Sabtu, 29 Maret 2014

WaTaMi dengan Jurus WaTuTi!

Peduli lingkungan? Ah, itu kan cuma tugasnya para relawan dan pencinta lingkungan aja! Kita sebagai blogger bisa apa sih lagian? Aksi kecil kita kan juga gak berpengaruh apa-apa buat lingkungan.

Hihihi, jangan pesimis dulu dong. Kita semua sebagai makhluk yang nangkring di bumi mau nggak mau harus ikut ambil bagian dalam merawat bumi. Bumi ibarat rumah kita. Andaikan teman-teman diberi sebuah rumah megah yang terletak di bilangan yang strategis, bagaimana perasaan teman-teman? Wuih, senang bukan kepalang pasti. Apalagi ternyata rumah itu lengkap dengan kolam renang, taman pribadi, AC yang sejuk, juga suasana yang damai. Kalau teman-teman perhatikan, bumi dapat diibaratkan sebagai rumah mewah tadi loh. Bayangkan, dari delapan planet yang ada di tata surya, hanya bumi yang punya suhu bersahabat, gak ada meteor yang jatuh seenak jidat, oksigen yang cukup, air yang melimpah (70% bagiannya!) juga aneka tanaman dan hewan yang telah disediakan sebagai partner hidup bahan makanan. Bayangkan kalau teman-teman lahir di Venus, planet terpanas di tata surya! Lahir-lahir jadi arang kali ya? Atau di Neptunus, planet yang paling berangin. Bukannya main layang-layang, kita malah jadi layang-layang!

Bumi by depimomo, Dokumentasi pribadi

Nah, maka dari itu kita harus bersyukur sudah diberi kesempatan untuk hidup di planet yang hijau ini. Apa? Sudah nggak hijau? Jangan patah arang dulu, arang saja masih berharap pada api yang mengubahnya menjadi debu. Sebagai WaTaMi (Relawan Pencinta Bumi) jangan kehabisan dulu untuk menyelamatkan lingkungan. 

Tapi, nggak ada waktu nih untuk menyelamatkan lingkungan! Harus sekolah, les, kerja, makan, tidur, main, make up, update status, pacaran, juga blogging!

Sstt, depimomo mau buka-bukaan rahasia nih buat kalian! Tips dan trik jitu untuk selalu ingat lingkungan dan menyelamatkan lingkungan! Namanya jurus WaTuTi alias Wan Tu Tri (bahasa alien: satu dua tiga). Cukup tiga langkah mudah yang bisa teman-teman terapkan setiap hari!


1. Masbro dan Mbaksis, nggak usah....

....liat-liatin saya gitu karena saya kiyut dan keceh abis *ngawur.com

Apa yang bisa dilakukan dengan mantra ini? Dengan mantra ini, kita bisa menyelamatkan lingkungan!

Hah? Gimana ceritanya?

Ceritanya gini, pada suatu hari...

by depimomo, dokumentasi pribadi

Lihat, dalam satu hari saja satu kantong plastik, satu styrofoam, dan satu plastik minuman sudah bisa dikurangi. Itu baru satu orang, bagaimana kalau sepuluh, seratus, atau seluruh penduduk Indonesia? Belum lagi kalau tidak hanya sehari tapi seminggu, sebulan, atau setahun! Tambahannya, makin banyak orang yang ikut tergerak untuk menyelamatkan lingkungan! Saya sendiri kerap kali menerapkan hal ini. Membawa bekal dan botol minuman yang dapat diisi ulang. Plastik juga dihindari, misalnya hanya membeli satu-dua barang atau membawa tas sendiri, jadi tidak perlu kantong plastik.

2. Pegang aja dulu!

Wah, pegang apa ini? Ya pegang sampah kita terlebih dulu lah, sebelum menemukan tong sampah! Dari SD, guru saya sudah menekankan hal ini, bahkan ada lagunya juga agar dapat selalu diingat. Ini dia lagunya, dinyanyikan dengan nada 'Naik-naik ke puncak gunung'!

Mari kawan kita jaga kebersihan lingkungan
agar tercipta keindahan juga kesehatan

maka jangan lupa kawan buang sampah pada tempatnya
kantongi dulu sampah milikmu
sebelum temukan TONG SAMPAH! 

(tong sampahnya memang agak ditekan saat dinyanyikan jadi gitu deh, hehe)

Gara-gara lagu ini, saya jadi sering ngantongin sampah kalau belum ketemu tong sampah, entah itu bungkus permen, botol air mineral, atau kantong ciki. Kadang sampai diperhatikan orang, apalagi waktu di bis. Orang di sebelah saya sepertinya agak risih dengan gelas plastik bekas minuman yang saya pegang dari tadi.

"Dek, sini ibu buangin deh gelasnya ke luar! (sambil menunjuk jendela di sebelahnya)"

"Nggak deh bu, makasih, saya nanti abis turun ketemu tong sampah deket kantor polisi situ kok, hehe"

"Loh, repot-repot amat sih dek? Biasa juga orang buang ke luar jendela"

"Iya sih, tapi saya ingin melakukan perubahan kecil aja, siapa tahu berdampak besar"

Setelah itu ibu itu diam dan tidak mengajak bicara lagi, tapi selama kita yakin apa yang kita lakukan benar, tidak perlu takut anggapan orang kok! When it doesn't feel right, go left.

3. Be creative!

Daur ulang mungkin kata yang terdengar basi. Tapi kalau dilakukan dengan kreatif, hal yang dianggap sampah pasti bisa berdaya guna, bahkan bernilai jual!

Saya sendiri berusaha menyulap tumpukan kertas-kertas bekas kuesioner (untuk tugas sekolah dulu) yang bagian belakangnya masih kosong sebagai buku notes untuk ringkasan pelajaran.

BuSu (Buku Siap Ulangan) by depimomo, dokumentasi pribadi

Bisa juga majalah yang menumpuk disulap menjadi kusudama, mempercantik rumah loh! Atau jadi origami bintang, pembatas buku, juga kerajinan tangan lainnya.


Teman-teman juga bisa menjadi supporter WWF, fundraiser WWF, mengundang Panda Mobile ke sekolah/kampus/kantor/lingkungan rumah teman-teman, dan ramah pada lingkungan.

Jadi, tunggu apa lagi? WaTaMi siap selamatkan lingkungan dengan jurus WaTuTi! Ciaaattt!

Psst, kawan blogger tergerak untuk mengajak teman-teman lain peduli lingkungan? Ikutan dong Lomba Blog Blogger Peduli Lingkungan!

Kamis, 27 Maret 2014

Sharp Takumi Factory: Pabrik Futuristik ala Sharp!

Genap tiga puluh senja gugur tanpa kehadiranmu. Kau yang melipur laraku, menoreh segaris senyum tatkala benak ini keruh. Suaramu, warnamu, sinarmu, semua tentangmu buatku merana merindu. Namun kau kini telah beku, mati, tanpa nyawa. Tiga puluh enam bulan yang terasa seperti sekejap mata, bersamamu. -Mengenangmu, Televisi-

Huh, sebel deh! Masa beli televisi, belum genap tiga tahun (harusnya ganjil ya? hehe) udah wassalam gitu aja! Padahal, bukan sembarang merek loh, televisi ini merek ternama yang terkenal (katanya) tahan lama. Tapi, tetap saja kenyataan yang pahit ini menghapus segala rumor tentangnya. Iri deh dengar teman-teman yang televisinya masih awet, bahkan hingga tiga generasi. Kutilik-tilik, eh ternyata mereknya Sharp! Langsung kulirik kulkas butut yang ada di rumah mamaku, ternyata Sharp juga! Kulkas pertama yang mama beli dari hasil gaji pertamanya itu masih awet muda. 





Merek Sharp pasti sudah tidak asing lagi di benak, bahkan hati teman-teman. Brand kebanggaan Jepang ini telah hadir di 26 negara untuk memenuhi kebutuhan peralatan elektronik masyarakat. Oh ya, apakah teman-teman tahu bahwa pertama kalinya Sharp itu adalah merek sebuah pensil? Yup, pensil Sharp Ever-Ready buatan Tokuji Hayakawa di tahun 1915 inilah yang mengawali jalan panjang Sharp. Keren ya!



Kebutuhan pasar yang terus menanjak membuat brand pilihan sejuta umat ini terus berinovasi dan mengembangkan sayapnya. Setelah mewarnai khazanah elektronik Indonesia lewat pabrik pertamanya di Pulogadung, kini Sharp kembali hadir dalam bentuk Sharp Takumi Factory di Karawang! Pabrik seluas 31 hektar yang diresmikan 12 Februari lali ini memiliki kapasitas produksi lemari es sebanyak 220 ribu unit per bulan dan produksi mesin cuci 140 ribu per bulan. Lemari pendingin ukuran kecil dan menengah juga mesin cuci dua tabung hasil produksi pabrik ini dikonsentrasikan 80 persen untuk kebutuhan domestik dan 20 persen untuk ekspor. Dengan demikian, diharapkan tahun depan sebesar 58 persen untuk mesin cuci dan 42 persen untuk lemari es.



Apa sih yang beda dari pabrik ini? Bukannya sama aja ya kayak pabrik-pabrik biasa? Eits, tunggu dulu! Ini BPB alias bukan pabrik biasa!

”Pabrik baru dengan konsep kualitas Takumi, Sharp memasuki tahap baru untuk semakin memperkokoh posisinya di Indonesia," ujar Fumuhiro Irie,  Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.  

Pasti ada yang bertanya-tanya, apa itu Takoya... eh, eh, Takumi! Hampir aja salah ketik (laper.com). Takumi berasal dari bahasa Jepang berarti ‘ahli’. Takumi merupakan orang-orang terlatih dan mahir dalam melakukan hal-hal yang mendekati kesempurnaan, yang berangkat dari semangat keinginan untuk menghasilkan karya terbaik, yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Di Jepang, Takumi selalu menjadi panutan dalam melakukan setiap pekerjaan. Mereka selalu ingin mempersembahkan karya terbaik. Contohnya dalam pembuatan sebuah pedang. Mulai dari pemilihan bahan, hingga penyelesaian dibutuhkan kecermatan mendalam untuk menghasilkan pedang terbaik. Wah, prinsip Takumi bisa juga nih teman-teman terapkan, misalnya untuk nilai ulangan tuh biar bisa mendekati kesempurnaan, hehe. Maka dari itu, pabrik baru ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan tenaga kerja yang yang ahli untuk menghasilkan produk dengan ‘Kualitas Takumi’. 



Calon-calon Takumi dari 26 negara mendapatkan pelatihan di Jepang dari para Takumi Sharp Corporation. Di sana mereka akan membuktikan kompetensi baik itu di bidang produksi, pengembangan mutu, hingga distribusi. Karyawan berpotensi akan terus dilatih untuk melahirkan para Takumi baru yang merupakan kepanjangan tangan dari para Takumi Sharp Corporation, untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas tinggi.

Sharp Takumi Factory Video 





Ada lagi nih yang unik dari Sharp Takumi Factory. Desain dan fasilitas pabrik sangat hijau. Baik secara harafiah yang dapat dilihat dari rimbunnya pohon, rumput, dan tanaman lain sebagai pemanis ruang terbuka hijau pabrik, maupun secara nonharafiah yang ditunjukkan lewat penggunaan panel surya, peminimalan penggunaan lampu dengan Skylight Roof serta pendingin ruangan dengan mengandalkan sirkulasi udara yang baik. Tidak hanya pabriknya saja yang hijau, produknya juga tak mau ketinggalan. Produk Sharp merupakan produk hemat energi, bahkan dikembangkan juga produk penghasil energi. Ada juga Production Control System yang otomatis memantau proses produksi. Uniknya, terdapat Automated Guided Vhicle (AGU) untuk pemindahan barang dari gudang ke bagian produksi secara otomatis. Serasa jalan-jalan ke masa depan deh kalau melihat teknologi canggih di pabrik ini!

Fasilitas pabrik ini bisa dikatakan cukup nyentrik juga. Fasilitas standar seperti Kantin, Koperasi, Showroom mungkin sering ditemui di pabrik biasa. Tapi, sudah saya katakan kalau ini BPB! Disediakan juga Klinik Kesehatan, Masjid, dan Lapangan Sepak Bola! 

Serunya, Sharp Takumi Factory terbuka untuk umum alias menerima kunjungan! Jadi, anggap saja tetangga sendiri. Kalau ingin berkunjung, cukup ajukan permohonan lewat form yang disediakan di situsnya yakni http://www.sharp-indonesia.com/karawangfactory/pages/factory-visit. Untuk tujuan study tour sekolah juga oke loh!

Wah, udah ngebet pingin main ke pabriknya? Atau mimpi dapet produk gratisnya? Wah, ternyata mimpi bukan bunga tidur lagi tapi jadi kenyataan berkat event blog contest dari Sharp! Cek disini ya!

Rabu, 26 Maret 2014

Go, go, go, Osu!

Osu! (bukan asu loh.. hehe) Ada yang pernah dengar? Saya sendiri baru dengar dan lihat ketika teman saya memainkannya dengan seru. Teman saya menyelesaikan satu beatmap dengan hampir sempurna. Demikian juga dengan saya. Ketika saya mencoba, saya menyelesaikannya dengan tidak hampir gagal alias gatot telan (gagal total tengah jalan, apanya yang 'demikian juga dengan saya' coba?!)


Osu! adalah permainan yang mengasah kepekaan ritme dan gerak motorik. Kejelian telinga dan ketangkasan tangan sangat diutamakan dalam game ini. Cara mainnya mudah kok, pilih beatmap/lagu yang kalian suka, lalu klik bulatan-bulatan yang muncul sesuai irama yaitu ketika cincin yang ada di sekitar lingkaran mengecil hingga tepat menyentuh tepi lingkaran. Kalau bulatannya diikuti ekor, ikuti saja bola yang menggelinding di sepanjang lintasan ekor tersebut. Ketika mncul piring besar, putar piring tersebut secepat mungkin dnegan cara klik dan drag secara memutar. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa mengikuti tutorial yang disediakan.


Walau beatmap yang disediakan kebanyakan berasal dari game atau anime, disediakan juga pilihan untuk membuat beatmap sendiri loh! Beatmap yang sudah dibuat nantinya bisa dimainkan atau diunggah di website Osu! untuk diunduh pemain lainnya. Ada juga pilihan untuk bermain secara online yang memungkinkan para pemain untuk bertanding. 



Oh ya, mode permainan yang disediakan juga beragam. Ada osu!mania yang mirip piano, cara memainkannya serupa dengan VOS, Guitar Hero, dan lainnya. Lalu ada Taiko yang mirip drum. Selanjutnya Catch the Beat, caranya tinggal menekan panah kanan atau kiri untuk menangkap buah-buahan yang jatuh sesuai irama.

Untuk yang sudah tidak sabar, langsung saja meluncur ke https://osu.ppy.sh/p/download untuk mengunduhnya. Beatmap-beatmap baru bisa teman-teman unduh juga di web tersebut. Tak ketinggalan, buat juga profil secara online di sana agar skor permainan bisa tersimpan. Kalian juga bisa menambah teman, membuat pos di forum, juga mengumpulkan penghargaan! Jangan lupa tambahkan depimomo sebagai teman kalian ya! Selamat bermain! ;)

 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates