Sabtu, 17 Desember 2011

Kesalahan Umum Berbahasa Indonesia, Salah Kaprah

Kesalahan Umum Dalam Berbahasa

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kesalahan umum yang sering dilakukan dalam berbahasa. Kesalahan dalam percakapan (bahasa lisan) masih dapat dimaklumi. Namun, jika kesalahan tersebut diterapkan dalam ragam bahasa tulis, maka hal itu dapat menyulitkan pembaca untuk memahami apa yang dimaksud oleh penulis. Terutama dalam penyusunan skripsi. Skripsi yang disusun harus mengikuti EYD. Secara teknis, ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.

Berikut contoh kesalahan-kesalahan umum:
  1. Silahkan seharusnya silakan
  2. Sekalipun dan 'sekali pun' adalah berbeda. Sekalipun (penulisan serangkai) dapat bermakna 'walaupun' atau 'meskipun'. Jika tidak dapat digantikan dengan kedua kata tersebut, maka seharusnya penulisan yang benar adalah 'sekali pun' yakni berarti ’satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu kali’. Contoh:
    Sekalipun langit runtuh, sekali pun saya tidak akan menyerah

    Akan tetapi, frasa yang lazim dianggap padu, misalnya adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun, ditulis serangkai.
  3. Subjek dan predikat tidak dipisahkan oleh koma
  4. Penulisan tanda koma yang benar adalah
    Di sana dijual bermacam buah seperti mangga, pisang, dan apel.

    bukan
    Di sana dijual bermacam buah seperti mangga, pisang dan apel.

    (sesuai dengan contoh di Pedoman Umum EBIYD Cet ke-28 (Balai Pustaka, 2005)hal 55.)
  5. Tanda baca diakhir kalimat langsung berada dalam kurungan tanda kutip ("), bukan di luarnya.
    Contoh:
    "Sepertinya kamu salah, deh," ucapku kepada Susi.
  6. Jika sudah ada titik, tanda seru, atau tanda baca lain dalam tanda kutip, tak perlu menambahkan tanda koma lagi.
    Contoh:
    "Apakah kamu Mario?" tanyaku ragu.
    bukan
    "Apakah kamu Mario?", tanyaku ragu.
  7. Tidak disarankan ada dua karakter berbicara pada paragraf yang sama.
  8. Jika dialog seorang tokoh memakan ruang lebih dari satu paragraf, kalimat di akhir paragraf tersebut tidak diakhiri oleh tanda kutip. Kemudian, awal paragraf berikutnya kembali diawali dengan tanda kutip.
  9. Untuk penulisan dialog bersarang (dialog dalam dialog), gunakan tanda petik tunggal.
    Contoh:
    "Apa kamu lupa perkataan mama kemarin malam? 'Tidak boleh pulang larut malam!' Ingat tidak?"
  10. Untuk penggunaan tanda kutip yang tidak menyangkut dialog, tanda baca diletakkan setelah tanda kutip.
    Contoh:
    Di halaman depan tertera "Makalah Tanpa Judul".
  11. Judul buku dan kata atau frasa asing ditulis miring jika diketik atau bergaris bawah jika ditulis tangan. Kata-kata tidak baku (deh, nggak, gitu,dsb) juga mengikuti aturan tersebut.
  12. Kata tiap-tiap harus diikuti oleh kata benda, sedangkan kata masing-masing tidak boleh diikuti dengan kata benda.
  13. Dirgahayu berarti “panjang umur” sehingga tidak perlu lagi diikuti dengan “yang kesekian”.
    Contoh:
    Dirgahayu Republik Indonesia!

    bukan
    Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-66!
  14. Tanda hubung (-) digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang. Sedangkan tanda pisah (—) digunakan untuk memisahkan dua bilangan atau tanggal dengan arti ’sampai’.
  15. 'imbau' adalah kata yang baku. (bukan 'himbau')
  16. 'tolok ukur', bukan 'tolak ukur'
  17. "Saya keberatan dengan usul itu" adalah salah karena keberatan adalah kata benda, bermakna perihal beratnya suatu benda, tugas, perasaan, dan sebagainya. yang benar adalah "Saya berkeberatan dengan usul itu"
  18. Jika kata gabung mendapat awalan dan akhiran maka, kata gabung tersebut harus dituliskan serangkai
    surat kabar -> persuratkabaran
  19. Menuggu digunakan jika yang ditunggu ada di dekat orang yang ditunggu.
    Contoh:
    Sudah dua hari ini ia menunggu ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit.

    Jika yang ditunggu jauh dari yang menunggu maka kata yang lebih tepat adalah menanti.
    Sementara dia berpakaian, saya menanti di luar.
  20. 'Musala' adalah kata yang baku. Bukan Musola atau Mushola
  21. Toilet adalah peranti untuk berhias, spt bedak, cermin, dan sikat rambut sedangkan WC adalah tempat buang air; jamban; kakus; tandas; peturasan.
  22. Dalam KBBI, empek berarti ‘bapak’ sementara empek-empek berarti ‘kakek-kakek’ atau ‘lelaki yang sudah tua sekali’. Sedangkan, jika yang dimaksudkan ‘makanan khas daerah Palembang yang terbuat dari adonan tepung terigu dan ikan yang dimakan dengan kuah bercuka’ istilah yang tepat adalah pempek.
  23. Kolaborasi dalam KBBI diartikan ‘bekerja sama dengan musuh’. Kenyataannya, kata ini sering disinonimkan dengan kata kerja sama, kooperasi, dan persekutuan.
  24. Huruf besar berbeda dengan huruf KAPITAL
  25. Artis bisa diartikan sebagai ‘pekerja seni’, tidak hanya orang yang terkenal. Jika anda pelukis, berarti anda artis.
  26. Salah kaprah berarti ‘kesalahan yang umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan.
  27. Penyingkatan "Jalan" yang tepat adalah Jln.
  28. "Geming" artinya tidak bergerak. Jadi, kalimat yang benar adalah:
    Ketika melihat ular itu, Anto bergeming.

    bukan
    Ketika melihat ular itu, Anto tidak bergeming. (artinya tidak 'tidak bergerak' dong? Malah jadi bergerak. :) hehehe) Coba lihat contoh puisiku. "Tidak akan bergeming artinya saya mau bergerak bukan?
  29. "pengarang perempuan" artinya mengarang perempuan sementara "perempuan pengarang" adalah perempuan yang pekerjaannya mengarang. Berlaku juga untuk jenis pekerjaan lainnya.
  30. Kata yang baku adalah 'sekadar', bukan 'sekedar'. (sering gemes kalo ada lagu yang pake 'sekedar')
  31. Yang benar adalah 'menyontek' (bukan 'mencontek'), dari kata dasar 'sontek'. (di serial 'Lupus' malah saya temukan 'mensontek' dan 'sontekan', ngomong-ngomong gimana ceritanya coba 'sontek' bisa jadi 'contek'?)
  32. Jika sebuah kata/frasa dalam bahasa asing sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia, maka kita lebih dianjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia.
    Contoh:
    • WWW padanannya adalah Waring Wera Wanua
    • Mouse (alat yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer) padanannya adalah tetikus
    • CPU padanannya adalah UPP
    • LCD = penampil kristal cair
    • Supervisor = penyelia
    • GPS = sistem kedudukan sejagat
    • Online = daring (dalam jaringan)
    • Offline = luring (luar jaringan)
    • Bandwidth = lebar pita
    • Broadband = jalur/pita lebar
    • Browser = peramban, penjelajah
    • Chat = obrol, obrolan, rumpi
    • Crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
    • Collission = tabrakan data
    • Database = pangkalan data, basis data
    • Domain = ranah
    • Server = peladen
    • Download = unduh
    • Selengkapnya

  33. Lirik asli lagu Indonesia pusaka adalah "...tempat berlindung dihari tua, tempat akhir menutup mata". Bukan "...tempat berlindung dihari tua, sampai akhir menutup mata"
Itulah beberapa kesalahan umum yang dapat saya rangkum pada kesempatan kali ini...
Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Feel free to drop your comment.. Thanks! :D