Jumat, 30 Maret 2012

PETRONAS Twin Towers



Landmark is an object that marks the boundary of land. Landmark usually a large object on land that is easy to see and can help a person find the way to a place near it. Landmark can be an important building or monument. In this assignment, we will tell you about a landmark of Malaysia. The landmark of Malaysia is PETRONAS Twin Towers. It’s located in the heart of Kuala Lumpur. The exact location of PETRONAS Twin Towers is at Ampang Street, Kuala Lumpur. PETRONAS Twin Towers coordinates are 3.16o N and 101.71o E.

PETRONAS Twin Towers is the tallest twin structures in the world. So, it can be seen easily from a distance. From faraway, PETRONAS Twin Towers looks like two identical needles at the centre of Kuala Lumpur, the capital city of Malaysia. PETRONAS Twin Towers floor plans based on an eight-pointed star. This shape inspired by the geometric shape in Islamic art. Eight-pointed star in Islamic culture represents “unity, harmony, stability, and rationality”. This building made from high quality glass and steel. It has 88 floors each tower.



PETRONAS Twin Towers it’s a landmark of Malaysia. It’s also a tourist object, which is has more than a hundred visitors each day. Not just that, this buildings owned by oil and gas company at Malaysia, PETRONAS Group. PETRONAS, short for Petroliam Nasional Bhd, is Malaysia's national petroleum corporation. PETRONAS has grown to be an integrated international oil and gas company with business interests in 35 countries. So, this building is a kind of office Towers for Malaysian. This building also functions as a business center, especially for oil and gas business.

There are some special things from this building. This PETRONAS Twin Towers is connected by a skybridge. The PETRONAS Twin Towers are joined at level 41 and 42, 175 m above street level. This skybridge facilitating the movement between the two towers. This 192 ft long double-decker skybridge also linking the two sky lobbies. The floor plans of this tower also one of several of the interesting things of this building.



All taxi drivers know how to get to the PETRONAS Twin Towers. As such, if the taxi is your preferred mode of transportation, you will have no problem going to the PETRONAS Twin Towers from around Kuala Lumpur. If you are from the Kuala Lumpur International Airport (KLIA), you can take the Express Rail Link to the Sentral Station in Kuala Lumpur. The journey will take 28 minutes. From there, you can take the PUTRA Light Rail Transit (LRT) train to KLCC station. If you prefer to take a taxi the journey from KLIA to the PETRONAS Twin Towers, it will take 60 minutes. However, if you travel on KTM Komuter from KLIA, stop at Central Station and take the Putra LRT to KLCC. It takes about 45 minutes. Moreover, if you enjoy taking the bus, you can board the RAPIDKL bus at Star Hill on Bukit Bintang Street or from Chow Kit Street. The drop-off point is Wisma Equity, which is directly opposite the PETRONAS Twin towers. It will take approximately one hour. It’s about 10 minute walk from the Concorde Hotel on Sultan Ismail Street to PETRONAS Twin Towers.

There are some other places around PETRONAS Twin Towers. There is a lake behind it. That lake name is the Lake Symphony. The scenic lake has become a favorites spot for photography buffs. Next to the lake, there is a city park called Kuala Lumpur City Centre Park. PETRONAS Twin Towers also directly opposite with Wisma Equity. Not far from Wisma Equity, there is a LRT Station, KLCC Rapid KL Station. Next to the PETRONAS Twin Towers, there is a hotel named Mandarin Oriental Hotel Kuala Lumpur. Moreover, there is the other tower around the PETRONAS Twin Towers just like Ta One Tower, Kemayan Tower, and Ben Tower.



PETRONAS Twin Towers was constructed in 1992 until 1996. So now, it’s about 16 years old. Construction planning began in January 1992. By March 1993, the excavators were hard at work digging down to 30 metres below the surface of the site. The construction of the superstructure commenced in April 1994, after rigorous tests and simulations of wind and structural loads on the design. The PETRONAS Twin Towers were finally encased in steel and glass and could be viewed as complete in June 1996.

Visiting hours for PETRONAS Twin Towers are from 9:00am to 5:00pm daily. On Mondays, PERTONAS Twin Towers are closed. On Friday, the Skybridge is closed from 1:00pm to 2:30pm for Friday prayer. But, the issuing of tickets starts from 8:30am. The ticket counter location is at concourse level. Tickets are limited and issued on ‘First come, first served’ basis. So, you must be hurry before all tickets are sold out. Especially during holiday season, the tickets usually ran out before the noon.

In the PETRONAS Twin Towers, you can do anything. You can see the beautiful scenery of Kuala Lumpur from the double-decker skybridge at there. Besides that, at the beginning of the tour in PETRONAS Twin Towers, you will watch a movie about history of PETRONAS Twin Towers. This short movie will increase our knowledge about these towers. Furthermore, we can to refreshing and relax at the lake symphony. Before we leave PETRONAS the Twin Towers, you can go to the gift shop at there to buy some souvenir or merchandise for your family and friends.


Sabtu, 24 Maret 2012

Renungan: Kembalikan Tanganku

Kembalikan Tangan Ita, Pa..



Sepasang suami isteri meninggalkan anak-anak mereka untuk diasuh pembantu ketika mereka sedang bekerja. Pasangan ini memiliki anak perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku berkarat. Dia pun menggores lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. Tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan itu tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Dia pun membuat coretan sesuai dengan kreatifitasnya.

Hari itu orangtuanya mengendarai motor ke tempat kerja karena sedang ada perayaan Thaipusam yang membuat jalanan macet. Setelah bagian kanan mobil penuh coertan, dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain hewan-hewan hasil imajinasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Ayahnya menjerit, “Kerjaan siapa ini?”

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Mukanya merah padam ketakutan melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Tak tahu… !”

“Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si istri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.

Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depannya dan memukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa melolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula punggung tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa.

Setelah ayahnya masuk ke rumah diikuti sang ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan punggung tangan anak itu luka dan berdarah. Ia memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air, dia ikut menangis. Anak kecil itu pun menjerit-jerit menahan kepedihan saat lukanya terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah memberitahu tuannya.

“Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu.

Tiga hari berlalu, Ita mengalami demam tinggi yang tidak dipedulikan orang tuanya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas.

“Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi
“Tangannya sudah bernanah. Demi menyelamatkan nyawanya, kedua tangannya perlu diamputasi dari siku ke bawah” kata dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, tangan si bapak bergetar menandatangani surat persetujuan operasi.

Keluar dari ruang operasi, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya wajah ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

“Papa.. Mama.. Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuat si ibu gagal menahan tangisnya.

“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, yang membuat gadis dari Surabaya itu meraung histeris.

“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa mengambilnya.. Ita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tak ada manusia dapat menahannya.

***

Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat. Jangan terlalu terbawa emosi, renungkan apa dampak dari setiap perbuatan kita

sumber: beritaunik.net, dengan pengubahan seperlunya *artikel asli berbahasa Melayu

 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates