Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Manfaat Pijat Refleksi Sebagai Pengobatan Alternatif



Jika Anda kerap mengeluhkan sakit punggung dan nyeri sendi, cobalah untuk melakukan terapi pijat refleksi. Sebab menurut penelitian terbaru, pijat refleksi ampuh mengatasi kedua masalah kesehatan tersebut. 

Menurut peneliti dari University of Portsmouth, ini adalah penelitian pertama yang membuktikan kalau terapi pijat refleksi ternyata sukses menyembuhkan penyakit akut. "Selama ini, sakit punggung atau nyeri sendi biasanya disembuhkan dengan bantuan obat. Tetapi sekarang penderita penyakit tersebut mungkin lebih baik melirik alternatif lain untuk menyembuhkan kondisinya," papar Dr Carol Samuel, seperti yang dikutip dari Daily Mail. 



Dr Carol juga menambahkan kalau cara kerja terapi pijat refleksi mirip dengan akupunktur. Sebab keduanya memicu otak mengeluarkan senyawa yang mampu mengurangi rasa sakit pada tubuh. Dari penelitian yang dilakukan Dr Carol dan timnya, terapi pijat refleksi mampu meredakan kondisi penderita sakit punggung maupun nyeri sendi sebanyak 40-45 persen. Hasil penelitian tersebut lantas dilaporkan dalam Journal of Complementary Therapies in Clinical Practice.

Pijat refleksi merupakan ilmu yang mempelajari ilmu tentang pijat di titik-titik tubuh tertentu. Pijat ini dilakukan dengan alat tangan dan benda-benda lain berupa kayu, plastik, atau karet. Praktisi pijat ini mempunyai pengetahuan tentang saraf-saraf manusia, dan masih berhubungan dengan pengobatan tusuk jarum. Pengobatan ini banyak dijumpai di tempat-tempat pijat relaksasi dan toko-toko sinshe. 



Umumnya pengobatan yang dilakukan adalah untuk penyakit-penyakit yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, seperti: sakit jantung, sakit lambung (pencernaan), penyakit kulit, patah tulang, dll.  

Kalau sakit, jangan buru-buru lari ke obat-obatan. Penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan-bahan kimia dapat berbahaya bagi tubuh loh. Oleh karena itu, kembalilah ke pengobatan herbal yang telah dipercaya sejak dulu dan terbukti tidak menimbulkan efek samping. Salah satunya adalah pijat refleksi.

Bagi Anda yang berdomisili di wilayah Serpong (Serpong Garden *Green Harmony, Green River, Green Valley, Green Studentia*, Daerah sekitar stasiun Cisauk, Sekitar stasiun Serpong, Sekitar Stasiun Rawa Buntu, Sekitar Cilenggang, Sekitar BSD) dapat menghubungi BAPAK AGUS untuk pijat refleksi datang ke rumah Anda! Sudah terbukti menangani beragam masalah kesehatan. Bisa datang ke rumah. Biaya dijamin kurang dari 100 ribu, tanpa efek samping. Hubungi: 08777-44-34-792 (call only).

sumber: wikipedia, merdeka.com
 

Jumat, 14 Desember 2012

Rokok Oh Rokok.. :D

Percakapan di BUS kota… PR : Perokok BP : Bukan Perokok ==================================================================

PR mengeluarkan sebungkus rokok dari... kantung celananya bermaksud untuk menawarkan kepada orang sebelahnya.

PR : Mau rokok mas?
BP : oh tidak,, terimakasih

BP merasa tergugah, dan ingin memberi arahan kepada si PR supaya tidak merokok, lantas mulailah si BP mengawali pembicaraan.

BP : sehari habis berapa batang rokok mas?
PR : Biasanya sih 2 bungkus
BP : sebungkus harganya berapa mas?
PR : Sepuluh ribu,

BP : mas udah berapa tahun ngerokok?
PR : kurang lebih 20 tahunanlah.. emang kenapa?
BP : begini saya kasih gambaran,
1 bungkus harganya 10ribu, satu hari mas habis 2 bungkus, jadi perhari mas ngeluarin uang 20.000 untuk membeli rokok.
Nah, kalo satu bulan itu ada 30 hari maka 20.000 x 30 = 600.000.
Terus kalo Satu tahun ada 12 bulan berarti 600.000 x 12 = 7.200.000 , kalo mas nya udah 20 tahun ngerokok berarti 7.200.000 x 20 = 144.000.000..
wahh... seharusnya kalo mas gak merokok udah bisa beli mobil tuh!

*kemudian hening*

PR : Oh gitu ya mas.. saya juga kasih gambaran boleh !
BP : silahkan
PR : mas Perokok apa bukan?
BP : bukan ( geleng - geleng kepala )
PR : LAH? NAPE LO NAIK BUS? MOBIL LO MANA???
BP : $#^@ X!!? + == D @^-*(%)

ngakak sumpah pas baca akhirnya!! XDD iya juga ya.. o_Oa  *garuk2
jadi, lebih baik... :D
dari http://pengalaman-apin.blogspot.com/2012/12/ada-apa-dengan-merokok.html

Minggu, 14 Oktober 2012

Paradoks 'Buka Baju' Karena Hipotermia

Paradoxical undressing atau yang kalau dialihbahasakan mungkin menjadi paradoks buka baju (maaf, saya memang ga ahli translate :p) adalah kondisi yang sering ditemukan pada kejadian hipotermia parah. Tahu hipotermia kan? Kondisi dimana suhu tubuh turun drastis di bawah suhu normal karena keadaan sekitarnya terlalu dingin? Hipotermia biasanya dialami oleh para pendaki gunung, atau mungkin juga para penyelam (menurut perkiraan saya)

Kembali ke laptop topik. Jadi, saat seseorang mengalami hipotermia parah, sesaat sebelum mereka meninggal karena kedinginan, mereka akan menanggalkan pakaiannya seakan-akan mereka sedang terbakar! Lho, kok bisa? Padahal suhu disekitar mereka saat itu sangat dingin! Benar-benar paradoks!

Ada sebuah contoh kasus yang mungkin disebabkan oleh paradoks ini yaitu Dyatlov Pass Incident. Kematian 9 orang pendaki pada bulan Februari 1959, di Dyatlov Pass, Pegunungan Ural, Rusia, kemungkinan besar disebabkan oleh paradoks ini. Mereka ditemukan dalam keadaan tidak berpakaian lengkap, bahkan ada yang hanya tinggal memakai pakaian dalam. Anehnya, tidak ada kerusakan pada jaringan lunak.

Menurut M.A. Rothschild dan V. Schneider (penulis di International Journal of Legal Medicine) keadaan ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

Terjadi kelumpuhan syaraf-syaraf di dinding pembuluh yang mengakibatkan vasodilatasi yang memberikan sensasi hangat seakan-akan suhu diluar tubuh mereka lebih hangat sehingga mereka menanggalkan pakaian mereka.

Ada juga yang berpendapat bahwa keadaan ini terjadi karena hipotalamus (bagian otak yang mengatur suhu) mengalami malfungsi (kegagalan fungsi) sehingga mereka merasa panas ,padahal seharusnya mereka merasakan dingin.

Teori lain menjelaskan bahwa ketika kedinginan, otot akan menyempitkan pembuluh darah agar tubuh tidak semakin kehilangan panas tubuh. Pada keadaan hipotermia, otot-otot itu terus menerus berkontraksi untuk menyempitkan pembuluh darah. Namun, karena terus-menerus berkontraksi, mereka kelelahan sehingga akhirnya otot-otot tersebut akan berelaksasi secara spontan dan menjadikan pembuluh darah yang semula menyempit jadi melebar kembali. Selanjutnya terjadi aliran darah dan panas yang sangat mendadak, dan hal ini dipersepsikan sebagai sensasi kepanasan. Akibatnya orang yang hipotermia tadi ingin melepaskan baju hangatnya.

Setelah paradoks menanggalkan pakaian, mereka mengalami hal yang lebih aneh yaitu mereka akan merangkak ke tempat sempit, seperti kolong tempat tidur atau lemari, hingga akhirnya meninggal. Kejadian ini disebut Terminal Burrowing Behavior atau yang kalau di translate menjadi Perilaku menggali lubang. Karena itu, 20% tubuh orang yang meninggal akibat hipotermia ditemukan meringkuk di tempat-tempat sempit tanpa pakaian.

Kamis, 17 November 2011

hepatitis B

Hepatitis B
Monica Devi X4-15




Hepatitis B is a potentially life-threatening liver infection caused by hepatitis B virus (HBV) which infects the liver of hominoidea, including humans, and causes an inflammation called hepatitis.

The symptoms of hepatitis B are:
  • Fever
The fever is not a high fever. It’s just a mild fever. So, many people don’t realize if they have hepatitis.
  • Muscles and joints aches
Their muscle and joints become aches when they try to exercise or just simply move their body.
  • Yellow skin, yellow eyes, and dark urine (called jaundice)
This is the characteristic of hepatitis B. Their eyes, skin, and urine this symptom called jaundice.
  • Itchy skin
The skin fell so itchy. But most of people think it’s just ordinary ache. Feel so tired for a long period They fell so tired. Usually, it’s for a long period, more than 3 weeks.
  • Headache
Headache is the early symptom of hepatitis. Many people neglect it.
  • Loss of appetite They don’t want to eat.
So, they become very weak and easy to sick.

The causes of hepatitis B are:
  • Blood transfusion or direct contact with blood
If infected people transfusion their blood to healthy people, the recipient will infected too.
  • Sexual contact
Sexual contact with infected people without condom can spread HBV. HBV also can spread with other body fluids like blood, semen, vagina fluids, and spittle.
  • Shared needles
When use drug, making tattoo Not sterile needles can spread HBV. Shared needles with infected people can spread HBV.
  • Sharing personal items
Sharing personal items like toothbrushes, nail clippers, razors, etc with infected person can spread HBV because maybe it’s containing body fluids from infected person.
  • From mother to child
Mother that currently have hepatitis B can infected her infants when childbirth. HBV can transmit between family members within households.

The effects of hepatitis B are:
  • Liver cirrhosis
Hepatitis B increase risk of liver cirrhosis.
  • Liver cancer
A fatal disease caused by hepatitis B.
  • Liver Inflammation
When liver cirrhosis becomes acute, it’s will turn into liver into liver inflammation.
  • Liver failure
The worst possibility of hepatitis B is liver failure. This can increase death possibility.

Treatments for Hepatitis B are:
  • Bed rest
If the hepatitis is not acute, sometimes bed rest can help. Some people can clear the infection. Adult can full recovery and develop protective immunity to the virus.
  • Many drinks and eat healthy foods
Because, when you infected, you loss of appetite and you don’t have enough nutrition. So, you must repair it with many drinks and eat healthy foods.
  • Take medicine
Like epivir, hepsera, viread, tyzeka, baraclude, pegasys. It’s so expensive and not available in developing countries like Indonesia.
  • Chemotherapy
Chemotherapy just can prolong live for a few years.
  • Surgery then liver transplant
Find someone that wants to donate his liver is so difficult. Beside that, it’s so expensive and just can prolong live for a few years. Moreover, the success is varying.

Preventions for hepatitis B are:
  • Hepatitis B vaccine
All children should have hepatitis B vaccine at their birth or 6 months. But, if their mothers already have hepatitis, the baby must have vaccine within 12 hours.
  • Avoid sexual contact, use condom
Avoid sexual contact with infected person. Or, if you don’t know, whether your partner infected or not, always use condom.
  • Avoid sharing personal items
Always have your own personal items.
  • Don’t use shared needles
It’s not sterile. Ask your doctor to use one needle for one use.

 

Celoteh si Devi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates