Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

Cara Membuat dan Contoh Kuesioner

Membuat kuesioner untuk karya ilmiah memang susah-susah gampang, berikut cara dan tips yang semoga dapat membantu kalian :)



1. Menjawab
Kuesioner itu harus bisa menjawab apa yang menjadi tujuan kalian, tujuan penelitian kalian. Kalau tidak terjawab sama juga bohong hehe

2. Jelas
Buat pertanyyaan dengan jelas, beri penjelasan bila dibutuhkan agar penjawab bisa menjawab dengan tepat dan tidak asal

3. Bertahap
Mulailah dari pertanyaan umum dan mudah, baru kemudian lanjutkan dengan yang lebih spesifik

4. Sopan
Sampaikan salam pembuka, tujuan kalian, dan juga ucapan terima kasih bagi penjawab

Nah, itu dulu ya. Oh ya contoh kuesioner bisa dilihat di sini: https://docs.google.com/forms/d/1eCoSqh8E5shdDKRY8lCjuRBAUOvY-gwLmqPj2Ivc5iw/viewform

Jawab juga ya kuesionernya hehe



Minggu, 22 Desember 2013

Contoh Laporan Penelitian Sosial Kuantitatif

Di bawah ini ada contoh laporan penelitian sosial kuantitatif beserta contoh kuesioner yang dibuat oleh Tim 3 SMA Regina Pacis Jakarta (Keziah Evelyn Siaputra, Monica Devi Kristiadi, Sindur Pangestu Santoso) untuk diikutsertakan dalam ajang PLASMA Unika Atma Jaya 2013. Puji Tuhan laporan yang bertajuk 'Analisis Efektivitas Penyaringan Pornografi Internet di Kalangan Siswa-Siswi SMA Jakarta Barat' ini mendapat tempat sebagai juara 3 dalam ajang PLASMA (pelatihan dan lomba penelitian untuk SMA) yang diselenggarakan oleh UPM (unit penelitian mahasiswa) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. 

Diharapkan laporan ini dapat membantu dan memberi gambaran akan format laporan penelitian sosial kuantitatif. Di dalam laporan ini, ada Abstrak, Latar Belakang, Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Kerangka Pemikiran Awal, Jenis Penelitian, Cara Menentukan Variabel Penelitian, Cara Menentukan Subjek Penelitian, Cara Menentukan Populasi dan Sampel, Teknik Sampling atau Teknik Pengambilan Sampel, Instrumen Penelitian berupa kuesioner dan contoh kuesioner, Teknik Analisis Data, Cara Menghitung Data Kuesioner atau Cara Menghitung Presentase dan Cara Mengolah Data Kuesioner, Cara Analisis Data, serta Kesimpulan, Diskusi, dan Saran.

Tujuan pemuatan contoh laporan penelitian sosial kuantitatif ini semata-mata untuk tujuan pendidikan. Untuk penelitian lebih lanjut, semoga laporan ini dapat memberikan gambaran akan kurang efektifnya sistem penyaringan pornografi internet dan dapat dijadikan acuan dan dasar pengembangan penelitian-penelitian selanjutnya. Jika laporan ini dijadikan sebagai rujukan, kami akan berterima kasih sekali, apalagi bila dapat tercantum di daftar pustaka Anda.

Semoga membantu!

Kiri ke kanan: Keziah, Sindur, Monica


Selasa, 06 Agustus 2013

Go STARLIGHT RPJ 2013!

Dari: Incredible Toes Life: STARLIGHT 2013 by SMA REGINA PACIS JAKARTA:


Regina Pacis Senior High School Proudly Presents


For bloggers who live in Jakarta, Indonesia. Important message, read this :)
Before read, watch this! ^^


STARLIGHT 2013
Be the LIGHT!
August 31st - September 7th 2013

Men's Basketball - Women's Basketball - Futsal - Men's Volleyball - Women's Volleyball - Band - Poster Design - DotA/CS - Paskibra - Modern Dance - Photography - Wall Magazine - Coloring - Drawing - Choir

Open online registration until 23rd August 2013. Register your school team and win up to 50 million of PRIZES!
Kindly ask for the form starting on 18 July 2013 
@ SMA Regina Pacis Jakarta - Jalan Palmerah Utara 1/1 Slipi Jakarta Barat 1480
(Let us know if you want the proposal to be sent to your school)

Further info:
Follow twitter: @starlightRPJ  |  @Recisjkt

HURRY UP! Don't let the others take your chance to win the prizes!

ARE YOU READY TO BE THE LIGHT?

It is LESS than a month, people!!

STARLIGHT 2013 is a biannual sports and art competition which is held by my school, SMA Regina Pacis Jakarta.STARLIGHT 2013 is an event to channel up your talents and interests by joining the competitions. As it is mentioned above, there are 15 branch of competitions for kindergarten, elementary school, junior high school, and senior high school students. This is one of SMA Regina Pacis 's grand events.

The purpose of STARLIGHT 2013 is to explore and sharpen the talents also interests of students around Jakarta especially for sports and art section. Beside that, STARLIGHT 2013 also enrich student's experience and tighten up all student's bond of friendship with all schools. YAYYY!!
================================================================

! DON'T WORRY, THERE IS ALSO STARLIGHT BAZAAR ( 31 AUGUST 2013 - 7 SEPT 2013)
For you who have/ interested in opening booths/ sponsorship in this event, you can register and get more information by contacting via Twitter @StarlightRPJ

================================================================
Still don't get it with this event??? WATCH THE TEASER BELOW! AND EMBRACE YOURSELF ^^



***

Ayo ikutan! Terutama buat kakak-kakaknya yang punya adek tk nih, ikutan yuk lomba mewarnai di Starlight! Ibu-ibunya juga, daftarin yuk buah hati Anda buat ikutan ya!!!! Buat yang mau daftar lomba mewarnai TK, komen di baawah atau email ke monicadevikristiadi@gmail.com yaa!! see ya!!

Sabtu, 27 Juli 2013

Game logika addictive: This is The Only Level

Hayo, yang sering main game?? Pasti game yang kalian mainin itu berlevel-level kan? Ada yang sampe 20, 50, 100, bahkan lebih. Nah, game yang mau dibahas disini itu CUMA PUNYA SATU LEVEL!

Hah, masa sih?

IYA! Dan game ini bikin kecanduan abis.

Gampang?

Gampang itu relatif bung! Hehe..

Daripada kebanyakan basa-basi, langsung sengerin penjelasannya ya..



Jadi, di game ini, This is the only level, sesuai judulnya, emang cuma punya satu level. Tapii, satu level itu terbagi dalam 30 stages (sama aja boong dong). Terus, sebenernya goalnya gampang aja, ngajakin si gajah masuk ke pintu kuning yang ada di pojok kanan bawah ruangan. Ya, seperti biasa ada rintangan berupa paku-paku (yang bakal meletuskan tubuh si gajah. lagian aneh-aneh aja masa gajah kena paku mati?? aturan pakunya yang penyok dong!! ya ga?). Oh ya, ga usah khawatir sama nyawa soalnya disini nyawa kalian UNLIMITED alias FREE!! (apa coba)


Wuiih, gampang ya? Pasti lima menit juga kelar.. Huhuhuahahahahaha... >:)

Gundulmu 5 menit!! Minimal, (untuk pemula seperti sayah) butuh 40 menitan!! (belom termasuk pause dll). Disclaimer: saya ga tau ada tombol pause awalnya jadi di tinggal makan deh. Terus, karena nyawanya unlimited, tak bunuh-bunuhin aja tuh gajah, makanya banyak yg mati gt.. hehe

Kenapa bisa lama banget? Jadi, tiap stage itu aturan mainnya beda. Normalnya, Gajah digerakin pake tanda panah, trus biar bisa masuk ke pintu kuning yang tertutup tembok, mesti neken tombol merah dulu (yang ada di bata melayang bagian atas) biat temboknya turun. Tapi ternyata, ada yang gerakinnya pake f,t,h, terus juga fungsi panahnya kebalik (atas jd dibawah, dst), terus ada yang temboknya udah kebuka jadi ga perlu neken tombol yang malah bikin pintu ketutup, ada lagi yang lantainya runtuh tiap diinjek dan tombolnya ga berfungsi, ternyata cara nyelesainya cuma taroh si gajah di atas pintu kuning, nah lantainya kan ntar runtuh dan lewat deh ke pintu kuningnya. Mesti muter logika deh kalau mau main ni game, peraatiin petunjuknya yang ada di pojok kiri bawah itu!!

Buat yang udah ga sabar, langsung aja coba di http://armorgames.com/play/4309/this-is-the-only-level

Oh ya, sebenernya ada juga part 2, 3, 4 nya cuma belom dimainin gara-gara dah malem.. hehe.. buat yang mau ini linknya:

Part 2: http://armorgames.com/play/5351
Part 3: http://armorgames.com/play/12745
Part 4: http://armorgames.com/play/14694/this-is-the-only-level-4

Happy bouncing! inget waktu ya!! :p

Sabtu, 22 Juni 2013

Sekolah Dambaanku

Tulisan berikut diikutsertakan dalam 
'Sekolah Dambaanku Blog Competition'


Setiap orang pasti memiliki angan tersendiri dalam hidupnya. Bisa jadi pacar idaman, rumah impian, atau bahkan sekolah dambaan. Ya, setiap individu yang terlibat di dalam sekolah, baik itu guru, kepala sekolah, pegawai, dan tentunya para siswa, pasti memiliki bayangan tersendiri akan institusi yang satu ini. Tak terkecuali saya yang sudah 11 tahun merasakan pahit-manisnya dunia pendidikan di Indonesia.

Sekolah bagaikan rumah kedua bagi para siswa. Pasalnya, siswa menghabiskan sepertiga harinya (bahkan lebih) untuk bersekolah. Sebagai tempat untuk menuntut ilmu, sekolah memiliki beberapa aspek yang saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Aspek-aspek tersebut antara lain guru, fasilitas sekolah,  lingkungan sekolah, hubungan guru dan orang tua, hubungan antar siswa, mata pelajaran, tugas dan pekerjaan rumah, serta bentuk ujian kelulusan. Seluruh aspek tersebut sama pentingnya dan perlu diperhatikan oleh seluruh warga sekolah agar situasi sekolah yang kondusif-efektif dapat tercapai.

Sekolah dambaan menurut versi saya, merupakan sebuah sekolah di mana aspek-aspeknya saling bersatu padu menjadi koheren dan solid. Berikut uraian empat aspek yang saya tekankan dalam sekolah dambaan saya:



1. GURU

Siswa mana yang tidak kenal dengan "Pahlawan tanpa tanda jasa" yang satu ini? Menurut saya, julukan tersebut tidaklah berlebihan: mayoritas guru di Indonesia memang patut dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa alias kurang dihargai. Banyak guru yang memiliki bakat dan potensi kurang dihargai dan diperhatikan oleh pihak sekolah maupun pemerintah. Gaji rendah, jam kerja yang padat, sulitnya mendapatkan sertifikasi dan kurangnya penghargaan menjadikan guru kurang termotivasi untuk memberikan performa terbaik mereka saat mengajar. Ada yang sering terlambat masuk kelas, hanya memberikan soal-soal latihan tanpa bimbingan yang memadai, hingga (ter)tidur di kelas. 



Profesi guru menjadi momok tersendiri dan baru dilakoni jika cita-cita utama gagal. Berbeda dengan yang terjadi di negara maju, menjadi guru di Indonesia adalah hal yang mudah. Banyak guru yang memiliki gelar non S.Pd, alias mereka pada awalnya jelas-jelas tidak memutuskan untuk menjadi guru. Profesi guru dianggap sebagai 'profesi cadangan'. Tidak ada ekslusifitas dan kualifikasi tersendiri untuk menjadi seorang guru. Padahal, untuk menjadi guru dibutuhkan kemampuan untuk mendidik yang lebih ditekankan bagi mereka yang hendak mendapatkan gelar S.Pd, bukan sekadar pandai dalam hal materi pelajaran. 

Seandainya sekolah dambaan saya menjadi kenyataan, saya menginginkan agar para guru mendapatkan perhatian dan penghargaan khusus dari pihak sekolah maupun pemerintah. Dengan demikian, para guru memiliki mood booster dan lebih terpacu untuk melakukan performa terbaiknya. Selain itu, saya mendambakan guru menjadi sebuah profesi ekslusif dan terpandang yang sejajar dengan dokter, pengacara, bahkan politikus. Mereka yang hendak menjadi guru harus siap dan mampu mengemban tugas untuk mentransfer ilmunya dengan baik kepada murid-muridnya. Akhirnya, proses belajar-mengajar yang ada menjadi lebih efektif dan efisien.




2. FASILITAS DAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Fasilitas dan lingkungan sekolah juga ikut andil dalam menciptakan situasi belajar-mengajar yang kondusif. Fasilitas yang terdapat dalam sekolah tidak perlu terlalu berlebihan (kolam renang, pusat kebugaran, dsb), yang terpenting adalah fasilitas tersebut memadai dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Menurut saya, fasilitas yang ada di sekolah saya sudah cukup menggambarkan fasilitas yang memadai. Fasilitas yang diperuntukkan bagi siswa antara lain: R. kelas, Toilet, UKS, Perpustakaan, Lapangan, Kantin, Laboratorium (fisika, kimia, biologi, bahasa inggris), R. Komputer, R. Musik, R. Senam, R. Serbaguna, R. OSIS, R. Konseling, R. Doa, R. Audio visual, Auditorium, serta Toko sekolah. Tidak lupa fasilitas penunjang juga disediakan untuk guru dan karyawan yaitu: R. Tata usaha, R. Guru, R. Kepala sekolah, Pantry, Gudang, serta Toilet khusus guru dan karyawan. 


Lingkungan sekolah yang dibutuhkan adalah sebuah lingkungan yang asri, rindang, bersih, dan tenang sehingga dapat meningkatkan konsentrasi siswa dan memacu semangat belajar-mengajar guru dan siswa. Untuk mewujudkannya, butuh tekad dan aksi dari seluruh unsur sekolah. Bukan hanya karyawan dan guru saja, siswa yang notabene jumlahnya paling banyak juga harus turut menjaga kenyamanan lingkungan sekolah. Hendaknya sekolah memberlakukan (benar-benar memberlakukan, tidak hanya ditulis dalam peraturan sekolah saja) sanksi yang menimbulkan efek jera bagi mereka yang mencederai kenyamanan lingkungan sekolah (membuang sampah sembarangan, membuat kegaduhan, dsb) serta memberikan ganjaran yang setimpal bagi siswa yang menjaga lingkungan sekolah sehingga lingkungan sekolah yang kondusif bagi kegiatan belajar mengajar dapat dipertahankan.


3. TUGAS DAN PEKJERJAAN RUMAH

Tugas dan pekerjaan rumah sangat diperlukan bagi para siswa agar dapat melatih diri dan mengulang pelajaran yang telah dibahas di sekolah. Namun terkadang, banyak pekerjaan rumah yang 'berbentrokan' dalam satu hari. Terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam waktu yang singkat sehingga banyak siswa yang memutuskan untuk  mencari jalan tengah yaitu dengan cara menyalin pekerjaan teman. Hal ini sudah lazim terjadi sehingga sudah dianggap sebagai 'kebohongan putih'.


Tugas yang diberikan kepada murid seharusnya tidak berlebihan. Caranya, guru berkomunikasi dengan guru yang lain perihal tugas yang akan diberikan kepada suatu kelas dan juga jadwal pengumpulannya. Kemudian, guru merundingan jumlah tugas yang tidak berlebihan serta jadwal pengumpulan yang tidak berbentrokan. Dengan demikian, penumpukan tugas pada hari tertentu dapat dihindari. 

Masalah yang sering terjadi pada siswa pada saat mengerjakan tugas adalah kebosanan. Hal ini terjadi karena tugas yang diberikan terlalu teoritis, monoton, dan tidak menarik. Oleh karena itu, guru dituntut agar dapat memberikan tugas yang tidak menyulitkan para siswa namun materi pelajaran tetap dapat tersampaikan dengan baik. Untuk pelajaran biologi misalnya, dapat diberikan tugas per kelompok untuk membuat model-model sel (sel saraf, sel epitel, dsb) beserta keterangan dan penjelasannya. Kemudian, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. 

Bisa juga soal yang diberikan tidak terlalu monoton yaitu dengan menyajikan soal dalam bentuk soal cerita. Untuk pelajaran fisika misalnya, soal mengenai energi dapat dibuat menjadi lebih menarik dengan cara menjadikannya soal cerita seperti berikut:

"Pada saat makan siang, Andi yang bermassa 70 kg memakan roti isi daging yang mengandung energi sebesar 1000 kJ. Andi ingin menghilangkan energi dari roti tersebut dengan cara melakukan push up. Setiap push up, ia harus menaikkan pusat massanya setinggi 20 cm dari tanah. Berapa banyak push up yang harus ia lakukan?". 

Soal tersebut tentunya lebih menarik dibandingkan soal to the point yang terasa menjemukan. 


4. BENTUK UJIAN AKHIR

Bentuk ujian akhir yang ada saat ini menurut saya terlalu berorientasi pada nilai. Selain itu, bentuk ujian yang ada saat ini juga lebih mementingkan kepada hasil ujian yang lebih bersifat instan (3-4 hari) dan kurang mementingkan proses yang telah dilalui (bertahun-tahun di SD, SMP, atau SMA dapat gagal karena ujian ini). Hal ini menyebabkan masyarakat memandang prestasi belajar hanya dari pencapaian nilai yang tinggi, bukan pada prosesnya. Akibatnya, siswa dipaksa untuk mencapai nilai yang tinggi. Tak heran jika siswa akhirnya menghalalkan berbagai cara untuk menghindari kegagalan. Mulai dari menyontek, membeli kunci jawaban, dan melakukan kecurangan-kecurangan lainnya.   

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menceritakan tentang sistem pendidikan yang berlaku di Jepang. Ada satu hal yang menarik bagi saya: semua siswa di Jepang pasti naik kelas dan lulus. Bukan karena semua siswa di Jepang memiliki otak brilian, ada juga yang rata-rata, sama seperti di Indonesia. Bedanya, mereka yang kurang memahami suatu materi dan gagal pada ujian kenaikan kelas (ada nilai merah istilahnya) tetap naik kelas. Para gurulah yang bertanggung jawab untuk mengajarkan materi tersebut selama libur musim panas sampai anak tersebut cukup mengerti dan bisa mengikuti tahun ajaran berikutnya.  


Begitu pula dengan ujian akhir. Ujian akhir yang diselenggarakan sama dengan ujian kenaikan kelas dan semua siswa pasti lulus. Yang membedakan ujian kenaikan kelas dengan ujian akhir adalah ujian akhir dipergunakan sebagai bahan acuan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, apakah siswa tersebut mampu untuk masuk ke sekolah favorit atau tidak. Dengan demikian, tidak terjadi pemborosan waktu dan biaya, siswapun 'hemat umur'.

Saya membayangkan alangkah baiknya jika Indonesia dapat mengadaptasi sistem pendidikan di Jepang. Setidaknya, ujian akhir yang diselenggarakan bukan menjadi patokan lulus tidaknya siswa tersebut, melainkan sebagai bahan evaluasi bagi sekolah, guru, dan dunia pendidikan di Indonesia. 

Satu lagi, menurut saya ujian yang hanya terpaku pada teori juga kurang efektif. Pasalnya, yang nantinya akan lebih dibutuhkan di dunia 'nyata' alias dunia kerja adalah kemampuan praktik (skill) dan perilaku. Oleh karena itu, ujian akhir berbentuk praktik yang mengutamakan kemampuan dan perilaku juga perlu dilaksanakan agar siswa tidak 'kaget' begitu memasuki dunia kuliah dan dunia kerja.


Itulah bayangan saya akan sekolah dambaanku. Harapan saya bagi pendidikan di Indonesia adalah semoga pendidikan di Indonesia dapat selangkah lebih maju (berikutnya baru bisa berlari bersama negara-negara lain) dan harapan saya akan sekolah dambaan bisa terealisasikan walaupun tidak sampai 100%. Bagaimana bayanganmu akan sekolah dambaan?



Kamis, 25 April 2013

A Juicy Battle at Ivrea

Ivrea is a small city about 40 minutes North of Turin. It was the headquarters of the first (short-lived) post-Roman kingdom of Italy, around 1000 a.D. Every year Ivrea awakes one winter morning in February with an incredible weight of expectation. Usually calm, the town quickly becomes a cauldron of sensory when a unique, exciting, anachronistic and most of all juicy orange battle takes place. This annual battle is named ‘The Orange Ivrea Festival'. 


The Orange Ivrea Festival is a festival in the Northern Italian city of Ivrea, which includes a tradition of throwing of oranges between organized groups. It is the largest food fight in Italy. To celebrate this festival, Ivrea's government provides 400 tons of oranges from north Italia. This battle is held to attract the tourists who want to join on this battle as participants or audiences. 

This festive is celebrated every 25 until 28 February. The festival dates back to the legendary twelve century people's revolt against Count Ranieri of Biandrate. It is thought to be originated from 19th century when the citizen protest to the government by throwing foods on the street. In the past, apples and nuts were used for this battle. But in early 20th century, it was changed to oranges. 

This unique battle also has unique rules. First, the participants will divided into 18 teams. The teams included 9 teams of women and 9 teams of men. Then, all of the participants must be dressed in colourful costumes. These costumes must represent their team. After that, the women teams will throw the oranges from the top of a train. Then, the men team that walk on the road will respond by throwing oranges to the women teams. The winner team is chosen by festive judge based on their throwing technique and costumes. 


If you don't want to join this battle, just simply wear red hat. The red hat means you won't be throwing oranges and therefore no one will throw oranges at you. If you're near the battle areas (even if you're behind the protective nets) you'll still get orange shrapnel, but no direct hits. Then, if you change your mind, you must go into the battle areas, remove your hat, and take part in the battle. 

Although the committee says that this battle is safe, they still provide first aid tent. 100 workers are also needed to clean the sticky oranges all over the street. Every year, about 10.000 people participates in this battle. This makes this festival become the biggest food war in Italy.

Selasa, 12 Maret 2013

Festival Topeng (Cerpen)


Cerpen karya Lan Fang ini benar-benar apik dan terjalin dengan rapi (bagi saya). Sederhana, tapi sarat makna. Pertama kali mengetahuinya dari ulangan Bahasa Indonesia analisis cerpen. Credit to lakonhidup.wordpress.com/2010/03/28/festival-topeng/

Cerpen Lan Fang (Jawa Pos, 28 Maret 2010)
1. Tidak ada
PERKENALKAN, namaku Prameswari. Kata orang tuaku, arti namaku adalah permaisuri. Karena aku dilahirkan dengan kecantikan seorang putri. Jadi sudah sepantasnya kalau orang tuaku berharap aku memiliki kemewahan hidup seorang permaisuri.
“Nasibmu akan menjadi istri pejabat tinggi yang kaya raya. Paling tidak pangkat suamimu itu adalah kepala desa,” begitulah ibu berharap aku mendapatkan suami yang kaya, berpangkat, dan mempunyai jabatan tinggi.
Nah, suamiku bernama Drajat Hartono. Kata orang tuanya, arti namanya adalah laki-laki yang berderajat dan berharta. Tetapi ternyata tidak ada hubungannya antara nama dengan nasib manusia. Karena suamiku bukan kepala desa apalagi pejabat tinggi yang kaya raya. Suamiku cuma seorang pembuat topeng.
Suamiku membuat wajah-wajah dari kayu. Ia membentuk kayu-kayu itu menjadi wajah tokoh-tokoh pewayangan. Ada wajah Kresna, manusia setengah dewa, titisan Dewa Wisnu. Ada wajah Bisma, putra Gangga, satria Hastinapura yang tidak bisa mati. Ada wajah Arjuna, salah satu Pandawa yang paling dipuja. Sampai ada pula wajah Durna, guru Hastinapura yang sangat dihormati.
Selain membuat topeng-topeng dengan wajah wayang, suamiku juga menerima pesanan topeng wajah yang disesuaikan dengan kehendak pemesannya. Ada yang memesan topeng wajah dengan mimik sedang tertawa lebar atau sedang tersenyum simpul. Ada juga yang minta dibikinkan topeng berwajah bijaksana dan berwibawa.
Sebetulnya aku kesal dengan pekerjaan suamiku. Karena pekerjaannya ini tidak menghasilkan uang setiap hari. Padahal kami butuh uang untuk makan setiap hari, bukan?
Bayangkanlah, setiap hari suamiku membuat berbagai macam topeng kayu. Ia menyerut kayu sampai permukaannya menjadi halus. Lalu membentuk mata, hidung, mulut dengan telaten sehingga topeng kayu itu benar-benar menyerupai wajah manusia. Tetapi sampai saat ini tidak ada yang membelinya.
Akhirnya, topeng-topeng itu hanya menumpuk di seluruh sudut ruangan rumah. Topeng-topeng itu tumpang tindih satu sama lain. Mata beradu telinga, telinga beradu hidung, hidung beradu mulut, mulut beradu mata. Kadang-kadang aku melihat mereka saling diam. Tetapi aku lebih sering melihat mereka bertengkar dan saling menggigit satu sama lain karena berebut tempat yang lebih leluasa.
“Minggir! Ini tempatku!”
“Tidak. Kau saja yang ke pinggir.”
“Rupanya kau mau kutendang, ya?”
Begitulah, aku kerap mendengar keributan mereka. Bukan itu saja. Mereka juga saling menyikut dan menendang sehingga tumpukan topeng-topeng itu selalu bergerak. Kadang-kadang hendak rubuh, tetapi kemudian mereka segera berkelompok untuk saling bergandengan. Misalnya, para topeng Durna berkelompok dengan sesama topeng Durna. Dan para topeng Arjuna menyatukan diri dengan para topeng Arjuna lainnya. Atau kelompok topeng berwajah bijak berkumpul bersama-sama. Sedangkan topeng-topeng yang tersenyum simpul pun mengelompokkan diri mereka sendiri.
“Kangmas, mungkin topeng-topeng itu hendak menyerang kita. Sepertinya mereka sedang merencanakan suatu konspirasi besar-besaran,” kataku gelisah.
“Tidak apa-apa. Mereka hanya menginginkan etalase, sebuah tempat terhormat untuk memajang wajah mereka,” sahut suamiku tanpa mempedulikan kegelisahanku. “Tetapi kita tidak perlu membeli etalase. Karena pada waktunya nanti, topeng-topeng itu akan habis terjual semua. Dan topeng-topeng itu akan menyiapkan etalase untuk diri mereka sendiri,” sahut suamiku. Selengkapnya..

Ketika Tenar Menjadi Utama (Cerpen)

Cerpen ini telah di muat di mading Makers yang telah diikutsertakan dalam lomba mading di Untar.. enjoy! :D



"Ya, hari ini jadi kan?" bisik Tyo kepada Arya, teman semejanya sejak kelas X.


"Jadi apaan?" sahut Arya pelan.

"Ah, gak usah pura-pura lupa deh! Baru aja dibahas tadi pagi!” balas Tyo geram. Teriakan Tyo menjadikannya pusat perhatian seisi kelas, termasuk Pak Dani.

"Kalau mau ngobrol, sana di luar! Keluar sekarang juga! KELUAR!"

Arya menundukkan kepalanya sambil berjalan keluar kelas diiringi Tyo yang nampak kegirangan. Benar-benar kontras. Mereka akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu di kantin.

Selama ini, Arya dikenal sebagai murid yang cerdas dan penurut. Ia merupakan anak kesayangan para guru di sekolahnya. Namun, Arya sering dikucilkan karena ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Ia pun akhirnya diasuh oleh pamannya yang berprofesi sebagai pembuat batu bata. Sedangkan adik Arya, Deny, memilih untuk tetap tinggal bersama kedua orang tuanya.

"Seburuk apapun mereka, aku harus menjadi anak yang berbakti," kilah Deny saat diajak pindah oleh Arya setahun yang lalu.

"Tapi disini kamu mesti kerja sebelum dan sepulang sekolah. Bagaimana kamu bisa konsentrasi sekolah, Deny?" Jujur saja, sebenarnya ia tak tega melihat adiknya yang bekerja siang malam sebagai loper koran dan pengamen, membanting tulang sendirian demi menghidupi keluarga kecilnya itu.

"Aku nggak mau. Aku mau berbakti sama mereka!"

Sejak saat itu, mereka hanya berkomunikasi lewat pesan singkat. Menurut kabar terakhir yang didapatnya, Deny baru saja memasuki sebuah SMP Negeri di dekat rumahnya.

Tyo menepuk pundak Arya keras. Arya yang sedang melamun terlonjak kaget.

"Jadi gimana nih? Mau ikut nggak?" kata Tyo setengah memaksa.

Tyo sering memesan batu bata buatan paman Arya. Mulanya, Arya tak ambil pusing akan hal tersebut. Namun, setelah mengetahui bahwa batu tersebut digunakannya untuk tawuran, Arya bimbang. Hari ini Tyo kembali memesan dua lusin batu bata. Arya sudah menduga bahwa Tyo akan melakukan tawuran lagi sore ini. Tapi, Arya sama sekali tak mengira jika Tyo akan menawarinya untuk turut serta dalam tawuran hari ini.
"Emang kenapa sih harus ikut?" tanya Arya.

"Ini tawuran langka loh, lo bakalan beruntung banget bisa ikutan. Lagian, kalo lo ikut, lo gak bakal dikucilin lagi," bujuk Tyo.

Kalau aku ikut pasti aku akan lebih disegani di sekolah. Selain itu, hitung-hitung aku juga membantu paman menjajakan batu batanya. Jadi semuanya untung, batin Arya dalam hati.

"Baiklah, aku ikut!" ujar Arya dengan keyakinan semu.
~~~~
Arya berdiri tepat di samping Tyo. Mereka berada di deretan depan, menandakan merekalah yang memimpin tawuran ini. Tak lama berselang, munculah serombongan anak lelaki berbalutkan kemeja putih dan celana pendek biru. Arya terperangah. Murid-murid SMP! Jadi ini yang dimaksud Tyo sebagai tawuran langka? SMA melawan SMP?

"Ya, kali ini gue kasih lo kehormatan buat memimpin. Sana, maju ke depan!” desak Tyo sambil mendorong Arya keras.

"A...aku? Tapi aku nggak tahu gimana caranya," sahut Arya. Entah mengapa kakinya kini terasa lemas.

"Gampang kok, tinggal teriak 'SERAANGG!' terus lempar deh batunya. Ayo maju!”

Akhirnya, kini Arya berdiri sendiri di depan. Sekilas matanya memindai lawan-lawannya. Ada yang berambut keriting, berkulit sawo matang, bertubuh kurus kering, dan.... Astaga! Arya hampir tak mempercayai penglihatannya. Ada Deny! Deny balas menatapnya dengan tatapan terkejut. Sepertinya ia tak menduga akan bertemu kakaknya dalam situasi seperti ini.

Seketika batu bata Arya terlepas dari tangannya dan menumbuk tanah dengan keras. Mata Arya mulai berkunang-kunang.

"Arya! Lo kenapa? Buruan mulai!" Tyo mendesaknya.

Dari kejauhan, dilihatnya Deny menggelengkan kepala.

Arya menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tak lama kemudian, ia pun memungut batu batanya yang tadi sempat terjatuh. Sambil menahan isak tangis, ia berseru membelah langit senja.

“SERAAANGG!!!”

Senin, 04 Maret 2013

Example of Hortatory Exposition : E-book vs Paper Book

It's Time for E-book 

Until now, we have been using paper book, even though there is e-book (electronic book). As we know, e-book is more eco-friendly than paper book. Do you want to know why? E-book is more eco-friendly than paper book because it can reduce global warming, does not take much spaces, cheaper, and it is also lighter than paper books. By using e-book you also don’t need to go to bookstore and you can adjust the font size. In this article, we will explain you more.


First, e-book is more eco-friendly because it can reduce global warming. Why e-book can reduce global warming? Here is the explanation. Paper books are made from papers, and papers main ingredients are trees and waters. Using paper book means that you are reducing trees and waters. That means global warming is getting worse because not all of the CO2 are absorbed by the trees due to the trees are getting less and less. For the waters, they are used to make the pulp and the pulp is used to make the papers. However, as you can see, e-book is not using papers at all. Therefore, e-book can reduce global warming. 

Second, e-book does not take much space. Usually, e-book needs electronic gadgets like laptop, I-Pad, net book, etc. These gadgets are usually smaller than paper books. Other than that, those gadgets are can contain more than paper book can has. Therefore, e-book takes less space compared to paper book. 

Next, paper book is heavier. Why? As we told you before, paper book needs more spaces than e-book need. That means paper book needs a lot of paper. Therefore, the thicker the book is the heavier it will come. Different with e-book. Even though e-book has many pages, it would not affect the weight of the device. That means, e-book is lighter than paper book. 

Another advantage from e-book is the price. E-book is cheaper than paper book. It is because e-book does not need any paper to be printed out. That means, there's no cost needed to print them, different with paper book. Paper book needs more cost than e-book because paper book need costs to be printed like for the paper, ink, machines, electricity, etc. Therefore, usually the price for e-book is cheaper than paper book. That is why e-book is much better than paper book. 

Now, what are you waiting for? There are a lot of advantages from using e-book than using paper book. By using e-book, we are also contributing to reduce global warming by saving trees and waters. Beside that, by using e-book we also save our money since that e-book is cheaper than paper book. Other than that, the other advantages from using e-book are e-book is lighter, does not take many spaces, does not need to go to bookstore, and also can adjust font size. At conclusion, let’s use e-book!

 

Selasa, 05 Februari 2013

Example of Analytical Exposition : Junk Food

Stop Junk Food, Now!

Nowadays, people do not have time to cook their own food because they are too busy to do that. Therefore, people prefer to eat in the fast food restaurant. Usually, the foods in the restaurant are mostly junk food. In fact, junk food is not healthy. Why junk food is not healthy? Do you want to know more? We will tell you. Junk food is not healthy because it contains lot of fat, oil, additive ingredients, and it almost does not have much nutrition. It also can increase the amount of cholesterol a lot and the last it can cause disease.

First, we will tell you about the disadvantages of having too much fat. If you have too much fat, you will get obesity. Obesity is a condition where you have more weights compared to normal people. It has many disadvantages that can lead you to several of disease. Since junk food has a lot of fat, you will have more chance to get obesity and the other disease.

Beside the fat, junk food usually has a lot of oil. Oil can increase cholesterol in your body and it is dangerous if there is too much cholesterol in your body. Junk food is mostly fry with oils. Because in the fast food restaurant many customer do not have many time to waiting for their food, fast food restaurant finally do not have enough time to drain the food from the oil. As the result, the food gets oily and when you eat the oily junk food, it will increase the number of cholesterol in your body. Too much cholesterol can shorten your life because cholesterol will cause stroke, which is damage your body. If stroke getting worse, it will cause something bad like organ malfunction, disability, or even death.


Another disadvantage of consuming junk food is that it has almost no nutrition that you need. Although it has important nutrition like carbohydrate, calories, fat, or vitamins, the percentage is too small and not enough for your body. The best nutrition that you need is mostly included in healthy food like fruits, rice, or your own cooked food. In fact, junk food contains many things that are useless for your body or it will even harm your body. If you eat too much junk food, you will lack nutrition.

Not only does not has a lot of nutrition, it also has plenty of chemical ingredients. Chemical ingredients are some substance that made by human for many purpose like to make the food tastier, more colorful or to make the food long lasting. These chemical ingredients will not do well for your body. It will only harm your body. For example, MSG (monosodium glutamate) is an additive that is commonly use by most junk food.

To summarize, junk food is not healthy for your body. It contains lot of fat. Junk food also has a lot of oil that can increase the amount of cholesterol in your body. The next disadvantage is junk food has no nutrition and the last is junk food contains lot of additives.

Kamis, 24 Januari 2013

Journey of Science KIR SMA Regina Pacis Jakarta



Selasa, (08/01/13) lalu, FORKO KIR SMA Regina Pacis Jakarta mengadakan kunjungan ilmiah ke daerah Serpong, Tangerang. Acara kunjungan ini didampingi oleh Pak Heri Purnama dan Bu Evy Anggraeny. Kegiatan ini merupakan agenda rutin FORKO KIR yang diadakan setahun sekali. Kunjungan ilmiah yang merupakan agenda rutin FORKO KIR yang diadakan setahun sekali. Kunjungan ilmiah yang bertajuk “ Journey of Science” ini memiliki arti penjelajahan ilmu pengetahuan yang ada di sekitar kita. Kali ini, kami menjelajah dunia ilmu pengetahuan yang ada di PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta bereksperimen di Rumah Sains Ilma.
Dengan penuh semangat, kami pun berangkat menuju Serpong tepat pukul 07.30 pagi. Sesampainya di PUSPIPTEK, kami diberikan pengenalan singkat seputar PUSPIPTEK, mulai dari pendirinya yang bernama DR. Soemitrodjoyo Hadikusumo, luas kawasannya yang mencapai 460 hektar, taman provinsi yang memiliki berbagai rumah adat dan tanaman khas dari berbagai daerah, hingga 30 pusat penelitian yang terdapat di sana.



Setelah pengenalan singkat tersebut, kami pun kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke BPPT yang masih terdapat di kawasan PUSPIPTEK. Di sana, kami diperkenalkan dengan berbagai hal seputar bioteknologi tanaman. Mulai dari langkah-langkah memperbanyak tanaman menggunakan metode kultur jaringan, berbagai media tanam yang cocok untuk penanaman kalus, hingga melihat langsung alat fermentasi jamur dalam media cair yang biasa disebut shaker.


Setelah banyak menimba ilmu di PUSPIPTEK, kami pun menuju Rumah Sains Ilma sambil menikmati makan siang di bus. Tak lama berselang, kami pun tiba di Rumah Sains Ilma. Rumah bertingkat dua ini benar-benar berbeda dari gambaran kami akan laboratorium yang merupakan tempat bereksperimen pada umumnya. Rumah sains ini lebih mirip sebuah rumah tinggal dibanding tempat untuk bereksperimen.
Saat pertama kali kami menginjakkan kaki di rumah ini, kami langsung disambut oleh Kak Nana, Kak Vina, dan Kak Yasin selaku pengurus Rumah Sains Ilma. Berbagai alat peraga yang yang tertata rapi di ruang utama seketika menarik perhatian kami.
Setelah puas melihat-lihat, kami pun diajak untuk melihat Science Show yang dipraktikan oleh Kak Vina. Ia menampilkan “Semburan Api Naga”, “Terumbu Karang Instan” , serta “Alarm Anti Luber”. Beberapa anak pun mencoba membuat “Semburan Api Naga” dengan cara meniupkan tepung sagu ke arah sebuah lilin yang menyala. Tepung tersebut langsung menyambar api dan membuat api berkobar layaknya api naga. Sangat menyenangkan!


Acara pun dilanjutkan dengan percobaan Magic Blue Bottle.Hanya dengan bahan dasar gula halus, methylene blue, soda api dan air, kami pun bisa menyulap air biru menjadi bening. Hal ini dapat terjadi karena adanya reaksi reduksi-oksidasi saat soda air dicampurkan dengan gula halus. 



Setelah itu, kami pun ditantang untuk menyusun sepuluh paku di atas sebuah paku tanpa bantuan perekat apa pun. Meskipun cukup sulit, kami semua akhirnya berhasil menyelesaikan tantangan tersebut.



Tak terasa, sudah waktunya bagi kami untuk pulang.Kami pun lekas kembali dan tiba di sekolah kira-kira pukul 16.30 WIB. Perjalanan kali ini sungguh menambah pengetahuan dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi kami masing-masing. Ternyata, sains juga bisa dipelajari dari kejadian sehari-hari dengan cara yang menyenangkan. Sungguh sebuah acara yang sangat tak terlupakan. Sampai jumpa di acara kunjungan berikutnya...... (Christine Tjahjadinata / Monica Devi Kristiadi)


Jumat, 14 Desember 2012

Serunya Drama Musikal OLAHO!

Halo!!! \( ^ _ ^ )/
Lama tak sua! Baruuuuu aja selesai ulangan umum.
Post kali ini isinya tentang liputan One Last Hope, drama musikal dwitahunan SMA Regina Pacis Jakarta yang dimuat di majalah TaMu! 8D

Lihat nih:
Klik untuk memperbesar :D
Artikelnya bisa dibaca langsung dari fotonya!

FYI: artikel diatas disusun oleh gw dan Karinnia dengan foto dari sekbid dokumentasi OLAHO :P
 

Kamis, 18 Oktober 2012

Drama Musikal One Last Hope: A Walk to Remember Versi Recis!

Acara drama musikal dwitahunan yang diadain sama SMA Regina Pacis Jakarta ada lagi nih Sob! Tahun ini, mereka bakal mentasin One Last Hope yang terinspirasi dari film tahun 2002, A Walk to Remember pada 3 November 2012 di Auditorium Gedung Putih Regina Pacis. Lho kok, bukan di gedung pertunjukan? Ya iya dong, mereka Recisian emang cinta banget sama sekolah sendiri, bahkan dana “puluhan juta” udah dikucurin lho buat benerin gedung auditorium.

Awalnya, murid recis dikenalin dulu nih soal dunia keaktoran sama Leaven Team Production yang digawangi kak Cindy, kak Ajeng, kak Memet dan kak Abot dalam bentuk workshop di bulan Maret. Lewat workshop ini, mereka lalu dibekali 4 modal awal untuk jadi aktor, kekuatan vokal dan tubuh, pikiran dan rasa. Wuih mantep ya!

Selepas dari workshop itu, murid yang tertarik untuk terlibat dalam drama musikal ini pun dilatih sekali dalam seminggu, ternyata Sob jadi aktor itu ga semudah yang kita bayangin lho! Awal latihan aja mereka ga dibolehin datang telat dan “harus komitmen” artinya kalo udah ikut pelatihan, there’s no turning back! Latihan selalu diawali pemanasan yaitu lari-lari keliling lapangan di saat matahari lagi bersinar terang dan yaaaaa tentunya memberikan pengalaman banget.


Sutradara yang namanya Kak Memet harus diakui galak banget, tapi mereka salut banget sama beliau karena beliau orangnya sangat peduli detail mengenai scene yang lagi digarap. Kalo mereka ketahuan ngobrol, pasti deh disemprot pake pluit. Latihan drama musikal ini seru banget, ternyata mereka bisa ngeliat ekspresi wajah dan bakat terpendam di dalam diri anak-anak Recis. Sampe-sampe mereka tuh bisa lho ngomong “oh iya ya gue ternyata bisa jadi aktor juga”.

Nah, yang nanti bakal ikut mentas ada total 26 pemain dari kelas 10-12. Pemeran utama cewek adalah Maureen, kakak yang satu ini emang udah jago nyanyi dan cantik banget Bro, trus pemeran utama cowok adalah Richard, tinggi, ganteng, anak basket, jago main gitar dan tentunya nyanyi.

Sementara kakak kelas 12 yang mulai sibuk sama bimbel harus ikhlas ngorbanin kepentingan pribadi demi kesuksesan acara ini. Mulai bulan Agustus, mereka nambah frekuensi latihan jadi seminggu dua kali, dari pukul 14.00-17.00. Bulan September dan Oktober jadi bulan penuh perjuangan banget buat mereka karena latihannya makin intensif, seminggu tiga kali dan dimulai pukul 13.00-18.00 ; jam pelajaran terpaksa dipakai untuk latihan demi acara ini. Bahkan, hari Minggu aja, mereka tetap datang ke sekolah untuk latihan drama ini. Lho kok gitu? Naahhhhh, drama musikal ini dipentasin dalam Bahasa Inggris Sob!! Makanya mereka kudu musti wajib banget rajin latihan, dijamin deh 100% lancar tanpa cacat!!

OLAHO, nih dia panggilan akrab acaranya bakal dipentasin dua kali di hari yang sama. Shift 1 dari jam 14.00-17.00, Shift 2 dari jam 19.00-22.000. Tiketnya udah mulai dijual sejak 7 Oktober. Harga? Dijamin paling friendly diantara segala drama musikal anak sekolahan. Tipe Seat A, Rp. 65.000 ; Seat B Rp. 55.000 ; Seat C Rp. 45.000. Tapi emang dahsyatnya drama musikal ini, tiket seat A langsung ludes terjual dalam hitungan hari aja. Seat B dan C? Tenang, masih ada kok. Minat nonton? Ayo hubungi Clara Regina di 081932002643.

http://majalahouch.com/2012/10/drama-musikal-sma-regina-pacis/

Senin, 24 September 2012

Forko KIR Recis: Tambah Wawasan dengan Seru!

"Selamat datang di Forum Komunikasi Karya Ilmiah Remaja SMA Regina Pacis Jakarta (Forko KIR SMA RPJ). Di dalam forum komunikasi ini, kami menyajikan artikel-artikel yang ditulis oleh anak-anak KIR SMA RPJ. Semoga artikel-artikel ini dalam menambah wawasan Anda. Selamat membaca!"

Demikian sambutan hangat yang diberikan tatkala mengunjungi blog ini. Blog yang beralamatkan di http://forkokir-recisjkt.blogspot.com tersebut memang berisikan arikel-artikel yang berkaitan dengan sains dan lingkungan sekitar yang tentunya akan menambah wawasan Anda.





Dengan tampilan yang sederhana, pembaca akan lebih terfokus pada isi artikel yang sangat bermanfaat. Selain itu, penggunaan widget yang tidak berlebihan membuat waktu untuk memuat laman ini dapat terbilang cukup cepat.

Artikel-artikel yang terdapat di dalam blog ini merupakan hasil karya teman-teman yang tergabung dalam Forum Komunikasi Karya Ilmiah Remaja yang diselenggarakan di SMA Regina Pacis Jakarta. Artikel-artikel tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan Anda dengan mudah, cepat, dan mengasyikan!

Jadi, tunggu apalagi? Segera kunjungi http://forkokir-recisjkt.blogspot.com untuk memuaskan Anda yang penuh rasa keingintahuan! :D

Sabtu, 15 September 2012

Orbital Setengah penuh

Orbital setengah penuh dapat terjadi karena setiap unsur memiliki kecenderungan untuk stabil. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sifat unsur lebih stabil apabila orbital dalam suatu atom unsur terisi elektron tepat ½ penuh atau tepat penuh, terutama orbital-orbital d dan f (5 elektron atau 10 elektron untuk orbital-orbital d dan 7 elektron atau 14 elektron untuk orbital-orbital f). Berdasarkan eksperimen, terdapat penyimpangan konfigurasi elektron dalam pengisian elektron. Penyimpangan pengisian elektron ditemui pada elektron yang terdapat pada orbital subkulit d dan f. Apabila elektron pada orbital d dan f kurang 1 elektron dari setengah penuh/penuh, maka untuk menggenapinya, diambil 1 elektron dari orbital s yang terdekat. Dengan demikian, jika elektron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9 tersebut, maka satu atau semua elektron pada orbital s (yang berada pada tingkat energi yang lebih rendah dari d) pindah ke orbital subkulit d. Sifat ini berhubungan erat dengan hibridisasi elektron. Aturan ini menyatakan bahwa : “suatu elektron mempunyai kecenderungan untuk berpindah orbital apabila dapat membentuk susunan elektron yang lebih stabil.....untuk konfigurasi elektron yang berakhiran pada sub kulit d berlaku aturan penuh/ setengah penuh.”

Pada orbital f , seperti penyimpangan konfigurasi dalam orbital d, juga mengalami penyimpangan. Penyimpangan dalam pengisian elektron dalam orbital ini disebabkan oleh tingkat energi orbital saling berdekatan hampir sama. Penyimpangan ini berupa berpindahnya satu atau dua elektron dari orbital f ke orbital d.


Aturan orbital setengah penuh ini berlaku pada golongan I B dan VI B.

Contoh:

24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4

menjadi

24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p66 4s1 3d5

dan

29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9

menjadi

29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10

Losar, Tibetan New Year Celebration

Losar, the Tibetan new year, is celebrated between February and March, officially on the 1st month, 1st day of the Tibetan calendar. The word of Losar is a Tibetan word which means New Year. The word is composed of two characters: Lo and Sar. Lo means Year and Sar means New. Tibetans follow a lunar calendar, so the date of Losar changes from year to year. Losar is celebrated for 15 days, with the main celebrations on the first three days. During the month before Losar, in Tibetan households the eight auspicious symbols and other signs are drawn on walls with white powder. In monasteries, the several protector deities are honored with devotional rituals.
Losar festival is celebrated by Tibetan people. It is marked with ancient ceremonies that represents the struggle between good and evil, by chanting, and by passing fire torches through the crowds.

These are the main celebrations:
Day 1: Lama Losar



The devout Tibetan Buddhist begins the new year by honoring their dharma teacher. Guru and disciple greet each other with wishes of peace and progress. It is also traditional to offer sprouted barley seeds and buckets of tsampa (roasted barley flour with butter) and other grains on home altars to ensure a good harvest. Laypeople visit friends to wish them Tashi Delek -- "auspicious greetings"; loosely, "very best wishes."
His Holiness the Dalai Lama and other high lamas gather in a ceremony to make offerings to the high dharma protectors (dharmapalas), in particular the dharmapala Palden Lhamo, who is a special protector of Tibet. The day also includes sacred dances and debates of Buddhist philosophy.


Day 2: Gyalpo Losar



The second day of Losar, called Gyalpo or "King's" Losar, is for honoring community and national leaders. Long ago it was a day for kings to hand out gifts at public festivals. In Dharamsala, His Holiness the Dalai Lama exchanges greetings with officials of the Tibetan government in exile and with visiting foreign dignitaries.


Day 3: Choe-kyong Losar



On this day, laypeople make special offerings to the dharma protectors. They raise prayer flags from hills, mountains and rooftops and burn juniper leaves and incense as offerings. The dharmapalas are praised in chant and song and asked for blessings.
This ends the spiritual observance of Losar. However, the subsequent parties may go on for another 10 to 15 days.

The celebration of Losar predates Buddhism in Tibet and can be traced back to the pre-Buddhist Bön period. The festival is said to have begun when an old woman named Belma introduced the measurement of time based on the phases of the moon. This festival took place during the flowering of the apricot trees of the Lhokha Yarla Shampo region in autumn, and it may have been the first celebration of what has become the traditional farmers' festival. It was during this period that the arts of cultivation, irrigation, refining iron from ore and building bridges were first introduced in Tibet. The ceremonies which were instituted to celebrate these new capabilities can be recognized as precursors of the Losar festival. Later when the rudiments of astrology, based on the five elements, were introduced in Tibet, this farmer's festival became what we now call the Losar or New Year's festival.


Kamis, 30 Agustus 2012

Cara Agar Proposal Diterima

Proposal adalah sebuah tulisan yang menjabarkan rancangan suatu acara secara runtut dan jelas sehingga orang yang membacanya bersedia untuk menyetujui atau mendanai acara tersebut. Namun, untuk membuat sebuah proposal yang dapat disetujui tentu bukan perkara mudah. Adakalanya proposal tersebut mengalami penolakan. Nah, berikut beberapa tips untuk meminimalisir resiko terjadinya penolakan terhadap proposal:



1. Buatlah proposal yang 'menjual'
Proposal yang menjual artinya memberikan keuntungan bagi pihak yang akan menyetujui atau mendanai. Beritahu rincian keuntungan yang akan diperoleh jika proposal tersebut disetujui. Misalnya, kepada pihak sponsor, beritahukan keuntungan seperti logo perusahaan akan tercetak di mana saja, siapa saja yang akan datang ke acara tersebut, yakinkan bahwa pengunjung merupakan target yang sangat menjanjikan. Jika proposal tidak ada keuntungan/rewardnya, atau adanya kesenjangan antara reward dan cost, bersiaplah akan kemungkinan terburuk: penolakan.

2. Tepat sasaran
Jangan sampai Anda mengirimkan proposal tentang perlombaan olahraga antar sekolah ke sekolah jurusan tata boga, apalagi tata busana! Demikian juga dengan proposal yang dikirim kepada sponsor. Apakah masuk akal jika perlombaan bulan bahasa disponsori perusahaan minyak goreng?

3. Buatlah proposal semenarik mungkin
Hal ini berkaitan dengan tampilan fisik dan bahasa yang digunakan. Gunakanlah bahasa yang santun dan memikat. Sedikit hiperbola diizinkan, asal masih masuk akal. Contoh hiperboal yang sering dilakukan adalah pembulatan jumlah pengunjung ke atas. Desainlah cover semenarik mungkin, sesuai dengan isi proposal. Proposal yang menarik tentu tidak akan dibiarkan menumpuk dan terlupakan di sudut kantor sponsor.

4. Masukkan proposal pada saat yang tepat
Lomba masak di bulan puasa? Mengirimkan proposal ke sponsor di bulan Desember (disaat perusahaan akan tutup anggaran)? BIG NO NO!

5. Tanyakan kelanjutan proposal
Satu minggu setelah proposal diajukan, coba tanyakan bagaimana kelanjutannya, apakah sudah dipertimbangkan. Dengan demikian proposal yang mungkin tadinya hampir terlupakan (apalagi jika anda mengirimkannya pada perusahaan besar) akan kembali dilirik. Namun jangan mengeceknya setiap saat, seperlunya saja. Bisa-bisa malah mengganggu dan membuat risih.

Itulah beberapa tips yang dapat saya berikan. Tips-tips tersebut saya dapatkan dari catatan Bahasa Indonesia kelas XI baru-baru ini, semoga bermanfaat.
 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates