Tampilkan postingan dengan label Katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katolik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

Kartu ucapan E Cards Selamat Natal: Merry Christmas!

Halo!! Selamat Natal bagi yang merayakan! Juga selamat liburan! Oh ya, selamat seminggu sebelum tahun baru juga ya!! Ini e-cards fresh from the oven, by me! Oh ya, opui itu mahkluk kuning yang ada di pojok kanan bawah (bukan kiri loh). Dia maskot resmi depimomo, hak paten, dilindungi undang-undang deh (ada undang dibalik bakwan #eh)




Perasaan pernah liat? Iya, emang kalian pernah liat kok di sini:
Napak Tilas Maskot Resmi Depimomo
Ketika Maskot Hidup

Tapi dulu dia belom bernama. Sekarang, dia udah punya nama loh!! Namanya opui.

Kenapa opui? awalnya, waktu itu lagi pulang sekolah dan hari itu saya membawa tas jinjing bekal. Di tas itu tertulis 'indonesia'

seperti ini:


Nah tas itu kan dijinjing-jinjing, jadi kalo dibawa keliatannya terbalik. Sekarang coba balik layar laptop, hp, komputer, atau apapun gadget Anda sambil melihat gambar itu!!! Relize something??

ini kalau kalian gagal membalik:


see? indo dibalik jadi opui, opui dibalik jadi indo. Jadi, selain melambangkan depimomo yang bulat suka warna kuning dan balon, maskot ini juga menunjukkan kecintaan depimomo atas tanah airnya, Indonesia! Wow, dalem kan?

Jangan khawatir, ini ada kartu ucapan atau e-card untuk kalian! Tinggal isi nama kalian di kolom yang kosong (pakai apapun, paint, corel, photoshop, power point, word, dst, dsb, dll). Oh ya kartu ucapan atau e card ini free alias gratis! Nomor perkenalan lah hihi. Tinggal klik kanan lalu save picture as aja deh..


Happy holiday! Merry Christmas and Happy New Year!

Rabu, 06 Februari 2013

Kumandang Syukur (Puisi)


Embun di pagi buta
Mengundang lebah berdendang
Menyapa indahnya surya
Dengan kumandang syukurnya

Aku bangkit
Menelan semua kesedihan kemarin
Karena hari ini hari baru
Yang patut disambut dengan haru

Alam raya berkumandang
Lebah masih berdendang
Aku bersenandung
Bersama syukuri limpahan nikmat

Curahan berkat

Dan jutaan nikmat

Yang tak pernah berhenti mengalir
Dari Bapa-ku di surga
Bapa kita semua

Latar belakang penulisan: 
Puisi ini saya buat dalam waktu kurang dari sepuluh menit sewaktu retret di Puspanita, Ciawi, 2-2-2013. Saat itu menjelang Ibadat penutupan. 

Selasa, 25 Desember 2012

Merry Christmas All!

Selamat Hari Natal Bagi Mereka Yang Merayakannya! GBU!


Rahasia Dibalik Lagu 'Twelve Days of Christmas'

Tahu lagu 'Twelve Days of Christmas'? Lagu ini memang sangat populer bagi mereka yang merayakan natal. Bagi banyak orang, lagu ini mungkin hanya lagu natal biasa tanpa maksud tersembunyi, hanya lagu ceria sebagai pemanis di waktu natal. Apalagi liriknya yang lucu dan tak masuk akal. Lihat saja lirik lengkapnya, full lyric of twelve days of christmas, plus video, di bawah ini:


Disini liriknya:
On the first day of Christmas, 

my true love sent to me 

A partridge in a pear tree.



On the second day of Christmas, 

my true love sent to me 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the third day of Christmas, 

my true love sent to me 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the fourth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the fifth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the sixth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the seventh day of Christmas, 

my true love sent to me 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the eighth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 


On the ninth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree. 



On the tenth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Ten lords a-leaping, 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 
Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree. 



On the eleventh day of Christmas, 

my true love sent to me 

Eleven pipers piping, 

Ten lords a-leaping, 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 
Three French hens, 
Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree. 



On the twelfth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Twelve drummers drumming, 

Eleven pipers piping, 

Ten lords a-leaping, 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 
Four calling birds, 
Three French hens, 
Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree!


Ini Videonya:


Liriknya memang agak panjang, tapi coba perhatikan, liriknya sebenarnya hanya di ulang-ulang. Dari hari pertama yang cuma dapat satu hadiah, sampai hari keduabelas yang dapat banyak hadiah.

Walau terkesan biasa, ternyata lagu ini pernah dipakai sebagai alat pengajaran agama Katolik kepada anak kecil secara diam-diam pada abad ke-16. Jadi, pada waktu itu, agama Katolik dilarang di Inggris. Hanya gereja Angelikan yang diijinkan. Oleh karena itu, penganut agama Katolik menjalankan ibadat dengan sembunyi-sembunyi karena jika ketahuan akan dihukum, bahkan bisa digantung. Nah, para orang tua yang beragama Katolik bingung bagaimana melanjutkan agama Katolik kepada anak-cucu mereka tanpa ketahuan. Akhirnya mereka membuat lagu yang penuh kode ini. Kode yang merujuk pada doktrin Gereja Katolik. Apa saja doktrinnya? Mari kita lihat satu persatu:


1. A partridge in a pear tree
Ayam hutan di atas pohon pir melambangkan pengabdian dan keberanian yang sangat besar hingga rela mengorbankan dirinya. Induk ayam rela melindungi anak-anaknya bahkan rela mati, seperti Kristus. Oleh karena itu, hadiah pertama ini melambangkan Yesus Kristus yang lahir di dunia.
2. Two turtle doves
Dua merpati melambangkan perjanjian lama dan perjanjian baru sekaligus simbol kebenaran dan perdamaian.
3. Three french hens
Tiga ayam betina pada waktu itu adalah hidangan yang sangat mahal, untuk raja. Ini melambangkan tiga hadiah yang dibawa waktu kelahiran Yesus: emas, kemenyan, dan mur.
4. Four calling birds
Melambangkan empat penulis perjanjian baru: Matius, Markus, Lukas, Yohanes.
5. Five golden ring
Lima cincin emas melambangkan lima kitab pertama dalam perjanjian lama atau yang biasa disebut dengan "Hukum Musa / Torah"
6. Six geese a-laying
Enam angsa yang sedang mengeram melambangkan enam hari penciptaan. Telur menandakan akan kelahiran/penciptaan.
7. Seven swans a swimming
Tujuh angsa yang sedang berenang melambangkan 7 karunia Roh Kudus (Roma 12:6-8). Bila kita menjalankan ketujuhnya, maka hidup kita akan seindah dan selancar angsa di atas air.
8. Eight maids a-milking
Delapan pemerah susu melambangkan delapan jenis manusia seperti yang terdapat dalam Matius 5:3-10. Selain itu, pada jaman itu pemerah susu adalah pekerjaan hina sehingga melambangkan Kristus yang datang tanpa melihat harta, umur, ras, dsb.
9. Nine ladies dancing
Sembilan wanita menari melambangkan 9 buah-buah roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri.
10. Ten lords a leaping
Sepuluh bangsawan melambangkan 10 perintah Allah
11. Eleven pipers piping
Melambangkan 11 murid Yesus yang tersisa yang mewartakan kabar gembira ke seluruh dunia.
12. Twelve drummers drumming
Melambangkan 12 poin penting dalam Syahadat Para Rasul / Aku Percaya.

Itu dia rahasia, secert behind twelve days of christmas song. 

dari: Stories behind best-loved songs of christmas

Minggu, 24 Juni 2012

Ucapan Berbahagia Versi Iblis


Wah, harus dihindari nih kalau gak mau 'berbahagia' sama iblis!

Berbahagialah orang yang terlalu capek karena kesibukan mereka sehingga tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Mereka adalah anak-anakku yang mengerti kerinduan hatiku yang terdalam

Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang telah mereka perbuat. Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.

Berbahagialah mereka yang terlalu sensitif, dengan sedikit 'sentilan' saja mereka akan tersinggung. Mereka akan kurang bersemangat dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan. Mereka adalah fansku yang setia.

Berbahagialah mereka yang disebut pembuat masalah. Mereka adalah anak-anakku.

Berbahagialah mereka yang selalu mengeluh, karena benih bersungut-sungut yang telah kutabur bertumbuh subur didalam hati dan lidah mereka.

Berbahagialah orang yang mengasihi Tuhan namun membenci saudaranya. Mereka akan bersama denganku selamanya.

Berbahagialah orang yang suka bergosip hingga menimbulkan perpecahan. Mereka telah menyenangkan hatiku.

Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, maupun kejahatan dengan kejahatan. Mereka akan mendapat upahnya.

Berbahagialah orang yang egois dan tidak mempedulikan orang lain. Merekalah pengikut setiaku.

Berbahagialah mereka yang merasa tulisan ini cocok untuk orang lain. Mereka ada dalam genggamanku.

Rabu, 21 Desember 2011

Laura (Film Katolik)

Sepenggal Kisah Beata Laura

Pada tanggal 16 Desember yang lalu, SMA Regina Pacis Jakarta mengadakan acara nonton bareng film "Laura". Acara yang diselenggarakan di ruang senam ini mendapat antusiasme yang cukup besar dari murid-murid Regina Pacis.

Cuplikan Film Laura



Sebelum pemutaran film, wakil dari Don Bosco Production menyampaikan sepenggal kisah, sinopsis dari film ini sebagai kata pengantar. Akhirnya, film pun diputar sekitar pukul 08.00. Film dengan durasi hampir dua jam ini menghipnotis seluruh penonton. Bahkan ada yang menangis karena terbawa suasana. Namun, ada beberapa teman yang tidak serius menyaksikan. Ada juga yang terpaksa menonton, sekadar absen dan mendapat nilai.

Berikut ringkasan / sinopsisnya:

Film ini menceritakan sepenggal kisah dari Beata Laura Vicuna (1891-1904), seorang gadis muda Chile yang rela jadi martir Kristus demi mempertobatkan ibunya dari dosa karena memilih hidup tanpa ikatan perkawinan dengan laki-laki petualang yang kaya raya.

Laura Carmen Vicuna lahir dari keluarga sederhana pada tanggal 5 April 1891 di Santiago, Chile. Ayahnya meninggal karena penyakit paru-paru basah, tidak lama setelah ibunya melahirkan adiknya. Sepeninggal ayahnya, ibu Laura berjuang seorang diri membesarkan anak-anaknya, pindah dari satu kota ke kota lain, dan bergonta-ganti pekerjaan. Perjuangan yang tidak mudah bahkan tidak mulus berulang-ulang dialaminya. Musibah besar terjadi ketika rumahnya dirampok dan uang hasil susah-payahnya bekerja dicopet.

Laura ingin sekali bersekolah, namun tidak kesampaian mengingat kondisi ibunya yang sedang susah. Ia pun menahan keinginannya itu karena ia tahu ibunya tidak memiliki uang. Keadaan tiba-tiba berubah saat mereka sekeluarga tak sengaja bertemu dengan lelaki hidung belang yang kaya raya bernama Manuella. Ibu Laura diterima bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumahnya. Singkat cerita, ibu Laura akhirnya dipersunting oleh Tuan Manuella dan hidup dalam kemewahan. Namun mereka tidak terikat dalam perkawinan resmi (sakramental).

Laura dan adiknya masuk ke asrama suster-suster FMA. Laura menemukan jati dirinya di asrama tersebut, berulangkali dia menjadi juara kelas. Hal yang membahagiakannya adalah ketika menerima Komuni Pertama dan Medali Anak Maria.

Namun ada hal mengganjal di hatinya karena hubungan ibunya dengan Manuella adalah perkawinan yang belum direstui Gereja dan Laura menganggap hal itu sebagai dosa besar. Manuella marah karena diceramahi oleh "anak bawang" yang telah ia biayai selama ini. Bahkan, Manuella mencoba untuk memperistri Laura yang saat itu baru berusia 13 tahun. Laura dan ibunya menolak sehingga berulang kali mendapat perlakuan kasar dari Manuella. Laura lebih memilih mati daripada berdosa.

Dalam penderitaan batin karena ulah ayah tirinya, Laura mendapat penderitaan lagi karena ia tidak diperkenankan menjadi aspiran di biara suster FMA sehubungan dengan status nikah ibunya. Penderitaan menjadi lengkap setelah akhirnya ia positif terkena penyakit paru-paru. Laura meninggal dengan damai setelah menerima Sakramen Orang Sakit. Ibu Laura sangat terpukul dengan peristiwa yang tidak mungkin dilupakannya. Akhirnya ia bertobat dengan meninggalkan Manuella dan semua kekayaannya.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan Beata Laura Vicuna dalam bukunya yaitu For Love of My Mother, tulisan M. Domenica Grassiano. Karya Don Bosco Production ini merupakan film rohani Katolik dalam negeri pertama yang dibuat menurut standar sinematografi profesional.. Film dengan durasi hampir dua jam ini disutradarai oleh Lie Ping dan dibintangi oleh artis-artis terkenal, seperti Sheila Marcia, Mario Lawalata, Maya, Santana dan Yurike Prastika.

Sosok Laura diperankan oleh Sheila Marcia (21). Peran ini sangat berbeda dengan kehidupan masa lalu nya. Sheila mengatakan bahwa ia siap jika nanti dia menjadi pro dan kontra. Teman-temannya pun heran mengapa ia mau memerankan Laura, apalagi dengan honor yang tidak sebesar seperti biasanya. Namun Sheila percaya, pasti ada rencana yang indah di balik film ini.

Pastor Petrus Tukan, penerjemah buku For Love of My Mother sekaligus produser film ini, berharap film ini dapat menjadi berkat bagi masyarakat Indonesia umumnya dan umat beriman khususnya.

Bagi yang ingin menyaksikan film "Laura", dapat menantikannya di stasiun MNC TV yang kabarnya akan menayangkan film ini pada hari natal. Selain itu, film ini akan dijual dalam bentuk DVD bersama buku terjemahannya mulai Januari 2012. Selamat menyaksikan.

Tokoh-tokoh dalam film Laura:
Laura.............................Sheila Marcia
Mercedes (ibu Laura)........Maya
Yosef (ayah Laura)...........Arieska Yulianto
Yulia (adik Laura).............Asharia Sabrina
Manuel...........................Mario Lawalata
Irene (teman laura)..........Febie Nayoan
Sr. Fransiska....................Chatarina Sihombing
Pastor Pedro...................Santana

Akhirnya saya temukan posternya! Ini dia!!

Poster Film Laura






 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates