Tampilkan postingan dengan label bait. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bait. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Sekolah Dambaanku

Tulisan berikut diikutsertakan dalam 
'Sekolah Dambaanku Blog Competition'


Setiap orang pasti memiliki angan tersendiri dalam hidupnya. Bisa jadi pacar idaman, rumah impian, atau bahkan sekolah dambaan. Ya, setiap individu yang terlibat di dalam sekolah, baik itu guru, kepala sekolah, pegawai, dan tentunya para siswa, pasti memiliki bayangan tersendiri akan institusi yang satu ini. Tak terkecuali saya yang sudah 11 tahun merasakan pahit-manisnya dunia pendidikan di Indonesia.

Sekolah bagaikan rumah kedua bagi para siswa. Pasalnya, siswa menghabiskan sepertiga harinya (bahkan lebih) untuk bersekolah. Sebagai tempat untuk menuntut ilmu, sekolah memiliki beberapa aspek yang saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Aspek-aspek tersebut antara lain guru, fasilitas sekolah,  lingkungan sekolah, hubungan guru dan orang tua, hubungan antar siswa, mata pelajaran, tugas dan pekerjaan rumah, serta bentuk ujian kelulusan. Seluruh aspek tersebut sama pentingnya dan perlu diperhatikan oleh seluruh warga sekolah agar situasi sekolah yang kondusif-efektif dapat tercapai.

Sekolah dambaan menurut versi saya, merupakan sebuah sekolah di mana aspek-aspeknya saling bersatu padu menjadi koheren dan solid. Berikut uraian empat aspek yang saya tekankan dalam sekolah dambaan saya:



1. GURU

Siswa mana yang tidak kenal dengan "Pahlawan tanpa tanda jasa" yang satu ini? Menurut saya, julukan tersebut tidaklah berlebihan: mayoritas guru di Indonesia memang patut dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa alias kurang dihargai. Banyak guru yang memiliki bakat dan potensi kurang dihargai dan diperhatikan oleh pihak sekolah maupun pemerintah. Gaji rendah, jam kerja yang padat, sulitnya mendapatkan sertifikasi dan kurangnya penghargaan menjadikan guru kurang termotivasi untuk memberikan performa terbaik mereka saat mengajar. Ada yang sering terlambat masuk kelas, hanya memberikan soal-soal latihan tanpa bimbingan yang memadai, hingga (ter)tidur di kelas. 



Profesi guru menjadi momok tersendiri dan baru dilakoni jika cita-cita utama gagal. Berbeda dengan yang terjadi di negara maju, menjadi guru di Indonesia adalah hal yang mudah. Banyak guru yang memiliki gelar non S.Pd, alias mereka pada awalnya jelas-jelas tidak memutuskan untuk menjadi guru. Profesi guru dianggap sebagai 'profesi cadangan'. Tidak ada ekslusifitas dan kualifikasi tersendiri untuk menjadi seorang guru. Padahal, untuk menjadi guru dibutuhkan kemampuan untuk mendidik yang lebih ditekankan bagi mereka yang hendak mendapatkan gelar S.Pd, bukan sekadar pandai dalam hal materi pelajaran. 

Seandainya sekolah dambaan saya menjadi kenyataan, saya menginginkan agar para guru mendapatkan perhatian dan penghargaan khusus dari pihak sekolah maupun pemerintah. Dengan demikian, para guru memiliki mood booster dan lebih terpacu untuk melakukan performa terbaiknya. Selain itu, saya mendambakan guru menjadi sebuah profesi ekslusif dan terpandang yang sejajar dengan dokter, pengacara, bahkan politikus. Mereka yang hendak menjadi guru harus siap dan mampu mengemban tugas untuk mentransfer ilmunya dengan baik kepada murid-muridnya. Akhirnya, proses belajar-mengajar yang ada menjadi lebih efektif dan efisien.




2. FASILITAS DAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Fasilitas dan lingkungan sekolah juga ikut andil dalam menciptakan situasi belajar-mengajar yang kondusif. Fasilitas yang terdapat dalam sekolah tidak perlu terlalu berlebihan (kolam renang, pusat kebugaran, dsb), yang terpenting adalah fasilitas tersebut memadai dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Menurut saya, fasilitas yang ada di sekolah saya sudah cukup menggambarkan fasilitas yang memadai. Fasilitas yang diperuntukkan bagi siswa antara lain: R. kelas, Toilet, UKS, Perpustakaan, Lapangan, Kantin, Laboratorium (fisika, kimia, biologi, bahasa inggris), R. Komputer, R. Musik, R. Senam, R. Serbaguna, R. OSIS, R. Konseling, R. Doa, R. Audio visual, Auditorium, serta Toko sekolah. Tidak lupa fasilitas penunjang juga disediakan untuk guru dan karyawan yaitu: R. Tata usaha, R. Guru, R. Kepala sekolah, Pantry, Gudang, serta Toilet khusus guru dan karyawan. 


Lingkungan sekolah yang dibutuhkan adalah sebuah lingkungan yang asri, rindang, bersih, dan tenang sehingga dapat meningkatkan konsentrasi siswa dan memacu semangat belajar-mengajar guru dan siswa. Untuk mewujudkannya, butuh tekad dan aksi dari seluruh unsur sekolah. Bukan hanya karyawan dan guru saja, siswa yang notabene jumlahnya paling banyak juga harus turut menjaga kenyamanan lingkungan sekolah. Hendaknya sekolah memberlakukan (benar-benar memberlakukan, tidak hanya ditulis dalam peraturan sekolah saja) sanksi yang menimbulkan efek jera bagi mereka yang mencederai kenyamanan lingkungan sekolah (membuang sampah sembarangan, membuat kegaduhan, dsb) serta memberikan ganjaran yang setimpal bagi siswa yang menjaga lingkungan sekolah sehingga lingkungan sekolah yang kondusif bagi kegiatan belajar mengajar dapat dipertahankan.


3. TUGAS DAN PEKJERJAAN RUMAH

Tugas dan pekerjaan rumah sangat diperlukan bagi para siswa agar dapat melatih diri dan mengulang pelajaran yang telah dibahas di sekolah. Namun terkadang, banyak pekerjaan rumah yang 'berbentrokan' dalam satu hari. Terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam waktu yang singkat sehingga banyak siswa yang memutuskan untuk  mencari jalan tengah yaitu dengan cara menyalin pekerjaan teman. Hal ini sudah lazim terjadi sehingga sudah dianggap sebagai 'kebohongan putih'.


Tugas yang diberikan kepada murid seharusnya tidak berlebihan. Caranya, guru berkomunikasi dengan guru yang lain perihal tugas yang akan diberikan kepada suatu kelas dan juga jadwal pengumpulannya. Kemudian, guru merundingan jumlah tugas yang tidak berlebihan serta jadwal pengumpulan yang tidak berbentrokan. Dengan demikian, penumpukan tugas pada hari tertentu dapat dihindari. 

Masalah yang sering terjadi pada siswa pada saat mengerjakan tugas adalah kebosanan. Hal ini terjadi karena tugas yang diberikan terlalu teoritis, monoton, dan tidak menarik. Oleh karena itu, guru dituntut agar dapat memberikan tugas yang tidak menyulitkan para siswa namun materi pelajaran tetap dapat tersampaikan dengan baik. Untuk pelajaran biologi misalnya, dapat diberikan tugas per kelompok untuk membuat model-model sel (sel saraf, sel epitel, dsb) beserta keterangan dan penjelasannya. Kemudian, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. 

Bisa juga soal yang diberikan tidak terlalu monoton yaitu dengan menyajikan soal dalam bentuk soal cerita. Untuk pelajaran fisika misalnya, soal mengenai energi dapat dibuat menjadi lebih menarik dengan cara menjadikannya soal cerita seperti berikut:

"Pada saat makan siang, Andi yang bermassa 70 kg memakan roti isi daging yang mengandung energi sebesar 1000 kJ. Andi ingin menghilangkan energi dari roti tersebut dengan cara melakukan push up. Setiap push up, ia harus menaikkan pusat massanya setinggi 20 cm dari tanah. Berapa banyak push up yang harus ia lakukan?". 

Soal tersebut tentunya lebih menarik dibandingkan soal to the point yang terasa menjemukan. 


4. BENTUK UJIAN AKHIR

Bentuk ujian akhir yang ada saat ini menurut saya terlalu berorientasi pada nilai. Selain itu, bentuk ujian yang ada saat ini juga lebih mementingkan kepada hasil ujian yang lebih bersifat instan (3-4 hari) dan kurang mementingkan proses yang telah dilalui (bertahun-tahun di SD, SMP, atau SMA dapat gagal karena ujian ini). Hal ini menyebabkan masyarakat memandang prestasi belajar hanya dari pencapaian nilai yang tinggi, bukan pada prosesnya. Akibatnya, siswa dipaksa untuk mencapai nilai yang tinggi. Tak heran jika siswa akhirnya menghalalkan berbagai cara untuk menghindari kegagalan. Mulai dari menyontek, membeli kunci jawaban, dan melakukan kecurangan-kecurangan lainnya.   

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menceritakan tentang sistem pendidikan yang berlaku di Jepang. Ada satu hal yang menarik bagi saya: semua siswa di Jepang pasti naik kelas dan lulus. Bukan karena semua siswa di Jepang memiliki otak brilian, ada juga yang rata-rata, sama seperti di Indonesia. Bedanya, mereka yang kurang memahami suatu materi dan gagal pada ujian kenaikan kelas (ada nilai merah istilahnya) tetap naik kelas. Para gurulah yang bertanggung jawab untuk mengajarkan materi tersebut selama libur musim panas sampai anak tersebut cukup mengerti dan bisa mengikuti tahun ajaran berikutnya.  


Begitu pula dengan ujian akhir. Ujian akhir yang diselenggarakan sama dengan ujian kenaikan kelas dan semua siswa pasti lulus. Yang membedakan ujian kenaikan kelas dengan ujian akhir adalah ujian akhir dipergunakan sebagai bahan acuan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, apakah siswa tersebut mampu untuk masuk ke sekolah favorit atau tidak. Dengan demikian, tidak terjadi pemborosan waktu dan biaya, siswapun 'hemat umur'.

Saya membayangkan alangkah baiknya jika Indonesia dapat mengadaptasi sistem pendidikan di Jepang. Setidaknya, ujian akhir yang diselenggarakan bukan menjadi patokan lulus tidaknya siswa tersebut, melainkan sebagai bahan evaluasi bagi sekolah, guru, dan dunia pendidikan di Indonesia. 

Satu lagi, menurut saya ujian yang hanya terpaku pada teori juga kurang efektif. Pasalnya, yang nantinya akan lebih dibutuhkan di dunia 'nyata' alias dunia kerja adalah kemampuan praktik (skill) dan perilaku. Oleh karena itu, ujian akhir berbentuk praktik yang mengutamakan kemampuan dan perilaku juga perlu dilaksanakan agar siswa tidak 'kaget' begitu memasuki dunia kuliah dan dunia kerja.


Itulah bayangan saya akan sekolah dambaanku. Harapan saya bagi pendidikan di Indonesia adalah semoga pendidikan di Indonesia dapat selangkah lebih maju (berikutnya baru bisa berlari bersama negara-negara lain) dan harapan saya akan sekolah dambaan bisa terealisasikan walaupun tidak sampai 100%. Bagaimana bayanganmu akan sekolah dambaan?



Sabtu, 13 April 2013

100 Fakta Tentang Depimomo


Wah, gak kerasa ya  udah 100 post aja! Di post ke 100 ini akan dibahas 100 fakta unik seputar depimomo.blogspot.com cekidot!
  1. Nama blog ini (depimomo) merupakan nama panggilan si empunya blog saat SMP
  2. Depi = devi
  3. Momo = monica = monic = moniczzz= monique = alay -_-
  4. Blog ini dibuat sekitar mei 2008
  5. Pada saat itu, empunya blog masih kelas 8
  6. Dan dia nggak ngerti apa-apa soal blog
  7. Juga jarang pake internet
  8. Serta baru bikin email tahun sebelumnya
  9. Itupun bikin karena tugas komputer
  10. Bikinnya di sekolah pula 
  11. Blog ini dibuatkan oleh teman-teman si empunya blog
  12. Tujuan nista blog ini semula: blog sampah yg dipergunakan untuk menambah follower teman-teman si empunya blog
  13. Karena si empunya blog ini ga punya internet di rumah, maka blog ini terbengkalai
  14. Selain itu, dia juga ga ngerti fungsinya blog
  15. Dan juga lupa passwordnya
  16. Lalu, blog ini diaktifkan lagi November 2010
  17. Saat itu, si empunya blog sudah mengenal internet
  18. Dan hal-hal nista lainnya (akibat internet)
  19. Ketika itu, empunya blog sedang butuh penyaluran bakatnya yang membludak (halah -_-)
  20. Untuk menyimpan tugas,
  21. Hal-hal unik menarik,
  22. Keluh kesah,
  23. Dan eksis di dunia maya
  24. Lalu, dia berencana membuat blog
  25. Ternyata, saat sudah mendaftar di blogger,
  26. Blogger menyatakan bahwa alamat emailnya sudah terdaftar!
  27. Dia pun teringat tatkala ia pernah membuat blog dulu
  28. Di rumah temannya
  29. Kemudian ia merecovery password
  30. Dan mendapatkan blognya kembali \(^_^)/
  31. Saat membuka blognya, ia langsung menutup mata
  32. Kenapa?
  33. Nggak, bukan porno
  34. Bukan hal gaib juga
  35. Tapi isinya satu post tentang curhat galau
  36. Ke salah seorang temannya
  37. Buru-buru ia hapus post itu
  38. Tak puas, ia langsung merombak habis-habisan blognya
  39. Ganti template untuk pertama kalinya
  40. Note: depimomo ganti template dua kali
  41. Kenapa gak banyak-banyak?
  42. Karena males edit HTML nya
  43. Ya, tiap ganti template pasti widgetnya berantakan
  44. Karena itu mesti edit di HTML nya
  45. Template pertama: default dari blogger, warnanya hijau yg tua renta
  46. Template kedua: default dari blogger dengan sedikit custom. Picture window dengan background yg tersedia di blogger dan bisa dipilih sendiri. 
  47. Background: kertas notebook putih bergaris dengan gambar-gambar dan coret-coretan matematika ala anak tk yang menurut saya kool
  48. Template ketiga: yang kalian lihat saat ini
  49. Empunya blog tidak berniat ganti template lagi (kecuali blogger memasksa (dinamis, u know) atau nemu template unyu lainnya yang nempel dihati atau udah bisa bikin template sendiri)
  50. Post terpopuler hingga detik ini: Tabel Trigonometri Lengkap
  51. Binggung juga, kayaknya biasa aja
  52. Mungkin karena ada tabel lengkapnya kali ya?
  53. Gede lagi
  54. Padahal sebenernya ternyata bisa diitung sendiri
  55. Dan yang di tabel itu ada yang udah dirasionalin dan belom
  56. Misalnya, ada yang masih satu per akar tiga (belom rasional) dan ada yang sepertiga akar tiga (udah rasional)
  57. Terus, blog ini juga punya tiga halaman lainnya
  58. Empunya ni Blog
  59. Keep in Touch..
  60. FAQ
  61. Ketiga laman itu bisa diklik lewat tombol-tombol kiyut yang ada di atas blog ini
  62. Itu loh, yang contact, about, dan FAQ
  63. Pasti jarang yang ngeklik
  64. Bulan teramai hingga saat ini: Oktober 2012, 3.647 viewer
  65. Hingga kini, sudah ada 47 negara yg pernah nyasar disini
  66. Negara yang paling sering nyasar: Indonesia
  67. Cuma devi yang ngadmin di sini (iyalah)
  68. Post pertama (exclude curhatan yg udah diapus) Kisah sepotong angan (puisi)
  69. Artikel favorit: Manfaat Kulit Kentang: Pembalut Luka, Obat Kanker
  70. Kenapa? Karena dapet 90 buat tugas persuasi BI
  71. Buku tamu alias chat box blog ini tersembunyi di tepi kanan blog
  72. Nama twitter empunya blog juga @depimomo
  73. Begitu juga media firenya
  74. Dan Flick nya
  75. Dan lain-lainnya
  76. Lalu, faktanya
  77. Ini bukan murni post ke 100
  78. Karena ada beberapa post yang di hapus
  79. Yaitu post aib 
  80. Hehehe
  81. Lalu, hingga detik ini, sudah ada 34.864 orang yang nyasar ke sini
  82. Dan ada 12 orang kee yang ngikutin depimomo
  83. Actualy
  84. Ada dua orang kembar yang ngikutin blog ini
  85. Liat aja di bagian follower
  86. Hehe
  87. Kedua orang itu adalah
  88. Saya sendiri
  89. Why?
  90. Waktu itu iseng mau ikutin blog
  91. Eh, ternyata bisa
  92. Tapi kok kelihatannya aneh ya?
  93. Ya sudah, di coba unfollow
  94. Eh, nggak bisa
  95. Kayak error gitu
  96. Jadinya malah ke follow dua kali
  97. Karena males
  98. Akhirnya dibiarin aja deh gitu
  99. Dan fakta terakhir..
  100. SI EMPUNYA BLOG BERHASIL MENULIS 100 FAKTA TENTANG BLOG INI!!! \(^o^)/

Selasa, 12 Maret 2013

Festival Topeng (Cerpen)


Cerpen karya Lan Fang ini benar-benar apik dan terjalin dengan rapi (bagi saya). Sederhana, tapi sarat makna. Pertama kali mengetahuinya dari ulangan Bahasa Indonesia analisis cerpen. Credit to lakonhidup.wordpress.com/2010/03/28/festival-topeng/

Cerpen Lan Fang (Jawa Pos, 28 Maret 2010)
1. Tidak ada
PERKENALKAN, namaku Prameswari. Kata orang tuaku, arti namaku adalah permaisuri. Karena aku dilahirkan dengan kecantikan seorang putri. Jadi sudah sepantasnya kalau orang tuaku berharap aku memiliki kemewahan hidup seorang permaisuri.
“Nasibmu akan menjadi istri pejabat tinggi yang kaya raya. Paling tidak pangkat suamimu itu adalah kepala desa,” begitulah ibu berharap aku mendapatkan suami yang kaya, berpangkat, dan mempunyai jabatan tinggi.
Nah, suamiku bernama Drajat Hartono. Kata orang tuanya, arti namanya adalah laki-laki yang berderajat dan berharta. Tetapi ternyata tidak ada hubungannya antara nama dengan nasib manusia. Karena suamiku bukan kepala desa apalagi pejabat tinggi yang kaya raya. Suamiku cuma seorang pembuat topeng.
Suamiku membuat wajah-wajah dari kayu. Ia membentuk kayu-kayu itu menjadi wajah tokoh-tokoh pewayangan. Ada wajah Kresna, manusia setengah dewa, titisan Dewa Wisnu. Ada wajah Bisma, putra Gangga, satria Hastinapura yang tidak bisa mati. Ada wajah Arjuna, salah satu Pandawa yang paling dipuja. Sampai ada pula wajah Durna, guru Hastinapura yang sangat dihormati.
Selain membuat topeng-topeng dengan wajah wayang, suamiku juga menerima pesanan topeng wajah yang disesuaikan dengan kehendak pemesannya. Ada yang memesan topeng wajah dengan mimik sedang tertawa lebar atau sedang tersenyum simpul. Ada juga yang minta dibikinkan topeng berwajah bijaksana dan berwibawa.
Sebetulnya aku kesal dengan pekerjaan suamiku. Karena pekerjaannya ini tidak menghasilkan uang setiap hari. Padahal kami butuh uang untuk makan setiap hari, bukan?
Bayangkanlah, setiap hari suamiku membuat berbagai macam topeng kayu. Ia menyerut kayu sampai permukaannya menjadi halus. Lalu membentuk mata, hidung, mulut dengan telaten sehingga topeng kayu itu benar-benar menyerupai wajah manusia. Tetapi sampai saat ini tidak ada yang membelinya.
Akhirnya, topeng-topeng itu hanya menumpuk di seluruh sudut ruangan rumah. Topeng-topeng itu tumpang tindih satu sama lain. Mata beradu telinga, telinga beradu hidung, hidung beradu mulut, mulut beradu mata. Kadang-kadang aku melihat mereka saling diam. Tetapi aku lebih sering melihat mereka bertengkar dan saling menggigit satu sama lain karena berebut tempat yang lebih leluasa.
“Minggir! Ini tempatku!”
“Tidak. Kau saja yang ke pinggir.”
“Rupanya kau mau kutendang, ya?”
Begitulah, aku kerap mendengar keributan mereka. Bukan itu saja. Mereka juga saling menyikut dan menendang sehingga tumpukan topeng-topeng itu selalu bergerak. Kadang-kadang hendak rubuh, tetapi kemudian mereka segera berkelompok untuk saling bergandengan. Misalnya, para topeng Durna berkelompok dengan sesama topeng Durna. Dan para topeng Arjuna menyatukan diri dengan para topeng Arjuna lainnya. Atau kelompok topeng berwajah bijak berkumpul bersama-sama. Sedangkan topeng-topeng yang tersenyum simpul pun mengelompokkan diri mereka sendiri.
“Kangmas, mungkin topeng-topeng itu hendak menyerang kita. Sepertinya mereka sedang merencanakan suatu konspirasi besar-besaran,” kataku gelisah.
“Tidak apa-apa. Mereka hanya menginginkan etalase, sebuah tempat terhormat untuk memajang wajah mereka,” sahut suamiku tanpa mempedulikan kegelisahanku. “Tetapi kita tidak perlu membeli etalase. Karena pada waktunya nanti, topeng-topeng itu akan habis terjual semua. Dan topeng-topeng itu akan menyiapkan etalase untuk diri mereka sendiri,” sahut suamiku. Selengkapnya..

Ketika Tenar Menjadi Utama (Cerpen)

Cerpen ini telah di muat di mading Makers yang telah diikutsertakan dalam lomba mading di Untar.. enjoy! :D



"Ya, hari ini jadi kan?" bisik Tyo kepada Arya, teman semejanya sejak kelas X.


"Jadi apaan?" sahut Arya pelan.

"Ah, gak usah pura-pura lupa deh! Baru aja dibahas tadi pagi!” balas Tyo geram. Teriakan Tyo menjadikannya pusat perhatian seisi kelas, termasuk Pak Dani.

"Kalau mau ngobrol, sana di luar! Keluar sekarang juga! KELUAR!"

Arya menundukkan kepalanya sambil berjalan keluar kelas diiringi Tyo yang nampak kegirangan. Benar-benar kontras. Mereka akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu di kantin.

Selama ini, Arya dikenal sebagai murid yang cerdas dan penurut. Ia merupakan anak kesayangan para guru di sekolahnya. Namun, Arya sering dikucilkan karena ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Ia pun akhirnya diasuh oleh pamannya yang berprofesi sebagai pembuat batu bata. Sedangkan adik Arya, Deny, memilih untuk tetap tinggal bersama kedua orang tuanya.

"Seburuk apapun mereka, aku harus menjadi anak yang berbakti," kilah Deny saat diajak pindah oleh Arya setahun yang lalu.

"Tapi disini kamu mesti kerja sebelum dan sepulang sekolah. Bagaimana kamu bisa konsentrasi sekolah, Deny?" Jujur saja, sebenarnya ia tak tega melihat adiknya yang bekerja siang malam sebagai loper koran dan pengamen, membanting tulang sendirian demi menghidupi keluarga kecilnya itu.

"Aku nggak mau. Aku mau berbakti sama mereka!"

Sejak saat itu, mereka hanya berkomunikasi lewat pesan singkat. Menurut kabar terakhir yang didapatnya, Deny baru saja memasuki sebuah SMP Negeri di dekat rumahnya.

Tyo menepuk pundak Arya keras. Arya yang sedang melamun terlonjak kaget.

"Jadi gimana nih? Mau ikut nggak?" kata Tyo setengah memaksa.

Tyo sering memesan batu bata buatan paman Arya. Mulanya, Arya tak ambil pusing akan hal tersebut. Namun, setelah mengetahui bahwa batu tersebut digunakannya untuk tawuran, Arya bimbang. Hari ini Tyo kembali memesan dua lusin batu bata. Arya sudah menduga bahwa Tyo akan melakukan tawuran lagi sore ini. Tapi, Arya sama sekali tak mengira jika Tyo akan menawarinya untuk turut serta dalam tawuran hari ini.
"Emang kenapa sih harus ikut?" tanya Arya.

"Ini tawuran langka loh, lo bakalan beruntung banget bisa ikutan. Lagian, kalo lo ikut, lo gak bakal dikucilin lagi," bujuk Tyo.

Kalau aku ikut pasti aku akan lebih disegani di sekolah. Selain itu, hitung-hitung aku juga membantu paman menjajakan batu batanya. Jadi semuanya untung, batin Arya dalam hati.

"Baiklah, aku ikut!" ujar Arya dengan keyakinan semu.
~~~~
Arya berdiri tepat di samping Tyo. Mereka berada di deretan depan, menandakan merekalah yang memimpin tawuran ini. Tak lama berselang, munculah serombongan anak lelaki berbalutkan kemeja putih dan celana pendek biru. Arya terperangah. Murid-murid SMP! Jadi ini yang dimaksud Tyo sebagai tawuran langka? SMA melawan SMP?

"Ya, kali ini gue kasih lo kehormatan buat memimpin. Sana, maju ke depan!” desak Tyo sambil mendorong Arya keras.

"A...aku? Tapi aku nggak tahu gimana caranya," sahut Arya. Entah mengapa kakinya kini terasa lemas.

"Gampang kok, tinggal teriak 'SERAANGG!' terus lempar deh batunya. Ayo maju!”

Akhirnya, kini Arya berdiri sendiri di depan. Sekilas matanya memindai lawan-lawannya. Ada yang berambut keriting, berkulit sawo matang, bertubuh kurus kering, dan.... Astaga! Arya hampir tak mempercayai penglihatannya. Ada Deny! Deny balas menatapnya dengan tatapan terkejut. Sepertinya ia tak menduga akan bertemu kakaknya dalam situasi seperti ini.

Seketika batu bata Arya terlepas dari tangannya dan menumbuk tanah dengan keras. Mata Arya mulai berkunang-kunang.

"Arya! Lo kenapa? Buruan mulai!" Tyo mendesaknya.

Dari kejauhan, dilihatnya Deny menggelengkan kepala.

Arya menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tak lama kemudian, ia pun memungut batu batanya yang tadi sempat terjatuh. Sambil menahan isak tangis, ia berseru membelah langit senja.

“SERAAANGG!!!”

Rabu, 06 Februari 2013

Kumandang Syukur (Puisi)


Embun di pagi buta
Mengundang lebah berdendang
Menyapa indahnya surya
Dengan kumandang syukurnya

Aku bangkit
Menelan semua kesedihan kemarin
Karena hari ini hari baru
Yang patut disambut dengan haru

Alam raya berkumandang
Lebah masih berdendang
Aku bersenandung
Bersama syukuri limpahan nikmat

Curahan berkat

Dan jutaan nikmat

Yang tak pernah berhenti mengalir
Dari Bapa-ku di surga
Bapa kita semua

Latar belakang penulisan: 
Puisi ini saya buat dalam waktu kurang dari sepuluh menit sewaktu retret di Puspanita, Ciawi, 2-2-2013. Saat itu menjelang Ibadat penutupan. 

Selasa, 25 Desember 2012

Rahasia Dibalik Lagu 'Twelve Days of Christmas'

Tahu lagu 'Twelve Days of Christmas'? Lagu ini memang sangat populer bagi mereka yang merayakan natal. Bagi banyak orang, lagu ini mungkin hanya lagu natal biasa tanpa maksud tersembunyi, hanya lagu ceria sebagai pemanis di waktu natal. Apalagi liriknya yang lucu dan tak masuk akal. Lihat saja lirik lengkapnya, full lyric of twelve days of christmas, plus video, di bawah ini:


Disini liriknya:
On the first day of Christmas, 

my true love sent to me 

A partridge in a pear tree.



On the second day of Christmas, 

my true love sent to me 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the third day of Christmas, 

my true love sent to me 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the fourth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the fifth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the sixth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the seventh day of Christmas, 

my true love sent to me 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 



On the eighth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 

And a partridge in a pear tree. 


On the ninth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 

Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree. 



On the tenth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Ten lords a-leaping, 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 

Three French hens, 
Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree. 



On the eleventh day of Christmas, 

my true love sent to me 

Eleven pipers piping, 

Ten lords a-leaping, 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 

Four calling birds, 
Three French hens, 
Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree. 



On the twelfth day of Christmas, 

my true love sent to me 

Twelve drummers drumming, 

Eleven pipers piping, 

Ten lords a-leaping, 

Nine ladies dancing, 

Eight maids a-milking, 

Seven swans a-swimming, 

Six geese a-laying, 

Five golden rings, 
Four calling birds, 
Three French hens, 
Two turtle doves, 
And a partridge in a pear tree!


Ini Videonya:


Liriknya memang agak panjang, tapi coba perhatikan, liriknya sebenarnya hanya di ulang-ulang. Dari hari pertama yang cuma dapat satu hadiah, sampai hari keduabelas yang dapat banyak hadiah.

Walau terkesan biasa, ternyata lagu ini pernah dipakai sebagai alat pengajaran agama Katolik kepada anak kecil secara diam-diam pada abad ke-16. Jadi, pada waktu itu, agama Katolik dilarang di Inggris. Hanya gereja Angelikan yang diijinkan. Oleh karena itu, penganut agama Katolik menjalankan ibadat dengan sembunyi-sembunyi karena jika ketahuan akan dihukum, bahkan bisa digantung. Nah, para orang tua yang beragama Katolik bingung bagaimana melanjutkan agama Katolik kepada anak-cucu mereka tanpa ketahuan. Akhirnya mereka membuat lagu yang penuh kode ini. Kode yang merujuk pada doktrin Gereja Katolik. Apa saja doktrinnya? Mari kita lihat satu persatu:


1. A partridge in a pear tree
Ayam hutan di atas pohon pir melambangkan pengabdian dan keberanian yang sangat besar hingga rela mengorbankan dirinya. Induk ayam rela melindungi anak-anaknya bahkan rela mati, seperti Kristus. Oleh karena itu, hadiah pertama ini melambangkan Yesus Kristus yang lahir di dunia.
2. Two turtle doves
Dua merpati melambangkan perjanjian lama dan perjanjian baru sekaligus simbol kebenaran dan perdamaian.
3. Three french hens
Tiga ayam betina pada waktu itu adalah hidangan yang sangat mahal, untuk raja. Ini melambangkan tiga hadiah yang dibawa waktu kelahiran Yesus: emas, kemenyan, dan mur.
4. Four calling birds
Melambangkan empat penulis perjanjian baru: Matius, Markus, Lukas, Yohanes.
5. Five golden ring
Lima cincin emas melambangkan lima kitab pertama dalam perjanjian lama atau yang biasa disebut dengan "Hukum Musa / Torah"
6. Six geese a-laying
Enam angsa yang sedang mengeram melambangkan enam hari penciptaan. Telur menandakan akan kelahiran/penciptaan.
7. Seven swans a swimming
Tujuh angsa yang sedang berenang melambangkan 7 karunia Roh Kudus (Roma 12:6-8). Bila kita menjalankan ketujuhnya, maka hidup kita akan seindah dan selancar angsa di atas air.
8. Eight maids a-milking
Delapan pemerah susu melambangkan delapan jenis manusia seperti yang terdapat dalam Matius 5:3-10. Selain itu, pada jaman itu pemerah susu adalah pekerjaan hina sehingga melambangkan Kristus yang datang tanpa melihat harta, umur, ras, dsb.
9. Nine ladies dancing
Sembilan wanita menari melambangkan 9 buah-buah roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri.
10. Ten lords a leaping
Sepuluh bangsawan melambangkan 10 perintah Allah
11. Eleven pipers piping
Melambangkan 11 murid Yesus yang tersisa yang mewartakan kabar gembira ke seluruh dunia.
12. Twelve drummers drumming
Melambangkan 12 poin penting dalam Syahadat Para Rasul / Aku Percaya.

Itu dia rahasia, secert behind twelve days of christmas song. 

dari: Stories behind best-loved songs of christmas
 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates