Jumat, 11 Juli 2014

Novel Visual di SakeVisual!

Bosan baca novel biasa? Ingin yang lebih interaktif dengan suara dan gambar? Well, di era teknologi seperti ini apa sih yang gak mungkin buat kamu! Untuk yang menginginkan pengalaman yang berbeda, bisa mencoba novel visual di website SakeVisual.

novel visual ripples

Ayu Sakata selaku founder dan writer sejumlah novel di SakeVisual mencoba menghadirkan pengalaman membaca novel yang berbeda dan menarik. Yang membuat menarik adalah kita dapat menentukan sendiri jalan cerita novel berdasarkan pilihan-pilihan yang telah kita lakukan sebelumnya! Dengan demikian, ending yang dihasilkan akan berbeda-beda pula.

kuu ripples online

Novel-novel yang disediakan di SakeVisual ini ada yang online, ada juga yang perlu di download. Sudah mulai penasaran ya? Coba dulu saja cerita pendek Ripples di sini: Ripples. Cerita itu yang saya jadikan screenshot di atas loh.. Tapi cerita pendek ini tidak seperti novel yang bisa divariasikan endingnya. Selamat membaca!

Kamis, 19 Juni 2014

Monty Hall Problem: Terbukti!

Barusan aja saya nonton Super Deal di salah satu televisi swasta dengan inisial A, huruf terakhirnya V, dan tengah-tengahnya NT. Pas banget sama yang baru kemarin saya posting, mereka seakan memperagakan dan membuktikan Monty Hall Problem ini!

Awalnya ada enam kotak dengan bendera warna warni di atasnya. Ada hijau, kuning, pink (kata bos Kuya-kuya sih merah, tapi menurut saya pink ah), biru, ungu, dan merah (yang dibilang oranye. Saya yang buta warna atau.. Ah, sudahlah).

Ada lima zonk dan satu hadiah berisi dua motor di dalamnya (kejam amat ya?). Tapi tenang, si kontestan diberi 'modal' tiga juta untuk membuka tiga zonk. Akhirnya Tiga zonk dibuka, menyisakan kotak biru, ungu, dan merah (menurut saya itu merah!! >,<).


Nah, dia milih warna biru. Kalau saya pribadi sih milih ungu. Kotak merah dibuka dan ternyata isinya zonk! "Ok, tinggal dua, peluangnya 50:50," kata bos Kuya2. Saya berteriak dalam hati "Kata temen-temennya Pak Monty yang suka meneliti sih kotak ungu peluangnya 2/3 alias 66.666666%!"

Selain kotak ungu, ditawarkan juga uang senilai tujuh juta. Saya jadi agak goyah nih, apa jangan-jangan si biru emang berisi motor makanya berani ditawarin uang senilai tujuh juta? Tapi ilmu pengetahuan pasti menang >,< !!

Akhirnya si kontestan memutuskan tetap sama si biru. Kedua kotakpun dibuka bersamaan daann... Kotak ungu yang berisi motor saudara-saudara.. Mungkin habis ini si mbak kontestan berminat lebih meneliti tentang Monty Hall Problem ini... atau menangis di pojokan berhari-hari.

Selasa, 17 Juni 2014

Si Biang Masalah, Monty Hall

Ups, Pak Monty, jangan buru-buru masukkan saya ke dalam kandang kambing ya! Masalah yang saya maksud dalam judul di atas adalah 'Monty Hall Problem' yang populer sejak acara 'Let's Make a Deal'.


Pak Monty Hall adalah seorang pembawa acara kuis di tahun 1970-an. Kuis ini bahkan diadaptasi menjadi kuis 'Super Deal' di Indonesia. Nah, pasti sudah tahu dong cara main kuis ini? Lalu apa yang menjadi masalah?

Nih, misalnya di sebuah kasus kalian terpilih jadi kontestan di Super Deal yang siap memperebutkan hadiah! Dengan dandanan yang atraktif, pakai bando bertanduk ala durian dan rok tutu akhirnya mata bos Uya Kuya-Kuya tertambat dan mengajakmu naik ke atas panggung. Kalian diberi tiga pilihan, tirai 1, 2, atau 3. Dipastikan dua dari tiga tirai tersebut adalah zonk dan ada satu mobil box indomie senilai 25.000,000 rupiah!

Wah, kamu dengan PD milih tirai 3 karena kamu demen banget sama trio macan. Bos Kuya-Kuya yang notabene sudah tahu letak zonk dan hadiah, membuka tirai 1 yang ternyata berisi kambing! Kamu lalu diberi tawaran untuk berganti tirai. Bagusnya pindah tirai atau tidak ya?

"Ah, pindah nggak pindah sama aja, peluangnya kan 1/2!" itulah yang kalian pikirkan.

Tunggu dulu! Ratusan, bahkan ribuan statistikan *apa coba* telah memperdebatkan, bereksperimen, dan mengalkulasi peluang ini selama bertahun-tahun *mungkin karena kesel kalah terus*. Ternyata, peluang untuk menang lebih besar jika berpindah tirai! Kok bisa?

Jeng jeng jeng jeng

Sebenarnya begini, ketika pertama kali memilih, kemungkinan memenangkan mobil adalah 1/3. Betul kan? Mari kita amini bersama-sama.

Dengan demikian, sisa tirai (tirai 1 dan 2) kemungkinan berisi mobilnya adalah 2/3. Iya kan? Iya dong. Iya aja deh.

Ketika tirai 1 dibuka dan ternyata isinya kambing, peluang tirai 1 berisi mobil jadi 0 alias zero. Lalu, peluang 1/3 mobilnya ke mana? Jadi ke tirai 2 dong, karena mobil di tirai 3 peluangnya tetap 1/3.

Nah, sampai di sini mungkin kalian akan berkata "Kenapa peluangnya tidak dibagi dua aja, jadi 1/6 sehingga masing-masing 1/2?"

Hmm, sekarang begini. Mana kemungkinan yang lebih besar kalian pilih pada kesempatan pertama, dua kambing diantara tiga pilihan atau satu mobil diantara tiga pilihan? Pasti lebih besar kemungkinan kalian milih kambing pada pilihan pertama kan? Nah, setelah salah satu kambing terbuka, dan peluang tirai yang kalian pilih adalah kambing, lebih masuk akal bagi kalian untuk pindah tirai!

Atau dalam kasus serupa, ada 1000 tirai dengan satu mobil. Kamu pilih tirai 489 karena... ya karena mau aja. Satu per satu tirai dibuka hingga ada dua tirai, tiraimu yang peluang berisi mobilnya 1/1000 dan tirai 777 yang kemungkinan berisi mobilnya 999/1000. Apa kamu nggak mau buru-buru pindah tirai tuh?

Kalau masih penasaran, coba saja mainkan sendiri di link ini atau ikutan daftar Super Deal sana.

... tapi hal ini nggak berlaku ya kalau tim kuisnya buru-buru ganti isi tirai kalian atau kaliannya emang mau jadi penggembala kambing :p

*racauan ini tercipta akibat rasa penasaran saya setelah nonton Super Deal dan film 21 yang keren banget itu, kalian wajib nonton!

Jumat, 13 Juni 2014

Disk C: Penuh Tanda Tanya



"Eh, bro, mau disimpen di mana nih laporan hasil praktikum ini?" tanya Fed suatu kali ketika tengah mengerjakan laporan praktikum kimia di rumah Goz.
"Di 'GozBaGoz' folder aja," ujar Goz sambil tetap asyik menatap televisi.
"Foldernya di mana? Document? Dekstop?" 
"Ah elah, di itu, disk C:!"

Sesaat Fed termenung. Benaknya penuh tanda tanya. 
"Hmm, kenapa ya disk di semua komputer selalu dimulai dengan huruf C? Kenapa nggak A? F? Atau Z? Apa jangan-jangan si pembuat komputer lagi suka sama orang yang inisialnya huruf C??"

***

Ya, tentu saja ada penjelasan di balik segala hal. Semua komputer dengan sistem operasi Microsoft hard drives-nya selalu dimulai dari C. Mengapa?

Hal ini dikarenakan disk A: dan B: digunakan untuk floppy drives. Floppy drive atau floppy disk telah ada sebelum hard drives ditemukan.

Penampakan Floppy Disk 8", 5.25", dan 3.5"

Floppy disk A: berfungsi untuk booting sedangkan floppy disk B: berfungsi untuk menjalankan program. Sisanya, C: dan D: bisa untuk hard disk lalu E:, F:, G:, dst untuk Flashdisk, CD, dll.

***

Fed tersenyum lega. Setelah googling kemana-mana akhirnya ia menemukan jawabannya di depimomo.blogspot.com! Alangkah senangnya! 

Jumat, 18 April 2014

TMII Tak Lekang oleh Waktu

Jika ada yang bertanya, kota apa yang ingin Anda kunjungi? Wah, pasti banyak yang berlomba-lomba mengabsen nama-nama kota di luar negeri, entah itu London, Las Vegas, San Francisco, Los Angeles, Beijing, Taipei, Toronto, Hawaii, dan sebagainya. Hanya segelintir orang yang tertarik untuk mengunjungi kota-kota di tanah airnya sendiri. Coba saja tengok, berapa banyak rekan-rekan yang sudah mencicipi keindahan wisata di luar negeri namun buta akan negerinya sendiri? Padahal, keliling Indonesia juga tak kalah menyenangkan loh.

Keterbatasan waktu dan biaya, apalagi mengingat luasnya wilayah kepulauan Indonesia ini sering menjadi penghalang untuk menyusuri setiap kota di Indonesia. Andai saja ada miniatur Indonesia, tempat kita semua dapat menikmati keindahan budaya Indonesia hanya dalam satu hari...

Eits, memang ada kok tempatnya! Mimpi itu sudah diwujudkan 39 tahun yang lalu, tepatnya 20 April 1975. Bermula dari keinginan Ibu Tien Soeharto untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta kepada bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia, dibangunlah miniatur Indonesia "Indonesia Indah" yakni Taman Mini "Indonesia Indah" (TMII).

Peresmian TMII (tamanmini.com)

Pasti banyak yang sedang bernostalgia, teringat jaman SD ketika TMII menjadi destinasi wajib karyawisata. Saya juga terkenang saat-saat mengunjungi museum-museum di sana, melihat aneka rumah daerah, masuk Teater Keong Emas, juga melihat aneka tanaman yang tumbuh subur. TMII-lah yang mengenalkan saya pertama kali pada tanaman putri malu yang menurut saya lucu dan unik, bisa menguncupkan daun-daunnya ketika disentuh. Benar-benar mirip seorang putri yang pemalu!

Apa saja yang bisa dinikmati dari TMII? Yang pertama dan terutama, tentu saja 33 anjungan yang mewakili 33 provinsi di Indonesia. Rasakan pesona Indonesia lewat aneka rumah adat, pakaian adat, senjata khas, kerajinan tangan, dan perabot sehari-hari yang dipamerkan di sana. Lalu, danau berisi pulau-pulau mini yang dibentuk menyerupai kepulauan Indonesia juga wajib dikunjungi. Serunya lagi, dengan Perahu Angsa kita dapat melihat pulau-pulau tersebut dari dekat. Bagi pencinta seni, sangat disarankan untuk mengunjungi Desa Seni Kerajinan, Sasana Kriya, Pasar Buku Langka, serta Swargaloka Art & Gallery yang menyajikan karya seni dari pelosok nusantara.


Istana Anak-anak Indonesia (wikipedia.org)

Buat anak-anak atau adik-adik Anda histeris dengan membawa mereka ke Istana Anak Anak Indonesia (IAAI) juga ke Snowbay Waterpark, taman rekreasi air kelas dunia. Jangan lupa mencoba kereta gantung dan Aeromovel, kereta tenaga angin satu-satunya di Indonesia. Ada juga Pemancingan Telaga Mina dan yang paling berkesan: Teater IMAX Keong Emas, bangunan dengan bentuk seperti keong tempat menonton film atau panorama Indonesia. Teater 4D (D'Motion) juga menawarkan hal serupa namun dalam bentuk 4 dimensi! Guncangan, hembusan angin, bahkan cipratan air membuat adegan dalam film terasa begitu nyata. Oh ya, ada juga Gedung Teater Bhinneka Tunggal Ika, tempat pagelaran dan teater yang merupakan gedung baru. 


Taman Mini dalam 30 detik (youtube TMII)


Aneka museum untuk memperkaya wawasan dan belajar dari masa lalu juga dapat ditemukan di TMII seperti Museum Minyak & Gas Bumi, Museum Transportasi, Museum Indonesia Komodo, Museum Listrik & Energi Baru, Museum Telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Bay’at al-Qur’an, Museum Keprajuritan, Museum Serangga, Museum Asmat, Museum Olah Raga, Museum Timor Timur, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Perangko, Museum Pusaka dan Museum Indonesia. Saya sendiri pernah mengunjungi lima museum di sana yakni Museum Transportasi, Museum Telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Serangga, dan Museum Perangko. Kesan saya, museum-museum yang berada di TMII bersih, rapi, dan koleksi-koleksinya terawat dengan baik, terlebih setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan singkat. PP IPTEK juga wajib dimasukkan ke dalam daftar ketika sedang mengunjungi TMII. Di sana, ragam peralatan berbau sains dan teknologi dapat dipraktekan secara langsung!

Gelar Taman Satwa Taman Konservasi dari Menteri Kehutanan terbukti bukan sekadar gelar dan dapat dilihat langsung di aneka taman yang tersedia. Pertama, Taman Aquarium Air Tawar, taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia serta terbesar di Asia akan mengundang decak kagum Anda. Penelitian dan observasi berkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan peluang bisnis ikan hias juga bebas dilakukan di sini. Lalu Taman Burung berisi 100 jenis burung (30 jenis diantaranya merupakan jenis-jenis yang dilindungi dan langka) yang sering mengadakan lomba burung sebagai sarana mengenal lebih dalam mengenai burung, serta sebagai tempat penelitian bagi mahasiswa. Taman Apotik Hidup dengan koleksi sekitar 400 jenis tanaman obat asli Indonesia, Taman Melati yang berisi aneka jenis tanaman melati dan tanaman hias, Taman Kupu-Kupu, Taman Reptilia, dan Taman Kaktus juga tidak kalah mengagumkan.

Peta TMII yang cantik akan memandu Anda, klik untuk memperbesar! (tamanmini.com) Untuk peta interaktifnya yang super canggih, tengok di sini -> http://tamanmini.com/tmii.php

Kini, TMII mengusung 'NEGERIKU SATOE INDONESIA'sebagai tema ulang tahunnya yang ke-39. Bukan TMII 'mati segan, hidup tak mau' yang saya lihat ketika TMII yang akan menginjak usia ke-39, namun TMII yang masih segar dan aktif melestarikan budaya Indonesia, membagikan segala ilmu dan kebahagiaannya, juga memanggil suara hati kecil masyarakat untuk tetap bangga dan cinta akan Indonesia. 

Dirgahayu TMII! (tamanmini.com)

Destinasi-destinasi baru yang kelihatannya lebih modern dan bergengsi seperti mal mungkin telah merebut kursi TMII sebagai wahana rekreasi keluarga. Namun TMII sebaiknya terus bersaing dan berjuang tetap eksis dan kembali menjadi paket wisata komplit yang menghibur sekaligus mendidik. 

Menurut saya, kebijakan TMII untuk menjaga harga tiket masuk tetap 'ramah untuk kantong' merupakan langkah yang bijaksana. Aneka kegiatan seperti perayaan ulang tahun yang akan diadakan 20 April 2014 juga turut menarik minat, apalagi pengunjung pada hari tersebut bebas biaya masuk alias FREE! Untuk tanggal 21-25 April 2014, ada promo beli satu gratis satu tiket masuk TMII, cocok untuk rombongan! Namun, sepertinya acara tersebut kurang terdengar gaungnya. Teman-teman dan keluarga saya tidak mengetahuinya jika tidak saya beritahu. TMII mungkin dapat mempromosikan acara-acaranya secara lebih aktif, baik lewat sosial media, televisi, radio, media cetak, serta kunjunagn langsung ke tempat-tempat publik seperti mal, taman, atau sekolah. Semoga rencana aplikasi di App Store, Google Play, dan BlackBerry bisa segera hadir.

Mengingat lengkapnya sarana rekreasi serta pembelajaran, TMII bisa lebih digalakkan sebagai salah satu objek wisata para turis. Turis dapat menginap di hotel yang terdapat di kawasan TMII dan mengenal budaya sambil keliling Indonesia mini di sini. Apalagi ada sarana rekreasi anak-anak, aneka museum dan taman, teater, serta 33 anjungan daerah yang memberikan gambaran utuh Indonesia. Tinggal tambah pemandu wisata yang fasih berbahasa inggris deh, atau bisa juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa public relation atau jurusan bahasa Inggris untuk memandu para turis, tentunya setelah diberi pembekalan mengenai budaya Indonesia.

  Taman Mini dalam 3 Menit (youtube TMII)

Modernisasi lewat penambahan fasilitas menurut saya perlu dilakukan, misalnya menempatkan beberapa smart screen secara tersebar yang memberikan informasi seputar informasi acara terkini, petunjuk jalan, juga riwayat singkat TMII. Smart screen ini juga bisa ditempatkan di tiap anjungan sehingga informasi dari tiap daerah bisa disajikan secara lebih atraktif karena dilengkapi audio visual seperti bahasa daerah, video tarian daerah, juga lagu daerah. Pengadaan hotspot yang menyediakan wi-fi juga bisa menjadi daya tarik tersendiri, apalagi bagi remaja yang seakan tak bisa lepas dari gawai (gadget) nya. Jadi, mereka bisa langsung mengunggah foto dan status terkini ketika berada di TMII. 

Mengemas acara-acara berbau kebudayaan Indonesia dengan menarik juga perlu, misalnya festival kuliner Nusantara di mana tiap anjungan menyajikan makanan khas daerahnya masing-masing. Saya membaca di web TMII, akan diadakan Festival Karya Kuliner Khas Nusantara yang serupa dengan ide saya, semoga berjalan lancar dan dapat menjadi acara rutin! Atau mungkin gebyar jamu Nusantara di Taman Apotik Hidup yang menguak manfaat serta cara memanfaatkan dan meramu tanaman obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Pameran mainan asli Indonesia juga menarik untuk diadakan. Perlombaan dan pengajaran seputar budaya Indonesia bagi pelajar dan mahasiswa yang diadakan secara berkala seperti tari daerah, lagu daerah, bahasa daerah, dan lainnya juga dapat menumbuhkan minat serta kecintaaan terhadap budaya Indonesia. Bisa juga nanti ketika hari Kartini, TMII mengadakan parade keliling anjungan atau lomba pakaian adat! Wah, pasti seru sekali! Untuk program edukasi, menurut saya kunjungan karyawisata sekolah yang diadakan sudah cukup baik. 



Akhir kata, tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan tulisan saya. Kinerja TMII hingga saat ini patut diacungi seribu jempol, walau tentu masih ada yang perlu dikembangkan dan diperbaiki. Dirgahayu ke-39, semoga tambah matang, dewasa, dan semakin memper-SATOE-kan Indonesia!

Sabtu, 29 Maret 2014

WaTaMi dengan Jurus WaTuTi!

Peduli lingkungan? Ah, itu kan cuma tugasnya para relawan dan pencinta lingkungan aja! Kita sebagai blogger bisa apa sih lagian? Aksi kecil kita kan juga gak berpengaruh apa-apa buat lingkungan.

Hihihi, jangan pesimis dulu dong. Kita semua sebagai makhluk yang nangkring di bumi mau nggak mau harus ikut ambil bagian dalam merawat bumi. Bumi ibarat rumah kita. Andaikan teman-teman diberi sebuah rumah megah yang terletak di bilangan yang strategis, bagaimana perasaan teman-teman? Wuih, senang bukan kepalang pasti. Apalagi ternyata rumah itu lengkap dengan kolam renang, taman pribadi, AC yang sejuk, juga suasana yang damai. Kalau teman-teman perhatikan, bumi dapat diibaratkan sebagai rumah mewah tadi loh. Bayangkan, dari delapan planet yang ada di tata surya, hanya bumi yang punya suhu bersahabat, gak ada meteor yang jatuh seenak jidat, oksigen yang cukup, air yang melimpah (70% bagiannya!) juga aneka tanaman dan hewan yang telah disediakan sebagai partner hidup bahan makanan. Bayangkan kalau teman-teman lahir di Venus, planet terpanas di tata surya! Lahir-lahir jadi arang kali ya? Atau di Neptunus, planet yang paling berangin. Bukannya main layang-layang, kita malah jadi layang-layang!

Bumi by depimomo, Dokumentasi pribadi

Nah, maka dari itu kita harus bersyukur sudah diberi kesempatan untuk hidup di planet yang hijau ini. Apa? Sudah nggak hijau? Jangan patah arang dulu, arang saja masih berharap pada api yang mengubahnya menjadi debu. Sebagai WaTaMi (Relawan Pencinta Bumi) jangan kehabisan dulu untuk menyelamatkan lingkungan. 

Tapi, nggak ada waktu nih untuk menyelamatkan lingkungan! Harus sekolah, les, kerja, makan, tidur, main, make up, update status, pacaran, juga blogging!

Sstt, depimomo mau buka-bukaan rahasia nih buat kalian! Tips dan trik jitu untuk selalu ingat lingkungan dan menyelamatkan lingkungan! Namanya jurus WaTuTi alias Wan Tu Tri (bahasa alien: satu dua tiga). Cukup tiga langkah mudah yang bisa teman-teman terapkan setiap hari!


1. Masbro dan Mbaksis, nggak usah....

....liat-liatin saya gitu karena saya kiyut dan keceh abis *ngawur.com

Apa yang bisa dilakukan dengan mantra ini? Dengan mantra ini, kita bisa menyelamatkan lingkungan!

Hah? Gimana ceritanya?

Ceritanya gini, pada suatu hari...

by depimomo, dokumentasi pribadi

Lihat, dalam satu hari saja satu kantong plastik, satu styrofoam, dan satu plastik minuman sudah bisa dikurangi. Itu baru satu orang, bagaimana kalau sepuluh, seratus, atau seluruh penduduk Indonesia? Belum lagi kalau tidak hanya sehari tapi seminggu, sebulan, atau setahun! Tambahannya, makin banyak orang yang ikut tergerak untuk menyelamatkan lingkungan! Saya sendiri kerap kali menerapkan hal ini. Membawa bekal dan botol minuman yang dapat diisi ulang. Plastik juga dihindari, misalnya hanya membeli satu-dua barang atau membawa tas sendiri, jadi tidak perlu kantong plastik.

2. Pegang aja dulu!

Wah, pegang apa ini? Ya pegang sampah kita terlebih dulu lah, sebelum menemukan tong sampah! Dari SD, guru saya sudah menekankan hal ini, bahkan ada lagunya juga agar dapat selalu diingat. Ini dia lagunya, dinyanyikan dengan nada 'Naik-naik ke puncak gunung'!

Mari kawan kita jaga kebersihan lingkungan
agar tercipta keindahan juga kesehatan

maka jangan lupa kawan buang sampah pada tempatnya
kantongi dulu sampah milikmu
sebelum temukan TONG SAMPAH! 

(tong sampahnya memang agak ditekan saat dinyanyikan jadi gitu deh, hehe)

Gara-gara lagu ini, saya jadi sering ngantongin sampah kalau belum ketemu tong sampah, entah itu bungkus permen, botol air mineral, atau kantong ciki. Kadang sampai diperhatikan orang, apalagi waktu di bis. Orang di sebelah saya sepertinya agak risih dengan gelas plastik bekas minuman yang saya pegang dari tadi.

"Dek, sini ibu buangin deh gelasnya ke luar! (sambil menunjuk jendela di sebelahnya)"

"Nggak deh bu, makasih, saya nanti abis turun ketemu tong sampah deket kantor polisi situ kok, hehe"

"Loh, repot-repot amat sih dek? Biasa juga orang buang ke luar jendela"

"Iya sih, tapi saya ingin melakukan perubahan kecil aja, siapa tahu berdampak besar"

Setelah itu ibu itu diam dan tidak mengajak bicara lagi, tapi selama kita yakin apa yang kita lakukan benar, tidak perlu takut anggapan orang kok! When it doesn't feel right, go left.

3. Be creative!

Daur ulang mungkin kata yang terdengar basi. Tapi kalau dilakukan dengan kreatif, hal yang dianggap sampah pasti bisa berdaya guna, bahkan bernilai jual!

Saya sendiri berusaha menyulap tumpukan kertas-kertas bekas kuesioner (untuk tugas sekolah dulu) yang bagian belakangnya masih kosong sebagai buku notes untuk ringkasan pelajaran.

BuSu (Buku Siap Ulangan) by depimomo, dokumentasi pribadi

Bisa juga majalah yang menumpuk disulap menjadi kusudama, mempercantik rumah loh! Atau jadi origami bintang, pembatas buku, juga kerajinan tangan lainnya.


Teman-teman juga bisa menjadi supporter WWF, fundraiser WWF, mengundang Panda Mobile ke sekolah/kampus/kantor/lingkungan rumah teman-teman, dan ramah pada lingkungan.

Jadi, tunggu apa lagi? WaTaMi siap selamatkan lingkungan dengan jurus WaTuTi! Ciaaattt!

Psst, kawan blogger tergerak untuk mengajak teman-teman lain peduli lingkungan? Ikutan dong Lomba Blog Blogger Peduli Lingkungan!

Kamis, 27 Maret 2014

Sharp Takumi Factory: Pabrik Futuristik ala Sharp!

Genap tiga puluh senja gugur tanpa kehadiranmu. Kau yang melipur laraku, menoreh segaris senyum tatkala benak ini keruh. Suaramu, warnamu, sinarmu, semua tentangmu buatku merana merindu. Namun kau kini telah beku, mati, tanpa nyawa. Tiga puluh enam bulan yang terasa seperti sekejap mata, bersamamu. -Mengenangmu, Televisi-

Huh, sebel deh! Masa beli televisi, belum genap tiga tahun (harusnya ganjil ya? hehe) udah wassalam gitu aja! Padahal, bukan sembarang merek loh, televisi ini merek ternama yang terkenal (katanya) tahan lama. Tapi, tetap saja kenyataan yang pahit ini menghapus segala rumor tentangnya. Iri deh dengar teman-teman yang televisinya masih awet, bahkan hingga tiga generasi. Kutilik-tilik, eh ternyata mereknya Sharp! Langsung kulirik kulkas butut yang ada di rumah mamaku, ternyata Sharp juga! Kulkas pertama yang mama beli dari hasil gaji pertamanya itu masih awet muda. 





Merek Sharp pasti sudah tidak asing lagi di benak, bahkan hati teman-teman. Brand kebanggaan Jepang ini telah hadir di 26 negara untuk memenuhi kebutuhan peralatan elektronik masyarakat. Oh ya, apakah teman-teman tahu bahwa pertama kalinya Sharp itu adalah merek sebuah pensil? Yup, pensil Sharp Ever-Ready buatan Tokuji Hayakawa di tahun 1915 inilah yang mengawali jalan panjang Sharp. Keren ya!



Kebutuhan pasar yang terus menanjak membuat brand pilihan sejuta umat ini terus berinovasi dan mengembangkan sayapnya. Setelah mewarnai khazanah elektronik Indonesia lewat pabrik pertamanya di Pulogadung, kini Sharp kembali hadir dalam bentuk Sharp Takumi Factory di Karawang! Pabrik seluas 31 hektar yang diresmikan 12 Februari lali ini memiliki kapasitas produksi lemari es sebanyak 220 ribu unit per bulan dan produksi mesin cuci 140 ribu per bulan. Lemari pendingin ukuran kecil dan menengah juga mesin cuci dua tabung hasil produksi pabrik ini dikonsentrasikan 80 persen untuk kebutuhan domestik dan 20 persen untuk ekspor. Dengan demikian, diharapkan tahun depan sebesar 58 persen untuk mesin cuci dan 42 persen untuk lemari es.



Apa sih yang beda dari pabrik ini? Bukannya sama aja ya kayak pabrik-pabrik biasa? Eits, tunggu dulu! Ini BPB alias bukan pabrik biasa!

”Pabrik baru dengan konsep kualitas Takumi, Sharp memasuki tahap baru untuk semakin memperkokoh posisinya di Indonesia," ujar Fumuhiro Irie,  Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.  

Pasti ada yang bertanya-tanya, apa itu Takoya... eh, eh, Takumi! Hampir aja salah ketik (laper.com). Takumi berasal dari bahasa Jepang berarti ‘ahli’. Takumi merupakan orang-orang terlatih dan mahir dalam melakukan hal-hal yang mendekati kesempurnaan, yang berangkat dari semangat keinginan untuk menghasilkan karya terbaik, yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Di Jepang, Takumi selalu menjadi panutan dalam melakukan setiap pekerjaan. Mereka selalu ingin mempersembahkan karya terbaik. Contohnya dalam pembuatan sebuah pedang. Mulai dari pemilihan bahan, hingga penyelesaian dibutuhkan kecermatan mendalam untuk menghasilkan pedang terbaik. Wah, prinsip Takumi bisa juga nih teman-teman terapkan, misalnya untuk nilai ulangan tuh biar bisa mendekati kesempurnaan, hehe. Maka dari itu, pabrik baru ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan tenaga kerja yang yang ahli untuk menghasilkan produk dengan ‘Kualitas Takumi’. 



Calon-calon Takumi dari 26 negara mendapatkan pelatihan di Jepang dari para Takumi Sharp Corporation. Di sana mereka akan membuktikan kompetensi baik itu di bidang produksi, pengembangan mutu, hingga distribusi. Karyawan berpotensi akan terus dilatih untuk melahirkan para Takumi baru yang merupakan kepanjangan tangan dari para Takumi Sharp Corporation, untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas tinggi.

Sharp Takumi Factory Video 





Ada lagi nih yang unik dari Sharp Takumi Factory. Desain dan fasilitas pabrik sangat hijau. Baik secara harafiah yang dapat dilihat dari rimbunnya pohon, rumput, dan tanaman lain sebagai pemanis ruang terbuka hijau pabrik, maupun secara nonharafiah yang ditunjukkan lewat penggunaan panel surya, peminimalan penggunaan lampu dengan Skylight Roof serta pendingin ruangan dengan mengandalkan sirkulasi udara yang baik. Tidak hanya pabriknya saja yang hijau, produknya juga tak mau ketinggalan. Produk Sharp merupakan produk hemat energi, bahkan dikembangkan juga produk penghasil energi. Ada juga Production Control System yang otomatis memantau proses produksi. Uniknya, terdapat Automated Guided Vhicle (AGU) untuk pemindahan barang dari gudang ke bagian produksi secara otomatis. Serasa jalan-jalan ke masa depan deh kalau melihat teknologi canggih di pabrik ini!

Fasilitas pabrik ini bisa dikatakan cukup nyentrik juga. Fasilitas standar seperti Kantin, Koperasi, Showroom mungkin sering ditemui di pabrik biasa. Tapi, sudah saya katakan kalau ini BPB! Disediakan juga Klinik Kesehatan, Masjid, dan Lapangan Sepak Bola! 

Serunya, Sharp Takumi Factory terbuka untuk umum alias menerima kunjungan! Jadi, anggap saja tetangga sendiri. Kalau ingin berkunjung, cukup ajukan permohonan lewat form yang disediakan di situsnya yakni http://www.sharp-indonesia.com/karawangfactory/pages/factory-visit. Untuk tujuan study tour sekolah juga oke loh!

Wah, udah ngebet pingin main ke pabriknya? Atau mimpi dapet produk gratisnya? Wah, ternyata mimpi bukan bunga tidur lagi tapi jadi kenyataan berkat event blog contest dari Sharp! Cek disini ya!

Rabu, 26 Maret 2014

Go, go, go, Osu!

Osu! (bukan asu loh.. hehe) Ada yang pernah dengar? Saya sendiri baru dengar dan lihat ketika teman saya memainkannya dengan seru. Teman saya menyelesaikan satu beatmap dengan hampir sempurna. Demikian juga dengan saya. Ketika saya mencoba, saya menyelesaikannya dengan tidak hampir gagal alias gatot telan (gagal total tengah jalan, apanya yang 'demikian juga dengan saya' coba?!)


Osu! adalah permainan yang mengasah kepekaan ritme dan gerak motorik. Kejelian telinga dan ketangkasan tangan sangat diutamakan dalam game ini. Cara mainnya mudah kok, pilih beatmap/lagu yang kalian suka, lalu klik bulatan-bulatan yang muncul sesuai irama yaitu ketika cincin yang ada di sekitar lingkaran mengecil hingga tepat menyentuh tepi lingkaran. Kalau bulatannya diikuti ekor, ikuti saja bola yang menggelinding di sepanjang lintasan ekor tersebut. Ketika mncul piring besar, putar piring tersebut secepat mungkin dnegan cara klik dan drag secara memutar. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa mengikuti tutorial yang disediakan.


Walau beatmap yang disediakan kebanyakan berasal dari game atau anime, disediakan juga pilihan untuk membuat beatmap sendiri loh! Beatmap yang sudah dibuat nantinya bisa dimainkan atau diunggah di website Osu! untuk diunduh pemain lainnya. Ada juga pilihan untuk bermain secara online yang memungkinkan para pemain untuk bertanding. 



Oh ya, mode permainan yang disediakan juga beragam. Ada osu!mania yang mirip piano, cara memainkannya serupa dengan VOS, Guitar Hero, dan lainnya. Lalu ada Taiko yang mirip drum. Selanjutnya Catch the Beat, caranya tinggal menekan panah kanan atau kiri untuk menangkap buah-buahan yang jatuh sesuai irama.

Untuk yang sudah tidak sabar, langsung saja meluncur ke https://osu.ppy.sh/p/download untuk mengunduhnya. Beatmap-beatmap baru bisa teman-teman unduh juga di web tersebut. Tak ketinggalan, buat juga profil secara online di sana agar skor permainan bisa tersimpan. Kalian juga bisa menambah teman, membuat pos di forum, juga mengumpulkan penghargaan! Jangan lupa tambahkan depimomo sebagai teman kalian ya! Selamat bermain! ;)

Sabtu, 15 Februari 2014

Cara Membuat dan Contoh Kuesioner

Membuat kuesioner untuk karya ilmiah memang susah-susah gampang, berikut cara dan tips yang semoga dapat membantu kalian :)



1. Menjawab
Kuesioner itu harus bisa menjawab apa yang menjadi tujuan kalian, tujuan penelitian kalian. Kalau tidak terjawab sama juga bohong hehe

2. Jelas
Buat pertanyyaan dengan jelas, beri penjelasan bila dibutuhkan agar penjawab bisa menjawab dengan tepat dan tidak asal

3. Bertahap
Mulailah dari pertanyaan umum dan mudah, baru kemudian lanjutkan dengan yang lebih spesifik

4. Sopan
Sampaikan salam pembuka, tujuan kalian, dan juga ucapan terima kasih bagi penjawab

Nah, itu dulu ya. Oh ya contoh kuesioner bisa dilihat di sini: https://docs.google.com/forms/d/1eCoSqh8E5shdDKRY8lCjuRBAUOvY-gwLmqPj2Ivc5iw/viewform

Jawab juga ya kuesionernya hehe



 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates