artinya jangan terlalu dicemaskan, apalagi ditunggu-tunggu pengumumannya. Salah satu hal yang tidak terlalu sulit bagi saya yang memang pada dasarnya pelupa.

Ketika menjalani tahap pertama alias Submission Filtering, peserta diminta untuk mengisi formulir pendaftaran yang ada di https://msdn.microsoft.com/id-id/microsoftstudentpartners.aspx. Pertanyaannya tidak terlalu sulit, kebanyakan berisi informasi pribadi, minat di bidang teknologi, serta pengalaman-pengalaman yang pernah diikuti. Lumayan detail juga pertanyaannya. Setelah itu, peserta yang lolos submission filtering akan dihubungi kembali dan diminta untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap apakah itu? Nantikan di posting berikutnya ya!

Kamis, 19 Juni 2014

Monty Hall Problem: Terbukti!

Barusan aja saya nonton Super Deal di salah satu televisi swasta dengan inisial A, huruf terakhirnya V, dan tengah-tengahnya NT. Pas banget sama yang baru kemarin saya posting, mereka seakan memperagakan dan membuktikan Monty Hall Problem ini!

Awalnya ada enam kotak dengan bendera warna warni di atasnya. Ada hijau, kuning, pink (kata bos Kuya-kuya sih merah, tapi menurut saya pink ah), biru, ungu, dan merah (yang dibilang oranye. Saya yang buta warna atau.. Ah, sudahlah).

Ada lima zonk dan satu hadiah berisi dua motor di dalamnya (kejam amat ya?). Tapi tenang, si kontestan diberi 'modal' tiga juta untuk membuka tiga zonk. Akhirnya Tiga zonk dibuka, menyisakan kotak biru, ungu, dan merah (menurut saya itu merah!! >,<).


Nah, dia milih warna biru. Kalau saya pribadi sih milih ungu. Kotak merah dibuka dan ternyata isinya zonk! "Ok, tinggal dua, peluangnya 50:50," kata bos Kuya2. Saya berteriak dalam hati "Kata temen-temennya Pak Monty yang suka meneliti sih kotak ungu peluangnya 2/3 alias 66.666666%!"

Selain kotak ungu, ditawarkan juga uang senilai tujuh juta. Saya jadi agak goyah nih, apa jangan-jangan si biru emang berisi motor makanya berani ditawarin uang senilai tujuh juta? Tapi ilmu pengetahuan pasti menang >,< !!

Akhirnya si kontestan memutuskan tetap sama si biru. Kedua kotakpun dibuka bersamaan daann... Kotak ungu yang berisi motor saudara-saudara.. Mungkin habis ini si mbak kontestan berminat lebih meneliti tentang Monty Hall Problem ini... atau menangis di pojokan berhari-hari.

Jumat, 18 April 2014

TMII Tak Lekang oleh Waktu

Jika ada yang bertanya, kota apa yang ingin Anda kunjungi? Wah, pasti banyak yang berlomba-lomba mengabsen nama-nama kota di luar negeri, entah itu London, Las Vegas, San Francisco, Los Angeles, Beijing, Taipei, Toronto, Hawaii, dan sebagainya. Hanya segelintir orang yang tertarik untuk mengunjungi kota-kota di tanah airnya sendiri. Coba saja tengok, berapa banyak rekan-rekan yang sudah mencicipi keindahan wisata di luar negeri namun buta akan negerinya sendiri? Padahal, keliling Indonesia juga tak kalah menyenangkan loh.

Keterbatasan waktu dan biaya, apalagi mengingat luasnya wilayah kepulauan Indonesia ini sering menjadi penghalang untuk menyusuri setiap kota di Indonesia. Andai saja ada miniatur Indonesia, tempat kita semua dapat menikmati keindahan budaya Indonesia hanya dalam satu hari...

Eits, memang ada kok tempatnya! Mimpi itu sudah diwujudkan 39 tahun yang lalu, tepatnya 20 April 1975. Bermula dari keinginan Ibu Tien Soeharto untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta kepada bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia, dibangunlah miniatur Indonesia "Indonesia Indah" yakni Taman Mini "Indonesia Indah" (TMII).

Peresmian TMII (tamanmini.com)

Pasti banyak yang sedang bernostalgia, teringat jaman SD ketika TMII menjadi destinasi wajib karyawisata. Saya juga terkenang saat-saat mengunjungi museum-museum di sana, melihat aneka rumah daerah, masuk Teater Keong Emas, juga melihat aneka tanaman yang tumbuh subur. TMII-lah yang mengenalkan saya pertama kali pada tanaman putri malu yang menurut saya lucu dan unik, bisa menguncupkan daun-daunnya ketika disentuh. Benar-benar mirip seorang putri yang pemalu!

Apa saja yang bisa dinikmati dari TMII? Yang pertama dan terutama, tentu saja 33 anjungan yang mewakili 33 provinsi di Indonesia. Rasakan pesona Indonesia lewat aneka rumah adat, pakaian adat, senjata khas, kerajinan tangan, dan perabot sehari-hari yang dipamerkan di sana. Lalu, danau berisi pulau-pulau mini yang dibentuk menyerupai kepulauan Indonesia juga wajib dikunjungi. Serunya lagi, dengan Perahu Angsa kita dapat melihat pulau-pulau tersebut dari dekat. Bagi pencinta seni, sangat disarankan untuk mengunjungi Desa Seni Kerajinan, Sasana Kriya, Pasar Buku Langka, serta Swargaloka Art & Gallery yang menyajikan karya seni dari pelosok nusantara.


Istana Anak-anak Indonesia (wikipedia.org)

Buat anak-anak atau adik-adik Anda histeris dengan membawa mereka ke Istana Anak Anak Indonesia (IAAI) juga ke Snowbay Waterpark, taman rekreasi air kelas dunia. Jangan lupa mencoba kereta gantung dan Aeromovel, kereta tenaga angin satu-satunya di Indonesia. Ada juga Pemancingan Telaga Mina dan yang paling berkesan: Teater IMAX Keong Emas, bangunan dengan bentuk seperti keong tempat menonton film atau panorama Indonesia. Teater 4D (D'Motion) juga menawarkan hal serupa namun dalam bentuk 4 dimensi! Guncangan, hembusan angin, bahkan cipratan air membuat adegan dalam film terasa begitu nyata. Oh ya, ada juga Gedung Teater Bhinneka Tunggal Ika, tempat pagelaran dan teater yang merupakan gedung baru. 


Taman Mini dalam 30 detik (youtube TMII)


Aneka museum untuk memperkaya wawasan dan belajar dari masa lalu juga dapat ditemukan di TMII seperti Museum Minyak & Gas Bumi, Museum Transportasi, Museum Indonesia Komodo, Museum Listrik & Energi Baru, Museum Telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Bay’at al-Qur’an, Museum Keprajuritan, Museum Serangga, Museum Asmat, Museum Olah Raga, Museum Timor Timur, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Perangko, Museum Pusaka dan Museum Indonesia. Saya sendiri pernah mengunjungi lima museum di sana yakni Museum Transportasi, Museum Telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Serangga, dan Museum Perangko. Kesan saya, museum-museum yang berada di TMII bersih, rapi, dan koleksi-koleksinya terawat dengan baik, terlebih setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan singkat. PP IPTEK juga wajib dimasukkan ke dalam daftar ketika sedang mengunjungi TMII. Di sana, ragam peralatan berbau sains dan teknologi dapat dipraktekan secara langsung!

Gelar Taman Satwa Taman Konservasi dari Menteri Kehutanan terbukti bukan sekadar gelar dan dapat dilihat langsung di aneka taman yang tersedia. Pertama, Taman Aquarium Air Tawar, taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia serta terbesar di Asia akan mengundang decak kagum Anda. Penelitian dan observasi berkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan peluang bisnis ikan hias juga bebas dilakukan di sini. Lalu Taman Burung berisi 100 jenis burung (30 jenis diantaranya merupakan jenis-jenis yang dilindungi dan langka) yang sering mengadakan lomba burung sebagai sarana mengenal lebih dalam mengenai burung, serta sebagai tempat penelitian bagi mahasiswa. Taman Apotik Hidup dengan koleksi sekitar 400 jenis tanaman obat asli Indonesia, Taman Melati yang berisi aneka jenis tanaman melati dan tanaman hias, Taman Kupu-Kupu, Taman Reptilia, dan Taman Kaktus juga tidak kalah mengagumkan.

Peta TMII yang cantik akan memandu Anda, klik untuk memperbesar! (tamanmini.com) Untuk peta interaktifnya yang super canggih, tengok di sini -> http://tamanmini.com/tmii.php

Kini, TMII mengusung 'NEGERIKU SATOE INDONESIA'sebagai tema ulang tahunnya yang ke-39. Bukan TMII 'mati segan, hidup tak mau' yang saya lihat ketika TMII yang akan menginjak usia ke-39, namun TMII yang masih segar dan aktif melestarikan budaya Indonesia, membagikan segala ilmu dan kebahagiaannya, juga memanggil suara hati kecil masyarakat untuk tetap bangga dan cinta akan Indonesia. 

Dirgahayu TMII! (tamanmini.com)

Destinasi-destinasi baru yang kelihatannya lebih modern dan bergengsi seperti mal mungkin telah merebut kursi TMII sebagai wahana rekreasi keluarga. Namun TMII sebaiknya terus bersaing dan berjuang tetap eksis dan kembali menjadi paket wisata komplit yang menghibur sekaligus mendidik. 

Menurut saya, kebijakan TMII untuk menjaga harga tiket masuk tetap 'ramah untuk kantong' merupakan langkah yang bijaksana. Aneka kegiatan seperti perayaan ulang tahun yang akan diadakan 20 April 2014 juga turut menarik minat, apalagi pengunjung pada hari tersebut bebas biaya masuk alias FREE! Untuk tanggal 21-25 April 2014, ada promo beli satu gratis satu tiket masuk TMII, cocok untuk rombongan! Namun, sepertinya acara tersebut kurang terdengar gaungnya. Teman-teman dan keluarga saya tidak mengetahuinya jika tidak saya beritahu. TMII mungkin dapat mempromosikan acara-acaranya secara lebih aktif, baik lewat sosial media, televisi, radio, media cetak, serta kunjunagn langsung ke tempat-tempat publik seperti mal, taman, atau sekolah. Semoga rencana aplikasi di App Store, Google Play, dan BlackBerry bisa segera hadir.

Mengingat lengkapnya sarana rekreasi serta pembelajaran, TMII bisa lebih digalakkan sebagai salah satu objek wisata para turis. Turis dapat menginap di hotel yang terdapat di kawasan TMII dan mengenal budaya sambil keliling Indonesia mini di sini. Apalagi ada sarana rekreasi anak-anak, aneka museum dan taman, teater, serta 33 anjungan daerah yang memberikan gambaran utuh Indonesia. Tinggal tambah pemandu wisata yang fasih berbahasa inggris deh, atau bisa juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa public relation atau jurusan bahasa Inggris untuk memandu para turis, tentunya setelah diberi pembekalan mengenai budaya Indonesia.

  Taman Mini dalam 3 Menit (youtube TMII)

Modernisasi lewat penambahan fasilitas menurut saya perlu dilakukan, misalnya menempatkan beberapa smart screen secara tersebar yang memberikan informasi seputar informasi acara terkini, petunjuk jalan, juga riwayat singkat TMII. Smart screen ini juga bisa ditempatkan di tiap anjungan sehingga informasi dari tiap daerah bisa disajikan secara lebih atraktif karena dilengkapi audio visual seperti bahasa daerah, video tarian daerah, juga lagu daerah. Pengadaan hotspot yang menyediakan wi-fi juga bisa menjadi daya tarik tersendiri, apalagi bagi remaja yang seakan tak bisa lepas dari gawai (gadget) nya. Jadi, mereka bisa langsung mengunggah foto dan status terkini ketika berada di TMII. 

Mengemas acara-acara berbau kebudayaan Indonesia dengan menarik juga perlu, misalnya festival kuliner Nusantara di mana tiap anjungan menyajikan makanan khas daerahnya masing-masing. Saya membaca di web TMII, akan diadakan Festival Karya Kuliner Khas Nusantara yang serupa dengan ide saya, semoga berjalan lancar dan dapat menjadi acara rutin! Atau mungkin gebyar jamu Nusantara di Taman Apotik Hidup yang menguak manfaat serta cara memanfaatkan dan meramu tanaman obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Pameran mainan asli Indonesia juga menarik untuk diadakan. Perlombaan dan pengajaran seputar budaya Indonesia bagi pelajar dan mahasiswa yang diadakan secara berkala seperti tari daerah, lagu daerah, bahasa daerah, dan lainnya juga dapat menumbuhkan minat serta kecintaaan terhadap budaya Indonesia. Bisa juga nanti ketika hari Kartini, TMII mengadakan parade keliling anjungan atau lomba pakaian adat! Wah, pasti seru sekali! Untuk program edukasi, menurut saya kunjungan karyawisata sekolah yang diadakan sudah cukup baik. 



Akhir kata, tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan tulisan saya. Kinerja TMII hingga saat ini patut diacungi seribu jempol, walau tentu masih ada yang perlu dikembangkan dan diperbaiki. Dirgahayu ke-39, semoga tambah matang, dewasa, dan semakin memper-SATOE-kan Indonesia!

Sabtu, 29 Maret 2014

WaTaMi dengan Jurus WaTuTi!

Peduli lingkungan? Ah, itu kan cuma tugasnya para relawan dan pencinta lingkungan aja! Kita sebagai blogger bisa apa sih lagian? Aksi kecil kita kan juga gak berpengaruh apa-apa buat lingkungan.

Hihihi, jangan pesimis dulu dong. Kita semua sebagai makhluk yang nangkring di bumi mau nggak mau harus ikut ambil bagian dalam merawat bumi. Bumi ibarat rumah kita. Andaikan teman-teman diberi sebuah rumah megah yang terletak di bilangan yang strategis, bagaimana perasaan teman-teman? Wuih, senang bukan kepalang pasti. Apalagi ternyata rumah itu lengkap dengan kolam renang, taman pribadi, AC yang sejuk, juga suasana yang damai. Kalau teman-teman perhatikan, bumi dapat diibaratkan sebagai rumah mewah tadi loh. Bayangkan, dari delapan planet yang ada di tata surya, hanya bumi yang punya suhu bersahabat, gak ada meteor yang jatuh seenak jidat, oksigen yang cukup, air yang melimpah (70% bagiannya!) juga aneka tanaman dan hewan yang telah disediakan sebagai partner hidup bahan makanan. Bayangkan kalau teman-teman lahir di Venus, planet terpanas di tata surya! Lahir-lahir jadi arang kali ya? Atau di Neptunus, planet yang paling berangin. Bukannya main layang-layang, kita malah jadi layang-layang!

Bumi by depimomo, Dokumentasi pribadi

Nah, maka dari itu kita harus bersyukur sudah diberi kesempatan untuk hidup di planet yang hijau ini. Apa? Sudah nggak hijau? Jangan patah arang dulu, arang saja masih berharap pada api yang mengubahnya menjadi debu. Sebagai WaTaMi (Relawan Pencinta Bumi) jangan kehabisan dulu untuk menyelamatkan lingkungan. 

Tapi, nggak ada waktu nih untuk menyelamatkan lingkungan! Harus sekolah, les, kerja, makan, tidur, main, make up, update status, pacaran, juga blogging!

Sstt, depimomo mau buka-bukaan rahasia nih buat kalian! Tips dan trik jitu untuk selalu ingat lingkungan dan menyelamatkan lingkungan! Namanya jurus WaTuTi alias Wan Tu Tri (bahasa alien: satu dua tiga). Cukup tiga langkah mudah yang bisa teman-teman terapkan setiap hari!


1. Masbro dan Mbaksis, nggak usah....

....liat-liatin saya gitu karena saya kiyut dan keceh abis *ngawur.com

Apa yang bisa dilakukan dengan mantra ini? Dengan mantra ini, kita bisa menyelamatkan lingkungan!

Hah? Gimana ceritanya?

Ceritanya gini, pada suatu hari...

by depimomo, dokumentasi pribadi

Lihat, dalam satu hari saja satu kantong plastik, satu styrofoam, dan satu plastik minuman sudah bisa dikurangi. Itu baru satu orang, bagaimana kalau sepuluh, seratus, atau seluruh penduduk Indonesia? Belum lagi kalau tidak hanya sehari tapi seminggu, sebulan, atau setahun! Tambahannya, makin banyak orang yang ikut tergerak untuk menyelamatkan lingkungan! Saya sendiri kerap kali menerapkan hal ini. Membawa bekal dan botol minuman yang dapat diisi ulang. Plastik juga dihindari, misalnya hanya membeli satu-dua barang atau membawa tas sendiri, jadi tidak perlu kantong plastik.

2. Pegang aja dulu!

Wah, pegang apa ini? Ya pegang sampah kita terlebih dulu lah, sebelum menemukan tong sampah! Dari SD, guru saya sudah menekankan hal ini, bahkan ada lagunya juga agar dapat selalu diingat. Ini dia lagunya, dinyanyikan dengan nada 'Naik-naik ke puncak gunung'!

Mari kawan kita jaga kebersihan lingkungan
agar tercipta keindahan juga kesehatan

maka jangan lupa kawan buang sampah pada tempatnya
kantongi dulu sampah milikmu
sebelum temukan TONG SAMPAH! 

(tong sampahnya memang agak ditekan saat dinyanyikan jadi gitu deh, hehe)

Gara-gara lagu ini, saya jadi sering ngantongin sampah kalau belum ketemu tong sampah, entah itu bungkus permen, botol air mineral, atau kantong ciki. Kadang sampai diperhatikan orang, apalagi waktu di bis. Orang di sebelah saya sepertinya agak risih dengan gelas plastik bekas minuman yang saya pegang dari tadi.

"Dek, sini ibu buangin deh gelasnya ke luar! (sambil menunjuk jendela di sebelahnya)"

"Nggak deh bu, makasih, saya nanti abis turun ketemu tong sampah deket kantor polisi situ kok, hehe"

"Loh, repot-repot amat sih dek? Biasa juga orang buang ke luar jendela"

"Iya sih, tapi saya ingin melakukan perubahan kecil aja, siapa tahu berdampak besar"

Setelah itu ibu itu diam dan tidak mengajak bicara lagi, tapi selama kita yakin apa yang kita lakukan benar, tidak perlu takut anggapan orang kok! When it doesn't feel right, go left.

3. Be creative!

Daur ulang mungkin kata yang terdengar basi. Tapi kalau dilakukan dengan kreatif, hal yang dianggap sampah pasti bisa berdaya guna, bahkan bernilai jual!

Saya sendiri berusaha menyulap tumpukan kertas-kertas bekas kuesioner (untuk tugas sekolah dulu) yang bagian belakangnya masih kosong sebagai buku notes untuk ringkasan pelajaran.

BuSu (Buku Siap Ulangan) by depimomo, dokumentasi pribadi

Bisa juga majalah yang menumpuk disulap menjadi kusudama, mempercantik rumah loh! Atau jadi origami bintang, pembatas buku, juga kerajinan tangan lainnya.


Teman-teman juga bisa menjadi supporter WWF, fundraiser WWF, mengundang Panda Mobile ke sekolah/kampus/kantor/lingkungan rumah teman-teman, dan ramah pada lingkungan.

Jadi, tunggu apa lagi? WaTaMi siap selamatkan lingkungan dengan jurus WaTuTi! Ciaaattt!

Psst, kawan blogger tergerak untuk mengajak teman-teman lain peduli lingkungan? Ikutan dong Lomba Blog Blogger Peduli Lingkungan!

Rabu, 26 Maret 2014

Go, go, go, Osu!

Osu! (bukan asu loh.. hehe) Ada yang pernah dengar? Saya sendiri baru dengar dan lihat ketika teman saya memainkannya dengan seru. Teman saya menyelesaikan satu beatmap dengan hampir sempurna. Demikian juga dengan saya. Ketika saya mencoba, saya menyelesaikannya dengan tidak hampir gagal alias gatot telan (gagal total tengah jalan, apanya yang 'demikian juga dengan saya' coba?!)


Osu! adalah permainan yang mengasah kepekaan ritme dan gerak motorik. Kejelian telinga dan ketangkasan tangan sangat diutamakan dalam game ini. Cara mainnya mudah kok, pilih beatmap/lagu yang kalian suka, lalu klik bulatan-bulatan yang muncul sesuai irama yaitu ketika cincin yang ada di sekitar lingkaran mengecil hingga tepat menyentuh tepi lingkaran. Kalau bulatannya diikuti ekor, ikuti saja bola yang menggelinding di sepanjang lintasan ekor tersebut. Ketika mncul piring besar, putar piring tersebut secepat mungkin dnegan cara klik dan drag secara memutar. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa mengikuti tutorial yang disediakan.


Walau beatmap yang disediakan kebanyakan berasal dari game atau anime, disediakan juga pilihan untuk membuat beatmap sendiri loh! Beatmap yang sudah dibuat nantinya bisa dimainkan atau diunggah di website Osu! untuk diunduh pemain lainnya. Ada juga pilihan untuk bermain secara online yang memungkinkan para pemain untuk bertanding. 



Oh ya, mode permainan yang disediakan juga beragam. Ada osu!mania yang mirip piano, cara memainkannya serupa dengan VOS, Guitar Hero, dan lainnya. Lalu ada Taiko yang mirip drum. Selanjutnya Catch the Beat, caranya tinggal menekan panah kanan atau kiri untuk menangkap buah-buahan yang jatuh sesuai irama.

Untuk yang sudah tidak sabar, langsung saja meluncur ke https://osu.ppy.sh/p/download untuk mengunduhnya. Beatmap-beatmap baru bisa teman-teman unduh juga di web tersebut. Tak ketinggalan, buat juga profil secara online di sana agar skor permainan bisa tersimpan. Kalian juga bisa menambah teman, membuat pos di forum, juga mengumpulkan penghargaan! Jangan lupa tambahkan depimomo sebagai teman kalian ya! Selamat bermain! ;)

Sabtu, 15 Februari 2014

Cara Membuat dan Contoh Kuesioner

Membuat kuesioner untuk karya ilmiah memang susah-susah gampang, berikut cara dan tips yang semoga dapat membantu kalian :)



1. Menjawab
Kuesioner itu harus bisa menjawab apa yang menjadi tujuan kalian, tujuan penelitian kalian. Kalau tidak terjawab sama juga bohong hehe

2. Jelas
Buat pertanyyaan dengan jelas, beri penjelasan bila dibutuhkan agar penjawab bisa menjawab dengan tepat dan tidak asal

3. Bertahap
Mulailah dari pertanyaan umum dan mudah, baru kemudian lanjutkan dengan yang lebih spesifik

4. Sopan
Sampaikan salam pembuka, tujuan kalian, dan juga ucapan terima kasih bagi penjawab

Nah, itu dulu ya. Oh ya contoh kuesioner bisa dilihat di sini: https://docs.google.com/forms/d/1eCoSqh8E5shdDKRY8lCjuRBAUOvY-gwLmqPj2Ivc5iw/viewform

Jawab juga ya kuesionernya hehe



Minggu, 22 Desember 2013

Contoh Laporan Penelitian Sosial Kuantitatif

Di bawah ini ada contoh laporan penelitian sosial kuantitatif beserta contoh kuesioner yang dibuat oleh Tim 3 SMA Regina Pacis Jakarta (Keziah Evelyn Siaputra, Monica Devi Kristiadi, Sindur Pangestu Santoso) untuk diikutsertakan dalam ajang PLASMA Unika Atma Jaya 2013. Puji Tuhan laporan yang bertajuk 'Analisis Efektivitas Penyaringan Pornografi Internet di Kalangan Siswa-Siswi SMA Jakarta Barat' ini mendapat tempat sebagai juara 3 dalam ajang PLASMA (pelatihan dan lomba penelitian untuk SMA) yang diselenggarakan oleh UPM (unit penelitian mahasiswa) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. 

Diharapkan laporan ini dapat membantu dan memberi gambaran akan format laporan penelitian sosial kuantitatif. Di dalam laporan ini, ada Abstrak, Latar Belakang, Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Kerangka Pemikiran Awal, Jenis Penelitian, Cara Menentukan Variabel Penelitian, Cara Menentukan Subjek Penelitian, Cara Menentukan Populasi dan Sampel, Teknik Sampling atau Teknik Pengambilan Sampel, Instrumen Penelitian berupa kuesioner dan contoh kuesioner, Teknik Analisis Data, Cara Menghitung Data Kuesioner atau Cara Menghitung Presentase dan Cara Mengolah Data Kuesioner, Cara Analisis Data, serta Kesimpulan, Diskusi, dan Saran.

Tujuan pemuatan contoh laporan penelitian sosial kuantitatif ini semata-mata untuk tujuan pendidikan. Untuk penelitian lebih lanjut, semoga laporan ini dapat memberikan gambaran akan kurang efektifnya sistem penyaringan pornografi internet dan dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan penelitian-penelitian selanjutnya. Jika laporan ini dijadikan sebagai rujukan, kami akan berterima kasih sekali, apalagi bila dapat tercantum di daftar pustaka Anda.

Semoga membantu!

Kiri ke kanan: Keziah, Sindur, Monica


Sabtu, 21 Desember 2013

Pilihan Cerdas untuk Memulai Hari

Sarapan adalah makanan yang disantap di pagi hari. Walau sering disepelekan, sarapan itu sebenarnya penting untuk tubuh. Dengan sarapan, metabolisme tubuh akan terpancing untuk berlangsung lebih cepat setelah melambat di malam hari sehingga Anda akan mendapatkan energi untuk beraktivitas sehari-hari hingga tiba waktunya makan siang. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi saat sarapan haruslah berkualitas yaitu mengandung karbohidrat, protein, dan serat yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh.



Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks diajurkan untuk sarapan sehingga tubuh dapat mencernanya perlahan-lahan dan tidak menimbulkan lonjakan gula darah. Dengan karbohidrat, tubuh tidak menjadi lemas dan tetap bertenaga. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain oatmeal atau roti gandum.

Selain karbohidrat, protein rendah lemak juga penting untuk membuat perut merasa kenyang lebih lama. Protein yang bisa Anda konsumsi di pagi hari antara lain telur rebus, sereal, tahu, tempe, keju rendah lemak, dan kacang-kacangan.

Serat dan vitamin dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Jus asli kombinasi buah dan sayur di pagi hari akan melancarkan pencernaan, menjaga tubuh lebuh bugar, dan kulit selalu segar. Buah asli yang langsung dimakan lebih baik lagi. Roti gandum, nasi merah, sereal gandum, dan oatmeal juga merupakan sumber serat yang baik.



Jika Anda tidak sempat menyiapkan sarapan, susu merupakan pilihan terbaik sebab susu mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sekaligus. Susu rendah lemak merupakan pilihan cerdas untuk memulai hari. Kombinasikan sengan sereal gandum rendah gula atau sebutir telur rebus.

Penulis pribadi tidak pernah melewatkan sarapan. Menu sarapan yang paling sering penulis konsumsi adalah sebutir telur rebus dan segelas susu. Menu lain yang patut Anda praktekan adalah setangkup roti gandum dengan selai kacang atau keju rendah lemak yang memenuhi kebutuhan serat, protein, dan karbohidrat Anda. Bisa juga omelet dengan irisan tomat dan bayam. Sepiring nasi merah plus sebutir telur rebus dengan irisan tomat dan selada juga dapat dijadikan alternatif.



Akhirnya, variasikan sarapan agar Anda tidak jenuh. Bentuk-bentuk yang unik dan warna-warni yang menarik juga dapat menambah selera makan. Namun, tetap perhatikan kandungan gizinya. Terakhir, tutup sarapan Anda dengan segelas air putih untuk membersihkan mulut sekaligus menetralisir pH dalam mulut. Ingat, Anda harus minum setidaknya 8 gelas air setiap hari. Akhir kata, penulis ucapkan selamat pekan sarapan nasional! Bon Appetit!
 
 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates