Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2014

Monty Hall Problem: Terbukti!

Barusan aja saya nonton Super Deal di salah satu televisi swasta dengan inisial A, huruf terakhirnya V, dan tengah-tengahnya NT. Pas banget sama yang baru kemarin saya posting, mereka seakan memperagakan dan membuktikan Monty Hall Problem ini!

Awalnya ada enam kotak dengan bendera warna warni di atasnya. Ada hijau, kuning, pink (kata bos Kuya-kuya sih merah, tapi menurut saya pink ah), biru, ungu, dan merah (yang dibilang oranye. Saya yang buta warna atau.. Ah, sudahlah).

Ada lima zonk dan satu hadiah berisi dua motor di dalamnya (kejam amat ya?). Tapi tenang, si kontestan diberi 'modal' tiga juta untuk membuka tiga zonk. Akhirnya Tiga zonk dibuka, menyisakan kotak biru, ungu, dan merah (menurut saya itu merah!! >,<).


Nah, dia milih warna biru. Kalau saya pribadi sih milih ungu. Kotak merah dibuka dan ternyata isinya zonk! "Ok, tinggal dua, peluangnya 50:50," kata bos Kuya2. Saya berteriak dalam hati "Kata temen-temennya Pak Monty yang suka meneliti sih kotak ungu peluangnya 2/3 alias 66.666666%!"

Selain kotak ungu, ditawarkan juga uang senilai tujuh juta. Saya jadi agak goyah nih, apa jangan-jangan si biru emang berisi motor makanya berani ditawarin uang senilai tujuh juta? Tapi ilmu pengetahuan pasti menang >,< !!

Akhirnya si kontestan memutuskan tetap sama si biru. Kedua kotakpun dibuka bersamaan daann... Kotak ungu yang berisi motor saudara-saudara.. Mungkin habis ini si mbak kontestan berminat lebih meneliti tentang Monty Hall Problem ini... atau menangis di pojokan berhari-hari.

Minggu, 15 Desember 2013

Dari Professor ke Supir Taksi: Taxi! Taxi! The Movie


Setelah saya merasa puas dengan aksi Gurmit Singh dalam film Just Follow Law besutan Jack Neo, kali ini saya dibawa tertawa sampai menangis hingga tertawa dalam tangis lewat kepiawaian akting duo komedian Singapur, Mark Lee dan Gurmit Singh, dalam film Taxi! Taxi! (2013). 

Terinspirasi dari kisah nyata Dr. Cai Mingjie yang terekam dalam buku bestseller-nya : “Diary of a Taxi Driver: True Stories From Singapore's Most Educated Cabdriver" , Taxi! Taxi! juga menyajikan pengalaman hidup A Chua (Gurmit Singh), sang professor mikrobiologi bergelar Phd yang terpaksa menjadi supir taksi. Berikut RINGKASANNYA (bukan sinopsis loh ya, jadi jangan tuduh spolier hihi)


Lantaran diberhentikan dari pekerjaannya selama 20 tahun terakhir sebagai peneliti di sebuah laboratorium, A Chua kini harus segera mencari pekerjaan agar tetap dapat membiayai anak-istrinya yang tidak tahu menahu soal pemberhentian tersebut. Beragam pekerjaan telah ia coba, mulai dari manajer di sebuah kantor (yang berakhir tragis, justru karena ketelitian dan ingatannya yang kuat sehingga seringkali mengoreksi atasannya ketika salah menyebutkan data keuntungan perusahaan, membuat atasannya tampil buruk), pegawai di sebuah kantor (namun sebagai anak baru, ia disuruh-suruh membelikan aneka makanan dan minuman bagi senior-seniornya), hingga guru les privat (berakhir tragis juga. Ia diberhentikan karena membuat anak didiknya menangis. Penyebabnya, ketika anak didiknya dengan bangga menunjukan peningkatan besar di ulangan IPA nya yang mendapat nilai 62, A Chua justru menghukumnya karena baginya nilai itu sangat memalukan dan tidak bisa dibanggakan, mengingat semasa sekolah nilai-nilainya tidak pernah di bawah 92!).

Setelah bertemu Ah Tau (Mark Lee), si supir taksi tersantai yang berhasil 'mencegahnya bunuh diri' (padahal ia hanya sedang merenung.... di atap gedung dengan lima puluh lantai), A Chua akhirnya mencoba melamar menjadi supir taksi dan diterima 15 menit setelahnya. 

Tak diduga, tepat hari ketika ia pertama kali resmi menjadi supir taksi, mertuanya datang dan akan tinggal selama tiga bulan kedepan! Mertua yang selama ini selalu membanggakannya. Sialnya, sepanjang perjalanan pulang dari bandara, A Chua terjebak dalam taksi Ah Tau yang terus-terusan menyebut dirinya sebagai supir taksi baru di hadapan istri dan mertua A Chua. Jelas mertuanya geram, istrinya pun kebingungan. A Chua menutupinya dengan beragam kebohongan dan membentak Ah Tau yang tidak tahu menahu.


Ah Tau menjadi kesal, bahkan memprovokasi teman-temannya untuk menjauhi A Chua yang dianggapnya sombong. Walau demikian, ketika A Chua diperas oleh penumpang taksinya, Ah Tau yang kebetulan melihat tetap mau membantunya. Malangnya, istri A Chua sedang berada di dekat lokasi pemerasan hingga akhirnya terbongkarlah pekerjaan baru A Chua ini. Istrinya masih mencoba mengerti, namun Jason (anak A Chua) dan mertuanya shock ketika mengetahuinya, bahkan A Chua kehilangan rasa hormat dan kepercayaan Jason.

Hidup Ah Tau juga bukan tanpa masalah. Hidup berdua dengan anaknya, Jia Jia, Ah Tau yang kelewat santai sama sekali belum merencanakan pendidikan anaknya yang tahun depan akan mulai masuk sekolah dasar. Belum lagi kemampuan Bahasa Inggris Jia Jia yang kacau balau ditegur oleh guru TK nya, maklum saja, Jia Jia mempelajari Bahasa Inggris jalanan yang digunakan Ah Tau sehari-hari. Kerinduan Jia Jia akan ibunya yang sudah meninggalkan Ah Tau juga membuat Ah Tau terpaksa berbohong, mengatakan ibunya sedang ke luar negeri. Foto-foto manipulasi pun dibuat untuk meyakinkan Jia Jia. Jia Jia yang akhirnya mengetahui foto-foto itu hanya rekayasa marah dan tidak percaya lagi pada Ah Tau.

Ketika A Chua menumpang mandi di rumah Ah Tau dan menimbulkan salah paham!

Untuk memenuhi kebutuhan Jia Jia akan kasih sayang ibu, Ah Tau berusaha mengajak kencan Regina, mahasiswi Fashion Design asal Malaysia yang homestaying di rumahnya. Sayangnya ketika hendak menjemput Regina, Ah Tau dihadang berbagai aral. Mulai dari penumpang yang membayar dengan uang besar sehingga ia harus menukarkan kembalian, di tilang polisi karena putar balik tidak pada tempatnya, kehabisan bensin sehingga ia harus naik taksi (menjadi penumpangnya loh), taksi yang ditumpanginya pun harus ditilang polisi lagi lantaran putar balik sembarangan. Yang mengesalkan, polisi profesional ini benar-benar jelas dalam menyampaikan bukti pelanggarannya!

"Selamat siang! Tolong matikan mesin Anda. Boleh perlihatkan SIM dan STNK-nya? Apa Anda tahu kesalahan Anda? Ya, putar balik sembarangan. Apa Anda tahu betapa bahayanya putar balik sembarangan? Bagaimana perasaan keluarga Anda di rumah jika mengetahui Anda terluka akibat putar balik sembarangan? Apa lagi Anda adalah supir taksi, seharusnya Anda lebih profesional dan bertanggung jawab. Bayangkan saja jika yang terluka bukan hanya Anda, tapi juga mobil lain. Bagaimana perasaan keluarga korban tersebut mengetahui saudaranya kecelakaan? Belum lagi teman-teman dari keluarga korban tersebut, bagaimana jika mereka tahu temannya mengalami kecelakaan? Dengan demikian, terpaksa Anda saya tilang. Karena, jika saya tidak menilang Anda maka saya akan melanggar peraturan dan tidak menjadi polisi yang profesional. *nulis surat tilang dengan lambat* Ini surat tilang Anda, ingat jangan putar balik sembarangan lagi. Selamat siang!" (capek juga ya ngetiknya)

Bisa ditebak, Ah Tau terlambat menjemput Regina untuk kesekian kalinya. Regina yang kesal menyebrang jalan tanpa melihat-lihat dan... KABOOM!! sebuah mobil berkecepatan tinggi menabraknya, membuat penglihatannya hilang dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Merasa depresi, Regina memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. A Chua berusaha mencegahnya dengan menceritakannya pengalaman hidupnya sendiri. Tentang bagaimana ia selalu menjadi yang terbaik selama sekolah dan bekerja, namun tiba-tiba semua itu raib setelah pergantian kepemimpinan laboratoriumnya. Bagaimana ia melihat teman-temannya yang masih bekerja berpergian meneliti ke luar negeri dan merendahkannya, juga ternyata laboratorium tempatnya bekerja justru merekrut anggota baru dari luar negeri yang diperlakukan dengan sangat baik. A Chua menceritakan pengalamannya kehilangan harga diri, kepercayaan diri, bahkan rasa hormat dari anaknya sendiri. Tanpa ia sadari, semua aksinya direkam dalam video dan disiarkan di internet secara langsung sehingga Jason, anaknya, dapat mendengar semua kata-katanya dan terharu. 


Aksi bunuh diri Regina akhirnya berhasil dicegah. Jason yang kini lebih mengerti perjuangan ayahnya tidak merasa malu lagi dan tawaran pekerjaan bagi A Chua terus mengalir berkat videonya yang tersebar di internet. Walau demikian, A Chua tetap menjadi supir taksi part time untuk bersosialisasi. Bagaimana bisa bersosialisasi dengan dunia luar jika hanya terkurung dalam laboratorium? Lagipula ternyata, pengalamannya sebagai supir taksi selama enam bulan lebih bermakna dan berharga dibandingkan dua puluh tahun di dalam laboratorium. Regina pun menemukan bakat terpendam dalam dirinya dan menjadi penyiar radio.


Secara keseluruhan, film ini dapat dibilang menginspirasi dan menghibur dengan seimbang. Lelucon disampaikan pada saat yang tepat pada adegan yang pas untuk mencairkan suasana, terutama adegan ketika Ah Tau 'meper ingusnya' ke baju A Chua (padahal saat itu saya sedang nangis dengan hebohnya. A Chua sama Ah Tau kayak lagi curhat gitu sehabis kehilangan kepercayaan anak-anaknya), saat A Chua dan Ah Tau dikira homo sama Regina (A Chua numpang mandi, dia lagi mau wawancara kerja gitu tapi badannya penuh oli karena coba benerin taksinya. Pas udah mandi, Ah Tau yang liat masih ada oli yang menempel berinisiatif ngelapin A Chua yang setengah telanjang, tepat ketika Regina pulang), dan pas Ah Tau ditilang polisi profesional itu (apalagi pas Ah Tau motong kalimat si polisi hingga ia terpaksa ngulang dari awal!). Yang bikin bingung sih, kayaknhya cuma Gurmit yang bahasa utama percakapannya itu English (maklum, dia ga gitu bisa mandarin) sedangkan tokoh-tokoh lain bahasa utamanya mandarin. Tapi kok mereka tetep saling ngerti gitu dan bisa ngomong dengan lancar? Bukannya kalo si Gurmit ngerti, harusnya bisa ngomong mandarin juga dong, IMO. Tapi sisanya TOP deh! Recomended!

Senin, 02 Desember 2013

Melodi dalam Harmoni Abadi | Cerpen

Melodi dalam Harmoni Abadi | Cerpen

Masih ingat dengan Trio ACI, Amir, Cici, Ito yang dulu ditayangkan di TVRI? Kangen dengan serial Aku Cinta Indonesia? Jangan khawatir, ACI akan kembali mewarnai ranah perfilman tanah air! Kini, A itu Andi, C itu Cahaya, I itu Ian. Ceritanya gak kalah seru!!

Sudah gak sabar? Baca aja dulu cerpen remaja paling cinta Indonesia di sini: http://kaudanaci.com/Cerpen/melodi-dalam-harmoni-abadi.html ada lagunya juga loh! Penasaran? Buka aja: http://kaudanaci.com/Cerpen/melodi-dalam-harmoni-abadi.html ~ klik tombol bintangnya juga ya ;)


Kamis, 28 November 2013

Peraturan Dibuat Untuk Dilanggar

"Peraturan dapat dilanggar, asal dilakukan pada saat yang tepat"



Baru-baru ini saya menonton sebuah film untuk kedua kalinya di Celestial Movie. Kali pertama menonton, saya sudah tertarik dan berniat untuk mengulasnya. Namun karena berbagai kendala, seperti tugas dan errornya koneksi komputer saya ke wifi, keinginan ini terpaksa saya tahan. Ternyata, baru saja film itu diputar kembali! Film apakah itu?

Just Follow Law adalah sebuah film komedi satir bermuatan kritik sosial tentang ruwetnya birokrasi, termasuk di negara yang katanya birokrasinya paling efisien yaitu Singapore. Dibintangi Fann Wong dan Gurmit Singh, film kesepuluh Jack Neo ini berhasil membuat saya 'menertawai diri sendiri'. Berikut RINGKASANNYA (bukan sinopsis loh, jadi jangan protes jika spoiler hihi)



Dimulai dengan plot yang kedengarannya klise, Tanya Cheng (Fann Wong), direktur WAS yang hidup serba teratur, selalu mengikuti peraturan, dan tidak pernah membuat masalah, tiba-tiba saja harus menerima bahwa dirinya bertukar jiwa dengan Lim Teng Zui (Gurmit Singh), seorang teknisi urakan tak terpelajar, setelah mengalami tabrakan mobil. 



Dari sana, cerita berkembang menyorot Teng Zui yang menikmati hidup barunya sebagai direktur. Tanpa berpikir, semua uang perusahaan dihamburkannya, terutama untuk putrinya yang kini tidak mengenalinya lagi. Selain itu, untuk membalas dendam akan perlakuan yang pernah ia dapatkan, kini Teng Zui dengan mudahnya memberikan persetujuan, apa saja kepada siapa saja, tanpa birokrasi yang rumit.



Sementara itu, Tanya mulai mengembangkan potensinya dengan mengikuti kursus-kursus dengan ulet. Dari kacamata Teng Zui, ia dapat bertemu dan memahami ibunya lebih mendalam, tak seperti dulu ia selalu mengabaikan perhatian ibunya karena terlampau sibuk. Ketika menjadi Teng Zui, ia baru mengetahui bahwa ibunya tidak menggunakan uang yang ia berikan (hanya ditabung) dan ia bekerja mengumpulkan kaleng-kaleng bekas setiap harinya. Selain itu, kepolosan putri Teng Zui yang begitu menyayangi ayahnya juga menyentil dirinya yang kerap kali mengabaikan perhatian dari ibunya.


Cerita memuncak ketika WAS terancam tutup akibat ulah Teng Zui. Belum lagi ada komplotan dalam perusahaan tersebut yang memang mengamini tutupnya perusahaan tersebut. Mereka bertiga (komplotan tersebut) berusaha memboikot agar program job fair yang akan diadakan perusahaan tersebut gagal. 



Teng Zui dan Tanya bahu membahu mencari ide untuk menyelenggarakan job fair yang meriah. Merekapun memutuskan untuk memasang poster dan baliho di sepanjang pilar kereta api. Untuk mendapatkan izin, pertama-tama mereka menemui badan pemilik dan pengurus kereta api. Namun, mereka ditolak dengan alasan yang ingin dipergunakan adalah pilarnya, bukan kereta api, sehingga mereka harus menemui badan pemilik dan pendiri pilar tersebut. Ketika mengikuti petunjuk yang dimaksud, mereka dialihkan kepada pemilik tanah, yang ternyata juga melempar tanggung jawab kepada badan penanggung jawab bangunan. Sesampai di sana, ternyata mereka di arahkan kembali kepada badan pemilik dan pengurus kereta api!

Merasa dipermainkan, Teng Zui dalam wujud Tanya akhirnya memutuskan untuk melanggar aturan, seperti yang selama ini biasa ia lakukan. Diadakannya promosi besar-besaran dengan menyewa beberapa penari, yang tentunya mendatangkan komplain dari berbagai pihak. Ketika Teng Zui hendak meminta maaf kepada publik, CEO WAS dan kolega-koleganya terkejut.

"Kami tidak pernah meminta maaf kepada publik (karena kami tidak pernah salah). Masyarakat Singapore itu pelupa, biarkan saja dan jangan jawab apapun pertanyaan dari wartawan"



Menjelang job fair, kekacauan kembali menimpa akibat ulah komplotan penentang. Penari-penari dibatalkan dan latar dihancurkan. Untungnya, Teng Zui tak kehabisan akal, tak ada paku, latar pun diperbaiki dengan lakban, seperti kebiasaan buruknya dahulu ketika kehabisan paku. Hal ini pernah membuat walikota terjatuh akibat kurang kokohnya latar, namun kini tak ada pilihan lain. Ternyata, penggunaan lakban malah menyelamatkan banyak jiwa, termasuk jiwa walikota itu sendiri. Terjadi kebakaran dan berkat latar yang bisa dirobohkan tersebut, semua orang bisa keluar dengan selamat. Teng Zui pun diberi penghargaan sebagai inovator yang berani mendobrak aturan.



Cerita berakhir dengan menikahnya Tanya dan Teng Zui. Dengan demikian, Teng Zui bisa kembali dekat dengan anaknya, sedangkan Tanya bisa berbakti pada ibunya. 

Dalam film, terasa kritik sosial yang kental. Seperti ketika Tanya dalam tubuh Teng Zui yang hendak melihat daftar riwayat hidup Teng Zui. Ia harus melengkapi formulir, menyertakan fotokopi, dan menunggu selama setidaknya tiga hari hanya untuk melihat datanya sendiri! Juga ketika petugas parkir yang mengklem roda mobil pemadam kebakaran karena parkir di tempat khusus VIP. Lalu juga ada adegan dimana para pegawai enggan diajak berkerjasama untuk memutuskan suatu hal. Menurut mereka, atasanlah yang memutuskan segalanya, mereka tinggal menjalankan, sesuai peraturan yang ada.

Komedi ringan juga turut diselipkan, terutama seputar adaptasi Teng Lui dan Tanya di tubuh barunya. Sayang, sindiran yang ditampilkan kepada pemerintah terksean diulang-ulang dan terlalu diekspos. Juga bagian kebakaran yang benar-benar terlihat editannya. Materi dewasa yang ditampilkan kadang sedikit mengganggu, ketika Teng Zui dalam wujud Tanya pergi ke pantai dan permandian air hangat untuk melihat wanita berbikini dan beberapa adegan lain seputar transisi Teng Zui menjadi Tanya.

Menurut saya, film ini dapat menangkap dengan jelas keseharian yang biasa ditemui, dan kita diundang untuk menertawakannya bersama, sembari introspeksi diri. 

Kamis, 13 Juni 2013

Dunia Tanpa Minyak

Kelangkaan minyak saat ini tengah menjadi isu hangat yang patut dijadikan pusat perhatian. Ketika kampanye diet plastik dan minyak mulai mencuat, tak sedikit dari kita yang mengabaikannya. Minyak bumi terus dieksploitasi hingga batas akhirnya.

Siang ini (13/6), National Geographic Channel lewat tayangan Aftermath: World Without Oil, memberikan gambaran bagaimana jadinya dunia ketika minyak telah habis. Berikut apa yang saya dapatkan ketika menontonnya:



Menit Pertama:
Ketika 16.000 km 3 minyak menghilang, alarm di pengkilangan mulai berdering tanda merosotnya tekanan dalam pipa.

Satu Hari Pertama:
Semua produk minyak, mulai dari aspal, solar, bensin, dan tar menjadi berharga dan terbatas.Saham-saham bernilai ratusan triliun menjadui tidak berharga. Pekerja minyak dipecat. Konsumen segera menuju pom bensin terdekat untuk mengisi bensin terakhir kalinya. (mirip kelangkaan BBM di Indonesia ya?)

Minggu Pertama:
Persediaan minyak mulai habis. Pemadaman listrik menyebar ke seluruh dunia (lagi-lagi mirip seperti Indonesia, yah mungkin rakyat Indonesia saat itu hanya akan menggumam: 'ini mah sudah biasa'). Pengangguran meningkat hingga 30%. Hewan ternak mati kekurangan makan. Terjadi kerusuhan dan penjarahan (pasti lebih parah dibanding kerusuhan 65).

Bulan pertama:
Jalanan kosong dari kendaraan [horee (?)]. Hanya kendaraan darurat saja yang mendapatkan bahan minyak. Pemerintah memutuskan untuk mulai menanam biofuel (alternatif energi yang ramah lingkungan).

Semester pertama:
Penanaman biofuel ditinggalkan untuk memfokuskan penanaman pangan. Peneliti bereksperimen dengan bahan-bahan kimia untuk menciptakan biofuel.

Tahun pertama:
Mulai ditemukan ganggang sebagai biofuel yang ramah lingkungan dan mudah dikembangbiakkan (hanya dengan sedikit pupuk). Lithium yang merupakan bahan baku baterai menjadi sangat dicari dan menjadi sumber energi baru.

Lima Tahun Pertama:
Barang-barang elektronik yang awalnya dibuang mulai dicari dan dikumpulkan. Dalam satu ton ponsel bisa didapatkan 275gr emas. Pesawat dan roket belum dapat digunakan kembali. Satelit-satelit berjatuhan karena kehabisan bahan bakar. Penduduk mulai menanam sendiri makanan mereka. Apartemen menjadi rumah kaca. Kereta api menjadi sarana transportasi yang menghubungkan seluruh dunia. Kota-kota mulai dibangun di sepanjang rel kereta api. Kota-kota lama ditinggalkan.

Empat Puluh Tahun Kemudian:
Langit tampak bersih. Udara terasa lebih segar. Mobil kembali diciptakan namun dengan bahan bakar listrik. Kerangkanya tidak lagi menggunakan besi namun serat optik yang ringan. Kendati demikian, harga mobil sangatlah mahal sehingga tak sembarangan orang bisa memilikinya. Tampaknya, dunia lebih baik tanpa kehadiran minyak.

Ini videonya (jika kecepatan internetmu melebihi kecepatan cahaya):

World Without Oil Video






Jumat, 14 Desember 2012

Serunya Drama Musikal OLAHO!

Halo!!! \( ^ _ ^ )/
Lama tak sua! Baruuuuu aja selesai ulangan umum.
Post kali ini isinya tentang liputan One Last Hope, drama musikal dwitahunan SMA Regina Pacis Jakarta yang dimuat di majalah TaMu! 8D

Lihat nih:
Klik untuk memperbesar :D
Artikelnya bisa dibaca langsung dari fotonya!

FYI: artikel diatas disusun oleh gw dan Karinnia dengan foto dari sekbid dokumentasi OLAHO :P
 

Senin, 12 November 2012

Episode Kontroversial Spongebob

Siapa yang tidak kenal tokoh kartun yang bernama Spongebob Squarepants ini ? Pasti sobat - sobat semua kenal kan ? Tokoh kartun yang satu ini sangat disukai oleh anak-anak (termasuk saya XD ) Namun ternyata, ada juga beberapa episode kontroversial dari Spongebob Squarepants. Episode - episode itu adalah:

1. Just one Bite
Just One Bite merupakan episode season 3 yang menceritakan pengalaman pertama Squidward memakan Krabby Patty. Episode ini kontroversial karena ada adegan yang disensor yaitu ketika Squidward menginjak bensin dan robot pemantik api menyalakan api tersebut dan meledak. Nickelodeon tidak menerangkan sebab pemotongan adegan itu tapi kemungkinan karena peristiwa 9/11 yang membuat seluruh media AS pada waktu itu memotong adegan peledakan apapun. Nah, tanggal rilis episode ini adalah tanggal 5 Oktober 2001, sebulan setelah peristiwa 9/11

2. House Fancy
House Fancy merupakan episode ketika Squidward mempersiapkan rumahnya untuk acara TV. Episode ini kontroversial saat adegan Squidward sedang menggeser sofa bersama Spongebob, sofanya menginjak kuku Squidward dan kukunya lepas. Adegan ini dianggap tak pantas untuk kartun anak-anak

3. Le Big Switch
Le Big Switch menceritakan pertukaran koki di Bikini Bottom. Episode ini kontroversial karena perkataan kepala koki Fancy! terhadap Spongebob yaitu "I would not wipe my own bottom with this!" dan "I would not wash my own bottom with this, after carefully wiping, and wiping, and wiping!" yang artinya... kalian pasti jago lah ya ;) inilah yang membuat episode ini kontroversial !

4. Mid-Life Crustacean
Mid-Life Crustacean adalah episode ketika Mr. Krabs ingin menjadi muda lagi dan mengikuti gaya hidup Spongebob & Patrick. Episode ini kontroversial karena kesalahpahaman perkataan Mr. Krabs "any Port in the Storm!?" menjadi "any Porn in this Store!?" kemudian pencurian celana dalam cewek yang dianggap tak mendidik bagi anak-anak, juga lagu di radio K-OLD pada awal episode dijadikan instrumental di beberapa negara karena liriknya yang kontroversial

5. Nasty Patty
Nasty Patty bercerita mengenai Mr. Krab dan Spongebob yang nyaris membunuh inspektur kesehatan yang datang. Episode ini kontroversial karena dianggap terlalu mengerikan karena alur ceritanya dan latar yang gelap. Episode ini juga seperti mirip dengan film thriller tahun 1997 "I Know What You Did Last Summer".

6. One Coarse Meal
One Coarse Meal bercerita mengenai ketakutan Plankton terhadap ikan paus. Episode ini kontroversial karena dianggap fans terlalu serius dan mengerikan juga karena niat bunuh diri Plankton ditampilkan di TV.

7. Plankton's Regular
Plankton's Regular bercerita mengenai satu pelanggan tetap Chum Bucket yang membuat iri Mr.Krab. Episode ini kontroversial karena saat Nat, pelanggan tetap Chum Bucket sakit perut muntah dengan muntah asli sehingga dianggap terlalu menjijikan

8. Rock-A-Bye Bivalve
Rock-A-Bye Bivalve bercerita mengenai Spongebob dan Patrick yang mengadopsi bayi kerang. Episode ini sangat kontroversial karena dianggap mendukung pernikahan gay karena Spongebob dan Patrick tinggal serumah dan mengadopsi anak. Episode ini juga membuat dugaan kuat bahwa Spongebob dan Patrick adalah pasangan homoseksual karena tinggal serumah dan Spongebob yang kadang berdandan seperti perempuan. Dugaan ini dibantah oleh Stephen Hillenburg.

9. Sailor Mouth
Sailor Mouth adalah episode saat Spongebob belajar sumpah-serapah. Episode ini kontroversial karena kritik dari Parents' Television Council yang menganggap episode ini mengajarkan anak bersumpah-serapah. Tapi Nickelodeon membantah dengan di tengah cerita, Mr. Krab menghukum Spongebob karena bersumpah-serapah

10. Texas
Texas bercerita mengenai Sandy yang hendak pulang kampung ke Texas. Episode ini kontroversial ketika Spongebob menunjukkan pantatnya ke Sandy, dia berkata "Teeexaaaassssss". kata as di kata Texas seperti bunyi kata 'ass' yang berarti pantat. Episode ini nyaris dilarang karena hal tadi

11. Cephalopod Lodge
Cephalopod Lodge bercerita Squidward yang dikeluarkan dari organisasi rahasia karena ulah Spongebob dan Patrick. Episode ini kontroversial karena organisasi rahasia tersebut, Cephalopod Lodge mirip dengan organisasi rahasia Illuminati dan Freemason. mulai dari bentuk bangunan hingga sebutan Brother Roger yang mirip dengan sebutan Tyler di Freemason.

Kamis, 18 Oktober 2012

Drama Musikal One Last Hope: A Walk to Remember Versi Recis!

Acara drama musikal dwitahunan yang diadain sama SMA Regina Pacis Jakarta ada lagi nih Sob! Tahun ini, mereka bakal mentasin One Last Hope yang terinspirasi dari film tahun 2002, A Walk to Remember pada 3 November 2012 di Auditorium Gedung Putih Regina Pacis. Lho kok, bukan di gedung pertunjukan? Ya iya dong, mereka Recisian emang cinta banget sama sekolah sendiri, bahkan dana “puluhan juta” udah dikucurin lho buat benerin gedung auditorium.

Awalnya, murid recis dikenalin dulu nih soal dunia keaktoran sama Leaven Team Production yang digawangi kak Cindy, kak Ajeng, kak Memet dan kak Abot dalam bentuk workshop di bulan Maret. Lewat workshop ini, mereka lalu dibekali 4 modal awal untuk jadi aktor, kekuatan vokal dan tubuh, pikiran dan rasa. Wuih mantep ya!

Selepas dari workshop itu, murid yang tertarik untuk terlibat dalam drama musikal ini pun dilatih sekali dalam seminggu, ternyata Sob jadi aktor itu ga semudah yang kita bayangin lho! Awal latihan aja mereka ga dibolehin datang telat dan “harus komitmen” artinya kalo udah ikut pelatihan, there’s no turning back! Latihan selalu diawali pemanasan yaitu lari-lari keliling lapangan di saat matahari lagi bersinar terang dan yaaaaa tentunya memberikan pengalaman banget.


Sutradara yang namanya Kak Memet harus diakui galak banget, tapi mereka salut banget sama beliau karena beliau orangnya sangat peduli detail mengenai scene yang lagi digarap. Kalo mereka ketahuan ngobrol, pasti deh disemprot pake pluit. Latihan drama musikal ini seru banget, ternyata mereka bisa ngeliat ekspresi wajah dan bakat terpendam di dalam diri anak-anak Recis. Sampe-sampe mereka tuh bisa lho ngomong “oh iya ya gue ternyata bisa jadi aktor juga”.

Nah, yang nanti bakal ikut mentas ada total 26 pemain dari kelas 10-12. Pemeran utama cewek adalah Maureen, kakak yang satu ini emang udah jago nyanyi dan cantik banget Bro, trus pemeran utama cowok adalah Richard, tinggi, ganteng, anak basket, jago main gitar dan tentunya nyanyi.

Sementara kakak kelas 12 yang mulai sibuk sama bimbel harus ikhlas ngorbanin kepentingan pribadi demi kesuksesan acara ini. Mulai bulan Agustus, mereka nambah frekuensi latihan jadi seminggu dua kali, dari pukul 14.00-17.00. Bulan September dan Oktober jadi bulan penuh perjuangan banget buat mereka karena latihannya makin intensif, seminggu tiga kali dan dimulai pukul 13.00-18.00 ; jam pelajaran terpaksa dipakai untuk latihan demi acara ini. Bahkan, hari Minggu aja, mereka tetap datang ke sekolah untuk latihan drama ini. Lho kok gitu? Naahhhhh, drama musikal ini dipentasin dalam Bahasa Inggris Sob!! Makanya mereka kudu musti wajib banget rajin latihan, dijamin deh 100% lancar tanpa cacat!!

OLAHO, nih dia panggilan akrab acaranya bakal dipentasin dua kali di hari yang sama. Shift 1 dari jam 14.00-17.00, Shift 2 dari jam 19.00-22.000. Tiketnya udah mulai dijual sejak 7 Oktober. Harga? Dijamin paling friendly diantara segala drama musikal anak sekolahan. Tipe Seat A, Rp. 65.000 ; Seat B Rp. 55.000 ; Seat C Rp. 45.000. Tapi emang dahsyatnya drama musikal ini, tiket seat A langsung ludes terjual dalam hitungan hari aja. Seat B dan C? Tenang, masih ada kok. Minat nonton? Ayo hubungi Clara Regina di 081932002643.

http://majalahouch.com/2012/10/drama-musikal-sma-regina-pacis/

Rabu, 17 Oktober 2012

Lupus Bangun Lagi!


Wow! Baru saja saya melihat iklan di TV kalo Lupus mau di' bangunin' lagi dan dijadiin film lagi seperti dulu! Sebagai penggemar Lupus, saya penasaran akan seperti apa film ini nantinya karena saya belum pernah menonton film Lupus sebelumnya. Ya, saya bukan generasi Lupus, fyi, saya lahir tahun 1996 dimana masa keemasan Lupus sudah mulai pudar. Pertama kali saya menemukan Lupus di perpustakaan sewaktu SMP. Karena lucu dan menarik, akhirnya setiap hari saya meminjamnya hingga seluruh Lupus di perpustakaan sudah saya baca.

Oh ya btw, udah pada kenal Lupus belum? Bukan Lupus yang penyakit loh. Lupus adalah tokoh fiksi karangan Hilman Hariwijaya (dan belakangan bersama Boim Lebon). Novel Lupus pertama diterbitkan pada tahun 1986 berjudul 'Tangkaplah Daku Kau Kujitak'. Lupus memiliki teman-teman seperti Boim, Gusur, Anto, Aji, Fifi Alone, Adi Darwis, Gito(teman waktu SMA). Iko-iko, Pepno, Happy, Uwi dan masih banyak lagi(teman Lupus kecil dan SMP). Ia memiliki seorang adik bernama Lulu dan mereka berdua kini tinggal bersama sang Mami yang bernama Anita. Sedangkan sang Papi yang bernama Mulyadi, telah meninggal saat Lupus kelas 1 SMA (tapi diceritain kok pas di novel Lupus kecil dan Lupus SMP). Lupus identik sekali dengan permen karet yang tak pernah lepas darinya. Model rambut berjambul yang sering dihina Lulu dengan sebutan sarang Burung. Juga sifatnya yang konyol, hingga membuatnya disukai oleh seluruh teman-temannya.

Ok, kembali ke pokok. Eko "Patrio" selaku produser yang berniat menghidupkan kembali Lupus, saat ini Eko tengah mencari pemeran untuk bermain dalam film produksi pertamanya, "Bangun Lagi Dong Lupus". Eko menggandeng pencipta Lupus, Hilman Hariwijaya menjadi penulis skenario, serta Benny Setiawan sebagai sutradara. Ia ingin ada alternatif ikon anak muda yang seperti Lupus yang cinta orangtua, teman, sahabat, dan masih mencium tangan orangtua.

Agar berbeda dengan Lupus yang pernah dibintangi Ryan Hidayat, film Lupus ini akan bergaya Korea. Hilman yang akan menulis skenario Lupus versi baru itu melakukan riset di Korea selama 10 hari. "Hilman sekarang lagi di Korea khusus nulis skenario ini. Dia riset hampir 10 hari di sana," kata Eko Patrio. Meski demikian, Lupus baru (katanya) akan tetap mengedepankan unsur ke-Indonesia-an. Semoga Lupusnya tetap lucu dan seru deh, jangan kebanyakan di utak-atik.. :p

link: http://showbiz.liputan6.com/read/436286/lupus-bangun-lagi
http://www.fajar.co.id/read-20120925122132-lupus-baru-gaya-korea-tapi-nasionalisme-tetap-tinggi


Kamis, 22 Desember 2011

Red Mist (Episode Spongebob)

Red Mist, Episode Misterius Spongebob




Semua pasti kenal Spongebob dong? Busa kotak berwarna kuning ini memang disenangi semua orang dari semua golongan karena ceritanya yang simple dan menghibur. Apalagi tokoh-tokohnya yang lucu dan ceria. Namun, ada satu episode yang tidak pernah ditayangkan di layar kaca manapun (walau kenyataannya tersebar luas di dunia maya). Episode ini kerap kali dijuluki sebagai episode yang hilang, episode terlarang, darkside episode, atau seperti yang saya sebutkan di atas, episode misterius. Sebutannya yang paling tersohor adalah "Squidward Suicide" atau episode bunuh diri Squidward. (Saya nggak pernah nonton tapi kok kayaknya jadi de javu ya? Merasa ada satu episode Spongebob yang mirip-mirip kaya gini... Jadi merinding, serius!)

Episode ini sering sekali dibahas oleh penggemarnya di situs spongefan.wikia.com. Episode ini disebutkan dalam webnya namun penjelasan tentang isi episode ini dan deskripsinya telah dihapus oleh pihak Nickelodeon. Sebenarnya, episode ini bukanlah episode resmi melainkan sebuah fanfict (buatan fan). Namun, masalahnya adalah bahwa ternyata yang membuat episode ini adalah seorang animator yang ternyata juga seorang pembunuh berantai asal Skotlandia yang sedang dicari-cari polisi.

Pihak kepolisian pun mencari-cari orang itu dan ditemukan sebuah kaset video yang dibuat oleh Chaz Agnew bertuliskan Red Mist. Setelah dilakukan investigasi selama beberapa sesaat, akhirnya rekaman tersebut disita oleh polisi. Akan tetapi, sesaat sebelum polisi menyita rekaman tersebut, seseorang telah berhasil menduplikatnya dan meng-upload video tersebut ke youtube. Setelah mengetahuinya, pihak Nickelodeon pun segera melakukan pencarian dan penghapusan video ini. Sayangnya, tayangan ini telah menyebar di dunia maya. Pihak Youtube pun berusaha memblokirnya namun video tersebut telah menyebar dengan cepat dan semakin banyak.

Konon, Red Mist merupakan tayangan yang tidak layak untuk dipublikasikan karena mengandung unsur kekerasan. Bahkan, ada yang bilang jika episode Red Mist ini mampu menganggu mental seseorang yang lemah. Suasana yang ditampilkan merupakan suasana traumatic gore yang dapat mempengaruhi otak dan kejiwaan kita. Serem banget ya? Saya sampai ga berani nonton.

Pasti sudah banyak yang penasaran seperti apa kisahnya. Hehehe... Ok, berikut kisahnya.

Kisah ini dimulai dengan adegan Squidward yang sedang berlatih klarinet untuk resital klarinet solonya esok hari (klise). Lalu, seperti biasa Squidward merasa terganggu dengan keributan yang ditimbulkan Spongebob dan Patrick yang sedang asyik bermain. Ia pun memarahi mereka berdua dan kembali melanjutkan latihannya.

Tiba-tiba, pintu rumah Squidward terketuk. Squidward turun dan membuka pintu rumahnya dan tampaklah seorang (atau seekor? Mengingat bahwa ia adalah ikan) berpakaian adat Skotlandia dengan mata merah menyala. Tanpa ba-bi-bu, Squidward langsung membanting pintu rumahnya tanpa memberi kesempatan kepada orang itu untuk berbicara. Pintu kembali terketuk, berkali-kali dan semakin keras suaranya. Akhirnya, Squidward menyerah, kembali membukakan pintu dan membiarkan orang aneh itu berbicara. Dengan wajah kesal, orang tersebut pun berteriak "RED MIST IS COMING!". Lalu, orang aneh itu pun pergi. Squidward yang kebingungan dan takut akhirnya kembali ke kamarnya untuk berlatih klarinet.

Disinilah teknik penganggu mental dimulai.

Setelah itu, latihan Squidward terganggu kembali oleh suara Spongebob dan Patrick yang sedang bermain. Squidward yang kesal lalu membentak Spongebob dan Patrick, ia mengatakan bahwa ia perlu latihan untuk konsernya besok. Spongebob dan Patrick lalu meminta maaf dan pulang. Lalu, Squidward kembali kedalam rumahnya.

Disaat Squidward sedang berlatih klarinet, perlahan-lahan scene berrubah warna menjadi nuansa merah darah. Mata Squidward pun ikut menjadi merah menyala. Nampaknya, memang sengaja dibuat demikian agar penonton merasa takut yang mendalam karena suasana gambar (video) yang ditampilkan selaras dengan (audio) yang terkesan menyeramkan namun secara perlahan. (bener, bener.. nyeremin dah buat saya)

Lalu, scene berganti, menampikan adegan saat Squidward mengadakan konser di keesokan harinya. Mata Squidward tetap berwarna merah darah (yang menyeramkan). Hampir semua tokoh didalamnya ditampilkan dengan mata yang berwarna merah menyeramkan. Saat itu, tampak jelas sekali jika sang animator memfokuskan adegan pada warna mata tokoh - tokoh dalam serial itu.

Adegan berlanjut dengan Squidward yang pulang dengan kecewa karena dipermalukan ketika konser. Di tengah perjalanan sang pembuat video pun menampilkan lagi teknik pengendalian jiwa, yaitu menampilkan adegan Squidward dengan muka sedih nya sedang dalam perjalanan. Adegan itu berlangsung berulang-ulang, sehingga membuat penonton merasa hanyut dan masuk ke dalam suasana hening tersebut. Disaat inilah pikiran kita dikendalikan oleh audio dan visual yang ada.

Saat sampai rumah, Squidward pun termenung dan teknik pengendalian jiwa yang ditampilkan adegan sebelumnya terjadi lagi, tapi kali ini ditambah dengan efek gambar yang sedikit demi sedikit bergoyang keras, ini bertujuan untuk mentidak stabilkan emosi kita karena sebelumnya otak dan jiwa kita telah dikendalikan oleh video tersebut. Wajah Squidward mulai diberi efek yang cukup menyeramkan bagi anak - anak untuk ditonton.

Kemudian, ada tirai dan muncul kepala Squidward secara perlahan dengan wajah sedih dan mengeluarkan darah dari matanya, suasana menjadi hening dan terlihat depresi yang luar biasa yang mengendalikan emosi kita dilatarbelakangi suara berisik yang menganggu. Setelah itu, Squidward mengambil pistol, dan menarik pelatuk pistol di kepalanya. Ia pun bunuh diri. Itulah mengapa Red Mist juga sering disebut sebagai episode Squidward Suicide.

Dari segi video, memang video ini tidak tampak seperti video serial Spongebob yang kita tonton selama ini. Selain itu, dari segi psikologis video ini memang benar-benar bisa mempengaruhi anak-anak. Tidak heran jika pihak Nickelodeon berusaha melenyapkan episode Red Mist ini walaupun sulit.

Tadinya, saya berniat untuk menambah gambar untuk ulasan kali ini. Namun, ditengah penulisan, saya menjadi bimbang karena menurut saya gambarnya cukup menyeramkan (kalau saya pasang nanti saya gak berani buka blog lagi deh). Akhirnya, saya putuskan untuk tidak memasangnya. Bagi yang ingin melihat gambarnya dapat di search di google gambar atau coba buka web yang saya cantumkan dibawah ini. Jika ingin melihat episodenya, dapat melihatnya di http://www.youtube.com/watch?v=ldnWyy-nnOU.

sumber:
http://wahw33d.blogspot.com/2011/09/red-mist-episode-terlarang-spongebob.html
vahn-saryu1.blogspot.com/.../red-mist-episode-misterius-serial.html

Rabu, 21 Desember 2011

Laura (Film Katolik)

Sepenggal Kisah Beata Laura

Pada tanggal 16 Desember yang lalu, SMA Regina Pacis Jakarta mengadakan acara nonton bareng film "Laura". Acara yang diselenggarakan di ruang senam ini mendapat antusiasme yang cukup besar dari murid-murid Regina Pacis.

Cuplikan Film Laura



Sebelum pemutaran film, wakil dari Don Bosco Production menyampaikan sepenggal kisah, sinopsis dari film ini sebagai kata pengantar. Akhirnya, film pun diputar sekitar pukul 08.00. Film dengan durasi hampir dua jam ini menghipnotis seluruh penonton. Bahkan ada yang menangis karena terbawa suasana. Namun, ada beberapa teman yang tidak serius menyaksikan. Ada juga yang terpaksa menonton, sekadar absen dan mendapat nilai.

Berikut ringkasan / sinopsisnya:

Film ini menceritakan sepenggal kisah dari Beata Laura Vicuna (1891-1904), seorang gadis muda Chile yang rela jadi martir Kristus demi mempertobatkan ibunya dari dosa karena memilih hidup tanpa ikatan perkawinan dengan laki-laki petualang yang kaya raya.

Laura Carmen Vicuna lahir dari keluarga sederhana pada tanggal 5 April 1891 di Santiago, Chile. Ayahnya meninggal karena penyakit paru-paru basah, tidak lama setelah ibunya melahirkan adiknya. Sepeninggal ayahnya, ibu Laura berjuang seorang diri membesarkan anak-anaknya, pindah dari satu kota ke kota lain, dan bergonta-ganti pekerjaan. Perjuangan yang tidak mudah bahkan tidak mulus berulang-ulang dialaminya. Musibah besar terjadi ketika rumahnya dirampok dan uang hasil susah-payahnya bekerja dicopet.

Laura ingin sekali bersekolah, namun tidak kesampaian mengingat kondisi ibunya yang sedang susah. Ia pun menahan keinginannya itu karena ia tahu ibunya tidak memiliki uang. Keadaan tiba-tiba berubah saat mereka sekeluarga tak sengaja bertemu dengan lelaki hidung belang yang kaya raya bernama Manuella. Ibu Laura diterima bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumahnya. Singkat cerita, ibu Laura akhirnya dipersunting oleh Tuan Manuella dan hidup dalam kemewahan. Namun mereka tidak terikat dalam perkawinan resmi (sakramental).

Laura dan adiknya masuk ke asrama suster-suster FMA. Laura menemukan jati dirinya di asrama tersebut, berulangkali dia menjadi juara kelas. Hal yang membahagiakannya adalah ketika menerima Komuni Pertama dan Medali Anak Maria.

Namun ada hal mengganjal di hatinya karena hubungan ibunya dengan Manuella adalah perkawinan yang belum direstui Gereja dan Laura menganggap hal itu sebagai dosa besar. Manuella marah karena diceramahi oleh "anak bawang" yang telah ia biayai selama ini. Bahkan, Manuella mencoba untuk memperistri Laura yang saat itu baru berusia 13 tahun. Laura dan ibunya menolak sehingga berulang kali mendapat perlakuan kasar dari Manuella. Laura lebih memilih mati daripada berdosa.

Dalam penderitaan batin karena ulah ayah tirinya, Laura mendapat penderitaan lagi karena ia tidak diperkenankan menjadi aspiran di biara suster FMA sehubungan dengan status nikah ibunya. Penderitaan menjadi lengkap setelah akhirnya ia positif terkena penyakit paru-paru. Laura meninggal dengan damai setelah menerima Sakramen Orang Sakit. Ibu Laura sangat terpukul dengan peristiwa yang tidak mungkin dilupakannya. Akhirnya ia bertobat dengan meninggalkan Manuella dan semua kekayaannya.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan Beata Laura Vicuna dalam bukunya yaitu For Love of My Mother, tulisan M. Domenica Grassiano. Karya Don Bosco Production ini merupakan film rohani Katolik dalam negeri pertama yang dibuat menurut standar sinematografi profesional.. Film dengan durasi hampir dua jam ini disutradarai oleh Lie Ping dan dibintangi oleh artis-artis terkenal, seperti Sheila Marcia, Mario Lawalata, Maya, Santana dan Yurike Prastika.

Sosok Laura diperankan oleh Sheila Marcia (21). Peran ini sangat berbeda dengan kehidupan masa lalu nya. Sheila mengatakan bahwa ia siap jika nanti dia menjadi pro dan kontra. Teman-temannya pun heran mengapa ia mau memerankan Laura, apalagi dengan honor yang tidak sebesar seperti biasanya. Namun Sheila percaya, pasti ada rencana yang indah di balik film ini.

Pastor Petrus Tukan, penerjemah buku For Love of My Mother sekaligus produser film ini, berharap film ini dapat menjadi berkat bagi masyarakat Indonesia umumnya dan umat beriman khususnya.

Bagi yang ingin menyaksikan film "Laura", dapat menantikannya di stasiun MNC TV yang kabarnya akan menayangkan film ini pada hari natal. Selain itu, film ini akan dijual dalam bentuk DVD bersama buku terjemahannya mulai Januari 2012. Selamat menyaksikan.

Tokoh-tokoh dalam film Laura:
Laura.............................Sheila Marcia
Mercedes (ibu Laura)........Maya
Yosef (ayah Laura)...........Arieska Yulianto
Yulia (adik Laura).............Asharia Sabrina
Manuel...........................Mario Lawalata
Irene (teman laura)..........Febie Nayoan
Sr. Fransiska....................Chatarina Sihombing
Pastor Pedro...................Santana

Akhirnya saya temukan posternya! Ini dia!!

Poster Film Laura






Rabu, 14 Desember 2011

Temple Grandin (film)

Autis Bukan Akhir Segalanya


Nature is cruel but we don't have to be. We owe them some respect. I touched the first cow that was being stunned. In a few seconds it was going to be just another piece of beef, but in that moment it was still an individual. It was calm and then it was gone. I became aware of how precious life was... -Temple Grandin
Kemarin malam, seperti biasanya saya iseng-iseng nonton tv, cari acara yang bagus. akhirnya tangan sayapun berhenti menggonta-ganti saluran tatkala menyaksikan akting Claire Danes yang sangat hebat dalam film Temple Grandin di HBO signtature. Saya agak menyesal karena tak menonton dari awal. Film ini benar-benar membuat saya stunning, tak berkedip. Berikut ringkasannya:

Temple Grandin sejak kecil sudah divonis sebagai penyandang autisme (manakala yang dulu belum familiar dan digolongkan sebagai gangguan kejiwaan skizofrenia). Sewaktu dilahirkan, sang dokter menyarankan ibu Grandin untuk memasukannya ke dalam rumah sakit jiwa. Namun, ibu Grandin, Eustacia (Julia Ormond), menolaknya dan memilih untuk membesarkannya sendiri.

Grandin pun tumbuh di lingkungan peternakan. Ia baru bisa bicara ketika berumur 4 tahun dan kerap kali diejek oleh teman-teman di sekolahnya. Dia kesulitan mempelajari pelajaran bahasa dan aljabar. Namun, ia memiliki kemampuan photographic memory yang luar biasa. Semua objek yang pernah dilihatnya, baik sekilas, atau sudah lama sekali, dapat digambarkannya secara rinci dan jelas. Bakat ini pertama kali diketahui oleh Professor Carlock (David Strathairn) selaku guru sains di sekolahnya. Ia menyadari Grandin melihat dunia dengan cara yang tidak biasa. Grandin bahkan bisa memecahkan masalah perspektif sudut pandang dan logika sains yang tidak dimengerti teman-teman sebayanya. Professor Carlock meyakinkan Temple untuk masuk universitas, dan membayangkannya sebagai sebuah 'pintu menuju dunia baru'. Grandin lulus dengan luar biasa dan masuk universitas.

Well, I am not cured, I'll always be autistic. My mother refused to believe that I wouldn't speak. And when I learned to speak, she made me go to school.- Temple Grandin

Ia mendalami peternakan dan penjagalan hewan. Tak jarang ia diusir dari peternakan yang dikunjunginya karena dianggap sok tahu dan menggangu. Namun akhirnya dia menciptakan sistem peternakan yang manusiawi dan efisien. Sistem ini didapatkan dari penelitian akan lenguhan hewan ternak dan kemampuan visualisasinya yang luar biasa hingga Grandin dapat memposisikan dirinya sebagai hewan ternak (berkat autismenya). Ia membuat tulisan-tulisan yang awalnya ditolak mentah-mentah oleh dosennya. Setelah perjuangan panjang, tulisannya dimuat di majalah-majalah tersohor kelas dunia. Ia juga menciptakan mesin peluk yang membuat anak-anak autis dapat merasakan hangatnya pelukan karena masalah bersosialisasi yang dialami anak autis.

Film ini benar-benar membangun, menumbuhkan keyakinan bahwa autis bukanlah akhir dari segalanya.

Temple Grandin


 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates